Dalam injil itu ada yang bunyinya sebagai berikut : "Jika dua atau tiga
orang berkumpul dengan namaKu maka aku berada ditengah-tengah mereka".


2017-11-20 9:11 GMT+01:00 Yoseph T Taher [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Kristen sejati tidak memerlukan Salib dan Foto Yesus. Iman itu dalam hati
> dan memancar kepada perbuatan baik, bukan melalui Salib dan
> Foto.Yesus............!
>
>
>
> ------ Original Message ------
> From: "Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]" <
> [email protected]>
> To: "[email protected]" <[email protected]>; "
> [email protected]" <[email protected]>
> Cc: "DISKUSI FORUM HLD" <[email protected]>; "Yahoogroups" <
> [email protected]>
> Sent: Sunday, 19 Nov, 2017 At 9:16 PM
> Subject: Re: [GELORA45] Ribuan Orang Umat Kristiani di Tiongkok Diminta
> Ganti Foto Yesus
>
>
>
>
>
>
> Sangat menyesatkan sekali membandingkan pemasangan potret Xi jinping
> dengan potret Mao. Rakyat memasang potret Mao tanpa paksaan, apalagi duit.
> Sama sekali tidak ada soal paksaan dan money politik, atau ancaman pada
> jaman Mao. Sungguh memuakkan melihat Xi jinping pergi ke desa-desa,
> bagaikan "juru selamat".... Dia mau meniru Mao.....Rakyat tidak goblok!!
> Proses penyadaran berjalan terus...walaupun tidak diberitakan oleh
> mainstream media. Jelas mainstream media membungkam berita yang tidak
> menguntungkan rezim remo-kapitalis Xijinping. Dan aktivis tidak bisa
> bekerja dengan terang-terangan dan terbuka... BAHAYA BESAR!!! Penjara dan
> hukuman akan segera menjerat mereka kalau ketahuan dan ditangkap!!!
>
>
> On Sunday, November 19, 2017 7:03 AM, "[email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
> Menurut Liu, banyak orang yang melakukannya secara terpaksa. "Mereka
> semua memiliki kepercayaan mereka dan, tentu saja, mereka tidak ingin
> menurunkannya. Tapi tidak ada jalan keluarnya. Jika mereka tidak setuju
> untuk melakukannya, mereka tidak akan diberi dana bantuan kemiskinan,"
> katanya.
> ...
> Di bawah kepemimpinan Xi, partai komunis telah memperketat cengkeramannya
> terhadap kebebasan beragama di seluruh negeri, mulai dari menghapus salib
> di gereja-gereja Kristen di Tiongkok timur hingga menekan praktik-praktik
> Islam di daerah Uygur di Xinjiang atas nama memerangi terorisme dan
> separatisme.
> ...
> Ribuan Orang Umat Kristiani di Tiongkok Diminta Ganti Foto Yesus
> <http://jambi.tribunnews.com/2017/11/15/ribuan-orang-umat-kristiani-di-tiongkok-diminta-ganti-foto-yesus?page=all>
>
> Rabu, 15 November 2017 23:00
>
> [image: Ribuan Orang Umat Kristiani di Tiongkok Diminta Ganti Foto Yesus]
> BBC.COM/XINHUA
> Xi Jinping.
>
> TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING - Ribuan umat Kristiani di sebuah desa miskin
> yang terletak di tenggara Tiongkok
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/tiongkok>  telah menukarkan foto Yesus
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/foto-yesus> di tempat mereka dengan
> potret Presiden Xi Jinping <http://jambi.tribunnews.com/tag/xi-jinping>.
> Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program bantuan kemiskinan
> pemerintah daerah yang berusaha untuk "mengubah orang-orang percaya kepada
> agama menjadi orang-orang percaya kepada partai".
> Berlokasi di pinggir Poyang, danau terbesar Tiongkok, Desa Yugan yang
> terletak di provinsi Jiangxi dikenal sebagai desa miskin yang dihuni oleh
> komunitas Kristiani. Data pemerintah daerah setempat menunjukkan, lebih
> dari 11% dari populasi penduduknya yang mencapai 1 juta orang, berada di
> bawah garis kemiskinan. Sedangkan hampir 10% dari populasinya adalah
> beragama Kristiani.
>
> Namun, saat pemerintah daerah melipatgandakan upayanya untuk mengurangi
> kemiskinan, banyak warga yang diberitahu untuk menurunkan gambar Yesus,
> salib dan bait Injil yang berbentuk hiasan di rumah mereka. Sebagai
> gantinya, mereka harus menggantung potret Xi- sebuah praktik yang
> mengingatkan kembali ke era pengkultusan seseorang di Tiongkok
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/tiongkok> yakni Mao Zedong. Dulu, potret
> Mao Zedong kerap ditemukan pada hampir seluruh rumah warga Tiongkok
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/tiongkok>.
>
> Di bawah kepemimpinan Xi, Partai Komunis menargetkan kemiskinan akan
> hilang pada 2020 dan menjadi prioritas utama pemerintah. Kampanye tersebut
> tidak hanya penting bagi warisan politik pemimpin paling kuat di negara ini
> sejak Mao, namun juga berfungsi untuk mengonsolidasikan kontrol partai atas
> akar rumput masyarakat, yan g meskipun sebagian besar dari mereka telah
> diabaikan selama beberapa dekade.
