----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Selasa, 21 
November 2017 00.10.04 GMT+1Judul: [GELORA45] NASA: Es di Kutub Mencair, Empat 
Kota di Indonesia Terancam
     


http://internasional.kompas.com/read/2017/11/20/17584121/nasa-es-di-kutub-mencair-empat-kota-di-indonesia-terancam

NASA: Es di Kutub Mencair, EmpatKota di Indonesia Terancam 

Kompas.com - 20/11/2017, 17:58 WIB
 
Ilustrasi(the-lightwriter)

LOS ANGELES, KOMPAS.com — BadanPenerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau 
NASA telah meluncurkanperangkat internet yang bisa memperkirakan kota-kota 
dunia yangterkena dampak mencairnya lapisan es.

Dengan peralatan itu bisa terlihat bagaimana perkiraan air yangmencair dari es 
itu terdistribusi secara global.

"Peralatan itu memberikan—untuk setiap kota—gambarantentang gununges, lapisan 
es, ataupun puncak es yang mana yang amatpenting," tutur para peneliti.

Jadi, jangan menganggap karena Indonesiajauh dari kawasan gunung es, maka tidak 
akan terkena dampak darimencairnya lapisan es di Kutub Utara atau Kutub Selatan.

Baca juga: EsKutub Utara Mencair, Selat Malaka Bisa Mati 

Pasalnya, menurut para ilmuwan, perputaran Bumi dan efek gravitasiakan membuat 
air dari gunung dan lapisan es menyebar ke seluruhdunia.

Jakarta, misalnya, berdasarkan perkiraan para ilmuwan, akanterkena dampak 
peningkatan permukaan laut setinggi 1.713 milimeter.

Selain Jakarta, empat kota dan satu kawasan lain yang masuk dalamperalatan 
internet yang dikembangkan Laboratorium Propulsi Jet NASAdi California itu 
adalah:
   
   -    
Banda Aceh: peningkatan permukaan air laut 1,713 mm 
 
   -    
Jawa Timur: 1.766 mm 
 
   -    
Makassar: 1.764 mm 
 
   -    
Manado: 1.780 mm 
 
   -    
Jayapura : 1.747 mm 


Laporan tentang predikisi peningkatan permukaan laut tersebutsudah diterbitkan 
di Science Advances.

"Sejalan dengan kota-kota dan negara-negara yang berupayamembangun rencana 
untuk mengurangi banjir, mereka harus berpikir 100tahun ke depan jika ingin 
mengkaji risikonya dengan cara yang samadilakukan perusahaan asuransi," kata Dr 
Erik Ivins.

"Peralatan baru ini memberikan cara bagi mereka untuk melihatlapisan es yang 
seharusnya paling mereka khawatirkan."

Baca juga: LautanEs Berubah, Beruang Kutub Semakin Terancam 

Dengan peralatan itu, terlihat juga peningkatan permukaan air lautyang 
signifikan akibat dari perubahan di lapisan es di sebelah bagianbarat laut 
Greenland.

Seorang ilmuwan lain, Dr Eric Larour, mengatakan, ada tiga prosesutama yang 
mempengaruhi "jejak permukaan laut" atau istilahuntuk pola perubahan permukaan 
laut di seluruh dunia.

Proses yang pertama adalah grafiti.

"Hal itu (lapisan-lapisan es) ini adalah massa besar yangmengerahkan daya tarik 
ke laut," kata Dr Larour.

"Ketika es menyusut, daya tarik tersebut berkurang dan lautakan menjauh dari 
massa itu."

"Sejalan dengan daya 'tarik-dorong' itu, daratan di bawahlapisan es yang 
mencair akan mengembang secara vertikal, karenasebelumnya ditekan lapisan es 
yang berat," tambah dia.

Faktor terakhir yang mempengaruhi adalah planet yang berputar.

"Anda bisa memikirkan Bumi yang berputar," kata DrLarour. "Pada saat berputar, 
dia bergoyang dan pada saat massadi permukaan berubah, maka goyangannya juga 
berubah."

"Hal itu, pada gilirannya meredistribusi air ke seluruhBumi."

Baca juga: PerubahanIklim Kutub Utara Menciptakan Zaman Baru 

Dengan memperkirakan semua faktor tersebut ke dalam kalkulasi,para peneliti 
mampu membangun sebuah peralatan prakiraan untukkota-kota dunia tersebut.

"Kami bisa menghitung kepekaan yang tepat, untuk kotatertentu, tentang 
permukaan laut untuk setiap massa es di dunia,"ujar Dr Larour kepada BBC.
    

Kirim email ke