Baru pertamakali ini kita mendengar penolakan kenaikan pangkat dalam
lembaga ketentaraan di Indonesia. Yang menjadi tandatanya dan
kemungkinan besar pasti ada masalah yang bertentangan dengan
prinsip-prinsip martabat kemanusiaan yang dirasakan oleh para prajurit
itu hingga mengambil sikap tegas untuk menolak kehormatan yang tidak
layak mereka terima sebagai manusia berprofesi prajuri yang harus
melakukan jenis perintah dari atasan mereka itu.





Am Mon, 20 Nov 2017 11:48:21 +0100 schrieb "Sunny ambon
[email protected] [nasional-list]" <[email protected]>:

> https://nasional.tempo.co/read/1035209/sukseskan-operasi-di-papua-5-perwira-tni-tolak-naik-pangkat
> 
> 
> Sukseskan Operasi di Papua, 5 Perwira TNI Tolak Naik Pangkat
> 
> Reporter:
> Fajar Pebrianto
> 
> Editor:
> Kodrat Setiawan
> 
> Minggu, 19 November 2017 19:50 WIB
> <https://nasional.tempo.co/read/1035209/sukseskan-operasi-di-papua-5-perwira-tni-tolak-naik-pangkat>
> 
> Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sesuai menjadi pembicara dalam
> seminar antara TNI dan Ikatan Dokter Indonesia di Markas Besar TNI,
> Cilangkap, Jakarta, 9 November 2017. Tempo/Syafiul Hadi
> 
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Meski sukses dalam operasi
> di Papua <https://www.tempo.co/tag/papua>, lima perwira Tentara
> Nasional Indonesia (TNI) menolak kenaikan pangkat yang diberikan
> Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Kelimanya merupakan anggota
> satuan tugas pembebasan 344 warga Mimika, Papua, yang diduga
> dihalang-halangi aktivitasnya oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua
> Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).
> 
> Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cendrawasih Letnan
> Kolonel Infantri M Aidi mengatakan bahwa lima perwira ini berkumpul
> dan bersepakat untuk tidak menerima kenaikan pangkat. “Mereka lapor
> Pangdam dan KASAD bahwa mereka tidak pantas menerimanya,” kata Aidi
> saat dihubungi Tempo di Jakarta, Minggu, 19 November 2017.
> 
> *Baca juga: Warga Pendatang Desa Kimbely-Banti, Papua, Kembali ke
> Daerah Asal
> <https://nasional.tempo.co/read/1035144/warga-pendatang-desa-kimbely-banti-papua-kembali-ke-daerah-asal>*
> 
> Sebelumnya, pasukan gabungan dari TNI Polri berhasil membebaskan total
> 1.300 warga yang diduga aktivitasnya dihalangi TPN-OPM. Atas
> keberhasilan ini, Gatot kemudian memberikan penghargaan kepada 63
> prajurit yang terlibat dalam pembebasan sandera.
> 
> Namun dari 63 prajurit, lima perwira menolak kenaikan pangkat
> tersebut. Mereka, kata Aidi, memiliki prinsip bahwa keberhasilan
> dalam tugas adalah hasil kerja anak buah, sedangkan kegagalan adalah
> tanggungjawab perwira. “Jadi yang dinaikkan pangkat hanya prajurit
> tantama dan bintara.”
> 
> Namun demikian, kata Aidi, markas besar TNI tetap memberikan
> penghargaan bagi kelima perwira ini berupa pendidikan khusus.
> Pendidikan ini diberikan untuk melanjutkan kompetensi dan
> pengembangan karir yang lebih tinggi. “Kalau dia punya kemampuan
> bahasa inggris yang bagus, bisa disekolahkan ke luar negeri,” kata
> Aidi.
> 
> Meski TNI mengklaim terjadi penyanderaan warga Papua
> <https://www.tempo.co/tag/papua>, Tentara Pembebasan Nasional Papua
> Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) menyatakan hal yang berbeda.
> Staf Markas Komando Daerah Militer III Timika TPN-OPM Hendrik Wanmang
> tegas membantah adanya dugaan penyanderaan tersebut. “Tidak benar ada
> penyanderaan,” kata Hendrik saat dihubungi Tempo di Jakarta, Minggu,
> 12 November 2017.
> 
> ++++++++
> 
> 
> https://cnnindonesia.com/nasional/20171119133338-20-256654/panglima-tni-beri-pangkat-luar-biasa-58-prajurit-penumpas-kkb/
> 
> 
> 
> Panglima TNI Beri Pangkat Luar Biasa 58 Prajurit Penumpas KKB
> 
> *Djibril Muhammad *, CNN Indonesia | Minggu, 19/11/2017 13:46 WIB
> 
> Bagikan :
> 
> Kenaikan pangkat luar biasa itu berasal dari kesatuan Batalyon