> Di Yugan, partai ateis yang resmi berlomba-lomba untuk mempengaruhi umat
> Kristiani, yang telah menyebar dengan cepat di desa-desa miskin dan
> kota-kota makmur sejak akhir Revolusi Kebudayaan lebih dari 40 tahun yang
> lalu. Diprediksi, umat Kristen di Tiongkok
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/tiongkok> sekarang melampaui anggota
> partai ateis yang berjumlah 90 juta orang.
> Sebuah akun media sosial lokal melaporkan pada akhir pekan lalu bahwa di
> kota Huangjinbu, Yugan, sejumlah kader partai komunis telah mengunjungi
> keluarga miskin Kristen untuk mempromosikan kebijakan bantuan kemiskinan
> par tai dan membantu mereka memecahkan masalah material mereka.
> "Pejabat tersebut berhasil melelehkan es yang keras di dalam hati mereka
> dan mengubahnya dari percaya pada agama untuk percaya pada partai
> tersebut," demikian kata laporan itu seperti yang dikutip dari South China
> Morning Post.
> Akibatnya, lebih dari 600 penduduk desa "secara sukarela" menyingkirkan
> teks-teks agama dan lukisan yang mereka miliki di rumah mereka, dan
> menggantinya dengan 453 potret Xi Jinping
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/xi-jinping>.
> Berita dari akun media tersebut tersebut tiba-tiba menghilang pada S enin
> sore, namun kampanye tersebut dikonfirmasi oleh penduduk desa dan pejabat
> lokal yang dihubungi oleh South China Morning Post.
> Qi Yan, Ketua Kongres Huangjinbu dan orang yang bertanggung jawab atas
> upaya pengentasan kemiskinan di kota tersebut, mengatakan bahwa kampanye
> itu telah berjalan di seluruh wilayah tersebut sejak Maret.
> Dia juga mengatakan, program ini akan fokus pada pengajaran keluarga
> Kristen mengenai seberapa besar bantuan yang diberikan partai dalam
> membantu memberantas kemiskinan dan seberapa besar perhatian yang
> ditunjukkan Xi untuk kesejahteraan mereka.
> "Banyak rumah tangga miskin terjerumus ke dalam kemiskinan karena sakit di
> keluarga. Beberapa orang terpaksa mempercayai Yesus untuk menyembuhkan peny
> akit mereka. Tapi kami mencoba mengatakan kepada mereka bahwa sakit adalah
> hal yang fisik dan bahwa orang-orang yang benar-benar dapat membantu mereka
> adalah Partai Komunis dan Sekretaris Jenderal Xi," urai Qi.
> Qi menguraikan, Huangjinbu adalah rumah bagi sekitar 5.000 sampai 6.000
> keluarga Kristen, atau sekitar sepertiga dari jumlah total populasi di sana.
> "Banyak orang pedesaan tidak tahu apa-apa. Mereka pikir Tuhan adalah
> penyelamat mereka ... Setelah pekerjaan kader kami, mereka akan menyadari
> kesalahan dan pemikiran mereka: kita seharusnya tidak lagi bergantung pada
> Yesus, tapi pada partai yang memberikan bantuan," kata Qi.
> Dia mengatakan, pemerintah setempat telah mendistribusikan lebih dari
> 1.000 potret Xi, dan sem uanya telah digantung di rumah penduduk.
> Seorang penduduk perkampungan lain di Yugan, yang bermarga Liu, mengatakan
> bahwa dalam beberapa bulan terakhir banyak penduduk desa telah diberitahu
> untuk memindahkan artefak religius dari rumah mereka.
> "Beberapa keluarga memasang cakram Injil di pintu depan mereka selama
> Tahun Baru Imlek, beberapa juga menggantung lukisan salib. Tapi itu semua
> telah dipindahkan," katanya.
> Menurut Liu, banyak orang yang melakukannya secara terpaksa. "Mereka semua
> memiliki kepercayaan mereka dan, tentu saja, mereka tidak ingin
> menurunkannya. Tapi tidak ada jalan keluarnya. Jika mereka tidak setuju
> untuk melakukannya, mereka tidak akan diberi dana bantuan kemiskinan,"
> katanya.
> Tapi Qi membantah klaim bahwa dana bantuan tersebut disalurkan berdasarkan
> pada poster agama yang diturunkan.
> "Kami hanya meminta mereka untuk menurunkan poster [agama] di pusat rumah.
> Mereka masih bisa menggantungnya di ruangan lain, kita tidak akan ikut
> campur. Yang kami butuhkan adalah agar mereka tidak melupakan kebaikan
> partai di pusat ruang keluarga mereka," jelas Qi.
> Qi juga menambahkan, "Mereka masih memiliki kebebasan untuk percaya pada
> agama, namun dalam pikiran mereka mereka harus [juga] mempercayai partai
> kita."
> Di bawah kepemimpinan Xi, partai komunis telah memperketat cengkeramannya
> terhadap kebebasan beragama di seluru h negeri, mulai dari menghapus salib
> di gereja-gereja Kristen di Tiongkok
> <http://jambi.tribunnews.com/tag/tiongkok> timur hingga menekan
> praktik-praktik Islam di daerah Uygur di Xinjiang atas nama memerangi
> terorisme dan separatisme. (Barratut Taqiyyah Rafie)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke