From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, November 21, 2017 7:15 AM

  



https://www.antaranews.com/berita/666079/nu-tegaskan-tak-akan-surut-perangi-radikalisme-terorisme


NU tegaskan tak akan surut perangi radikalisme-terorisme
Pewarta: Sigit Pinardi Selasa, 21 November 2017 00:07 WIB 

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU 
tidak akan surut memerangi radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama 
Islam.

"Tak peduli orang lain mau bilang apa karena ini juga demi Islam," kata Said 
Aqil saat konferensi pers menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 
di Kantor PBNU, Jakarta, Senin.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Nusa Tenggara Barat tanggal 23-25 
November dengan tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan 
Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. Presiden Joko Widodo dijadwalkan 
membuka forum permusyawaratan setingkat di bawah muktamar itu.

Menurut Said Aqil, NU bersemangat memerangi radikalisme terorisme yang 
mengatasnamakan agama Islam karena justru mencoreng wajah Islam sendiri.

"Di Al Quran itu disebutkan tidak ada yang paling jahat melebihi orang yang 
melakukan kejahatan atas nama Tuhan atau Islam. Itu paling jahat," katanya.

Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bakal munculnya 
orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak paham substansinya sehingga 
mereka melakukan tindakan yang mereka anggap sesuai tuntunan Islam, padahal 
sebaliknya.

Ia pun kembali mencontohkan pelaku pembunuhan terhadap khalifah yang juga 
menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang menyebut tindakannya itu 
juga demi Islam. 

Jadi, kata Said Aqil, radikalisme terorisme sama sekali bukan ajaran Islam, 
justru bertentangan dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, Islam moderat, Islam Nusantara, Islam yang ramah yang selama ini 
dipraktikkan umat Islam Indonesia itulah wajah Islam yang sebenarnya.

"Arab sendiri kini ingin seperti Indonesia. Saya diundang ceramah tentang Islam 
Nusantara di Al Azhar Mesir dan di hadapan raja Maroko," katanya.

Tapi, anehnya, kata dia, justru orang-orang Indonesia yang beberapa tahun 
belajar di Arab, pulang ke Tanah Air bersikap dan bertingkah lebih Arab 
daripada orang Arab itu sendiri. 

Editor: Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017







Kirim email ke