> Infanteri 751 Rider Jayapura, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan
> Peleton Intai Tempur (Tontaipur) Kostrad. (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
> 
> Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
> menegaskan operasi penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata-Tentara
> Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (KKB-TPN OPM) di wilayah
> Kimbeli dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada
> Jumat (17/11) semata-mata demi menyelamatkan masyarakat sipil.
> 
> "Gerakan separatis ini sudah melakukan pembunuhan. Kemudian melakukan
> penyanderaan. Penyanderaan itu bukan disekap dalam satu ruangan,
> tetapi di suatu lokasi dan membuat mereka tidak bisa kemana-mana,
> tidak mendapat layanan apapun, baik pendidikan, kesehatan, dan
> lainnya," kata Jenderal Gatot Nurmantyo di Tembagapura, Minggu
> (19/11).
> 
> Seperti dikutip dari *Antara*, Panglima TNI bersama sejumlah pejabat
> teras Mabes TNI secara khusus datang ke Tembagapura, Timika, pada
> Sabtu (18/11). Kedatangan itu dalam rangka menganugerahkan kenaikan
> pangkat luar biasa kepada 58 prajurit TNI yang terlibat langsung
> dalam tim penumpasan KKB-TPN OPM.
> 
> 
> Para prajurit TNI yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa itu
> berasal dari kesatuan Batalyon Infanteri 751 Rider Jayapura, Komando
> Pasukan Khusus (Kopassus), dan Peleton Intai Tempur (Tontaipur)
> Kostrad.
> 
> Upacara penganugerahan kenaikan pangkat luar biasa kepada puluhan
> prajurit TNI itu berlangsung di Kampung Utikini Lama, Distrik
> Tembagapura, Minggu pagi.
> Lihat juga:
> 
> Polisi Beber Kejahatan Kelompok Bersenjata di Tembagapura
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171118132642-20-256516/polisi-beber-kejahatan-kelompok-bersenjata-di-tembagapura/>
> 
> 
> Jenderal Gatot mengatakan, sedianya pemberian kenaikan pangkat luar
> biasa itu dilaksanakan di Kampung Kimbeli atau Kampung Banti.
> 
> Namun rencana itu dibatalkan lantaran akses jalan ke dua kampung itu
> dalam kondisi rusak berat lantaran digali menggunakan alat berat oleh
> pihak KKB-TPN OPM, beberapa waktu lalu.
> 
> Panglima TNI menegaskan, selama ratusan warga sipil diisolasi di
> Kimbeli, Banti dan area longsoran dekat Kali Kabur, warga mendapatkan
> perlakuan yang tidak manusiawi dari KKB-TPN OPM.
> 
> "Para sandera juga terintimidasi, bahkan 12 wanita dilaporkan
> mengalami kekerasan seksual," ujar orang nomor satu di jajaran TNI
> itu.
> 
> Tidak itu saja, sebagian warga sipil mengaku dijarah dan dirampas
> harta bendanya.
> Lihat juga:
> 
> Tim Satgas Gabungan Evakuasi 344 Sandera Kelompok Bersenjata
> <https://www.cnnindonesia.com/tv/20171117191831-407-256444/tim-satgas-gabungan-evakuasi-344-sandera-kelompok-bersenjata/>
> 
> 
> Berdasarkan data yang diterima pihak kepolisian, jumlah uang yang
> dirampas mencapai Rp107,5 juta, emas hasil dulangan yang dijarah
> sebanyak 254,4 gram, dan sebanyak 200-an telepon genggam disita oleh
> KKB.
> 
> Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa
> dibiarkan terus berlangsung sehingga negara melalui aparat TNI dan
> Polri harus hadir untuk menyelamatkan masyarakat sipil.
> 
> "Urgensinya, karena penyanderaan sudah dilakukan sejak tanggal 1
> November dan semakin hari kesehatan para sandera semakin menurun,
> kelaparan karena persediaan logistik mereka sudah mulai habis
> sehingga harus segera diambil tindakan tegas," ujar Panglima TNI.
> 
> Tindakan tegas itu harus segera dilakukan mengingat berbagai upaya
> pendekatan telah dilakukan Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar
> bersama para tokoh tapi tidak juga meluluhkan hati para anggota
> kelompok separatis bersenjata itu.
> 
> "Pak Kapolda sudah menggunakan berbagai macam cara untuk negosiasi,
> baik melalui tokoh gereja, tokoh masyarakat, Pemda dan semua upaya
> dilakukan," kata Gatot.

Kirim email ke