Garuda Indonesia Berikan Sanksi untuk Pilot RasisReporter:  M Rosseno 
AjiEditor:  Dewi Rina CahyaniSenin, 20 November 2017 19:08 WIB 
Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan telah memberi 
sanksi kepada pilotnya yang berkata rasis dalam penerbangan GA8510 SIN-DTB. 
Garuda menyatakan sanksi diberikan tak lama setelah insiden tersebut terjadi.

“Pelaku sudah kami beri sanksi administratif. Tapi kami tidak bisa menyebutkan 
lebih detail mengenai sanksi tersebut,” kata Senior Manager Public Relations 
Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dihubungi, Senin, 20 November 2017.

Ikhsan menyebutkan sanksi tersebut sudah diberikan jauh-jauh hari sebelum video 
yang merekam insiden itu menjadi viral. Begitu mendapat kabar mengenai insiden 
tersebut, kata Ikhsan, pihaknya segera melakukan investigasi internal. 
“Investigasi dan pemberian sanksi sudah kami lakukan sebelum video tersebut 
viral di media sosial,” kata dia.

Ikhsan mengatakan Garuda Indonesia juga telah berkoordinasi dengan Bea dan 
Cukai serta sudah menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Garuda Indonesia, 
kata dia, juga sudah meminta maaf secara langsung kepada maskapai yang disebut 
dan masalah sudah selesai.

“Kami menyesalkan sikap dan pernyataan pilot tersebut yang bertentangan dengan 
nilai perusahaan. Garuda Indonesia sangat menghargai kerja sama antara pemegang 
kebijakan dan institusi yang di bandara untuk meningkatkan kenyamanan bagi 
penumpang,” kata Ikhsan.

Sebelumnya, sempat viral sebuah video yang merekam percakapan seorang pilot 
yang kemudian diketahui sebagai pilot maskapai Garuda berkata rasis dan 
menghina maskapai lain saat merasa keberatan pesawatnya diperiksa oleh petugas 
Bea dan Cukai.

Video berdurasi 2 menit 18 detik itu diunggah oleh akun Twitter @sugi_0706 pada 
Ahad dinihari, 19 November 2017, berjudul: "how about this @IndonesiaGaruda 
racism on your airplane? I belive this is one of your Pilot!" Dalam video 
tersebut tampak pilot sedang beradu argumen dengan petugas Bea dan Cukai.

“Saya kasih tau Anda saja kalau Anda ke sini malah nambah pekerjaan kalian dan 
nambahinpekerjaan kita di sini. Ini pesawat kecil,” kata pilot tersebut kepada 
petugas Bea dan Cukai.

Pilot itu tampak keberatan dengan pemeriksaan yang dilakukan petugas Bea dan 
Cukai di dalam kabin pesawatnya. Dia juga mengatakan tidak pernah diperiksa 
seperti ini sebelumnya. “Bukan kalian enggak boleh ke pesawat. Boleh, tapi ini 
pesawat negara, kalau kau mau kerjain itu tuh C***-C*** itu tuh, Sr*******,” 
kata dia.

Menimpali perkataan pilot Garuda Indonesia tersebut, petugas Bea dan Cukai 
mengatakan dia hanya menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional 
prosedur. Tak terima dengan alasan petugas, pilot kembali mengatakan: “30 tahun 
sudah saya terbangkan pesawat, enggak pernah dilakukan hal-hal seperti ini,” 
katanya.

Kirim email ke