From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, November 21, 2017 7:15 AM

  



https://nasional.tempo.co/read/1035483/kala-jokowi-bicara-politisasi-antek-aseng-hingga-gebuk-pki?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_4


Kala Jokowi Bicara Politisasi Antek Aseng hingga Gebuk PKI 
Reporter: 
Istman Musaharun Pramadiba
Editor: 
Widiarsi Agustina
Senin, 20 November 2017 19:06 WIB 
 
Presiden Joko Widodo saat menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada empat 
tokoh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 9 November 2017. Presiden Joko 
Widodo meminta tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik, 
Setya Novanto untuk ikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Jokowi mendadak bicara tajam soal aneka cara 
mengkritik yang dianggapnya tak beretika hingga melupakan kesantunan dalam 
berpolitik yang kini menghinggapi banyak politikus Indonesia. Misalnya, masih 
seringnya tuduhan tak berdasar dilancarkan untuk menyerang lawan politik 
seperti klaim bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga antek-antek 
asing.

Menurut Jokowi, praktik berpolitik seperti ini tidak memberikan pendidikan yang 
baik kepada masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, dia meminta 
generasi muda menelandani kesantunan dalam berpolitik.

"Masih banyak elite politik yang tidak memberikan contoh, " kata Presiden 
Jokowi di depan para senior Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Forum 
Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI Polri (FKPPI) dan 
Yayasan Suluh Nuswantara Bakti saat membuka Simposium Nasional Kebudayaan Tahun 
2017 di Jakarta, Senin, 20 November 2017.

BACA: Jokowi: Banyak Elite Politik Beri Contoh Buruk kepada Anak Muda

"Contoh yang perlu diberikan kepada generasi muda, di antaranya bagaimana 
berpolitik yang beretika, cara-cara bicara yang beretika, bagaimana menghargai 
sebuah senioritas, bagaimana menjaga nilai-nilai kesantunan," ujar Presiden 
Jokowi menambahkan.

Presiden memberikan contoh soal bagaimana para politikus saat ini banyak yang 
masih berteriak antek asing hingga PKI Bangkit. "Masih banyak yang 
teriak-teriak Antek Aseng, PKI bangkit. Kalau saya, PKI bangkit gebuk saja 
sudah, gampang," kata Presiden Jokowi sembari menambahkan, payung hukum untuk 
menggebuk PKI juga jelas. "TAP MPRS masih ada, ngapain banyak-banyak masalah."

BACA: Jokowi: Tunjukkan di Mana Ada PKI, Detik Ini Juga Saya Gebuk!

Infografik: Tanda-tanda G30S PKI Bangkit Kembali di Jagat Maya

Selain itu, soal kritik antiislam dan antiulama. Menurut Jokowi, cara politik 
yang tak beretika ini sudah harus dihilangkan dan mengembangkan cara berpolitik 
yang lebih santun kepada masyarakat. "Agar nilai-nilai keindonesiaan tidak 
hilang," katanya.

Oleh karena itu, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk Unit Kerja 
Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) dan mengeluarkan Perpres Nomor 
87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter untuk memberikan kepada generasi 
muda tidak tergerus nilai-nilai keindonesiannya.

"Nilai-nilai keindonesiaan, yakni nilai kesopanan, kesantunan, semua terkandung 
dalam ideologi Pancasila harus terus disampaikan pada anak-anak kita, bagaimana 
mengenai kerukunan, bagaimana persaudaraan, bagaimana mengenai toleransi," kata 
Presiden.

Jokowi mengakui bahwa generasi muda tidak hanya menerima pendidikan dari guru 
dan orang tua, tapi juga dari media sosial.

BACA JUGA: Gatot Nurmantyo: Bayangkan kalau 2019 Nanti Bukan Jokowi...

"Jangan keliru, yang mendidik anak kita sekarang ini bukan dari guru, orang 
tua, tetapi lebih banyak oleh media sosial. Kekuatan keterbukaan kekuatan media 
sosial sekarang mempengaruhi sekali dari semua aspek baik ekonomi, politik, 
maupun sosial, dan ini yang harus kita antisipasi," kata Jokowi.

Presiden mengingatkan, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat tidak 
bisa dibendung membuat lanskap ekonomi dan politik baik internasional maupun 
nasional berubah.

"Jika ini tidak diantisipasi, tidak disiapkan nilai-nilai karakter 
keindonesiaan kita, nilai karakter bangsa akan tergerus, kalau penyiapannya 
betul-betul tidak mulai dari tahapan yang benar," kata Presiden Jokowi

ISTMAN MUSA | RIA SANUSI | ANTARA







Kirim email ke