https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Yudono Yanuar
Rabu, 22 November 2017 23:07 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
6300064
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Kini Anda dapat mengganti jenis dan ukuran font sesuai preferensi Anda.
Saya mengerti
<https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#>
Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Makin Kontet
<https://bisnis.tempo.co/read/1036198/faisal-basri-ekonomi-indonesia-makin-kontet?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1>
Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan
Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) mengoperasikan alat berat
dalam pembangunan jalan di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, 23
Maret 2016. TNI AD melakukan pembangunan dan peningkatan jalan
Wemena-Mumugu sejauh 278 km. ANTARA/Sigid Kurniawan
*TEMPO.CO, Jakarta* - Ekonom senior Institute for Development of
Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan perekonomian
Indonesia <https://www.tempo.co/tag/ekonomi-indonesia> trennya melambat,
baik jangka panjang maupun menengah.
Perlambatan itu, kata dia, apabila diikuti setiap tahunnya terlihat
perlahan tapi pasti. Sebelumnya, kata Faisal pertumbuhan ekonomi
Indonesia pernah menginjak 8 persen, sekarang menjadi sekitar 5 persen.
*Baca juga:* Belanja Masyarakat Turun, Kepala Bappenas: Beralih untuk
Leisure
<https://bisnis.tempo.co/read/1033454/belanja-masyarakat-turun-kepala-bappenas-beralih-untuk-leisure>
"Jadi jangan mimpi macam-macam dulu ya. Ekonomi Indonesia makin kontet,"
kata dia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 22 November 2017.
Dia mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo. "Banyak yang aneh-aneh,"
kata dia. Gagasan yang dikritik, misalnya, ide mendorong pertumbuhan
ekonomi dari pinggiran, perbatasan dan kawasan timur Indonesia.
Alasannya, dia melihat meski pemerintah mengusung ide itu, kenyataan
yang terjadi di lapangan malah berkebalikan. Dia mengambil contoh
pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara Timur yang merosot dari
sekitar 10 persen menjadi 5 persen, lalu kini hanya sekitar 2 persen.
"Di Papua dan Sulawesi juga, semua turun."
Dia menuturkan ternyata ada perbedaan antara persepsi yang dibawa dengan
kenyataan yang sesungguhnya ada di lapangan. Peredaran duit, kata dia,
tidak jauh berbeda. Masih beredar di kawasan Jawa dan Sumatera. "Ada
yang salah dengan strategi pak Jokowi. Negara dominan tapi Indonesia
Timur sengsara," ucapnya.
Selanjutnya dia menuturkan pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal sama
seperti sekarang. "Bergeming di 5 persen," ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, kata Faisal, perekonomian Indonesia terus
merosot lantaran minimnya sumber pengungkit perekonomian. "Persoalannya
energi yang kurang, darah yang kurang, dan kekuatan jantung yang melemah."
Maksudnya, saat ini sumber pengungkit yang ada, kata dia, hanya satu,
yakni penerimaan devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 11 miliar.
Namun, Faisal berujar penerimaan itu ludes dalam sekejap gara-gara
defisit minyak US$ 11,2 miliar.
Kondisi itu juga diikuti oleh lesunya industri perbankan Indonesia.
Penyaluran kredit perbankan relatif terbatas. Masyarakat juga lebih
banyak menaruh uang di bank ketimbang belanja.
Ditambah lagi, kata Faisal, kemampuan penerimaan pajak juga terbatas.
"Jadi ini gak sembarangan," ujarnya.
Untuk menyelesaikan perkara itu, Faisal mengatakan, solusinya mesti
struktural dan mendasar. "Jangan pakai doping, karena doping kan merusak
tubuh," ujarnya.
Penyelesaian itu tidak bisa instan dan diperkirakan membutuhkan waktu
dua sampai tiga tahun.
Faisal mengatakan, setelah dilakukan konsolidasi, barulah pada 2020 bisa
dipastikan perekonomian Indonesia bisa lepas landas. Dia meminta
pemerintah tidak memaksakan pertumbuhan yang lebih tinggi tahun depan
lantaran hasilnya diprediksi bakal tiada beda dengan sekarang.
"Dikonsolidasikan lah semua. Jalan tertib jangan ugal-ugalan. kalau
ugal-ugalan hasilnya juga menyakitkan," kata Faisal Basri tentang
perekonomian Indonesia <https://www.tempo.co/tag/ekonomi-indonesia>.
------------------------------------------------------------------------
# Ekonomi Indonesia <https://www.tempo.co/tag/ekonomi-indonesia>
# Faisal Basri <https://www.tempo.co/tag/faisal-basri>
=======================
https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal
Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 22 November 2017 13:04 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal#comments>
702110
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal#font-decrease>
+
<https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal#font-increase>
#
#
Kini Anda dapat mengganti jenis dan ukuran font sesuai preferensi Anda.
Saya mengerti
<https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal#>
Ekspor Tumbuh 17 Persen, Sri Mulyani: Itu Fenomenal
<https://bisnis.tempo.co/read/1035999/ekspor-tumbuh-17-persen-sri-mulyani-itu-fenomenal>
Sri Mulyani Indrawati:
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati menyebutkan ada fenomena cukup positif dalam tiga
tahun terakhir. Dua hal yang cukup melegakan adalah adanya pertumbuhan
dari sisi investasi dan ekspor
<https://bisnis.tempo.co/read/893229/adb-ekspor-naik-ekonomi-asia-akan-tumbuh-lebih-cepat>.
"Bahkan ekspor meningkat 17 persen. Itu fenomenal dibanding sebelumnya,"
ujarnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu, 22 November 2017.
*Baca:* *ADB: Ekspor Naik, Ekonomi Asia Akan Tumbuh Lebih Cepat
<https://bisnis.tempo.co/read/893229/adb-ekspor-naik-ekonomi-asia-akan-tumbuh-lebih-cepat>*
Sri Mulyani menjelaskan, pada kuartal ketiga tahun ini, pertumbuhan
ekspor ditunjang dengan membaiknya kondisi eksternal belakangan. Ekspor
tumbuh 17,3 persen atau melampaui impor, yang naik 15,1 persen.
Adapun investasi selama kuartal ketiga, yang tumbuh 7,1 persen dan
ditambah dengan persepsi risiko investasi di Indonesia yang membaik,
diharapkan bisa mendorong semakin banyak modal yang ditanamkan. Saat
ini, Indonesia sudah meraih /investment grade /dari tiga /rating agency.
/"Kita berharap akan terus menerus meningkat," katanya. Selanjutnya,
hal-hal yang disebut itu menyokong indeks bersaing Indonesia naik lima
peringkat, dari ke-41 menjadi ke-36.
Begitu pula dengan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia yang naik
dalam dua tahun terakhir menuju peringkat ke-72. "Dan sekarang kita
mikir siapa di depan kita dan siapa yang kita lewati," ucapnya.
Sri Mulyani menilai mulai pulihnya investasi yang disertai impor bahan
baku dan bahan modal serta denyut investasi yang mulai muncul perlu
dijaga pemerintah. "Indikator menunjukkan fokus pemerintah memperbaiki
iklim investasi menunjukkan adanya konfirmasi bahwa ada apresiasi
positif," tuturnya.
Ekspor
<https://bisnis.tempo.co/read/900708/mendag-ekspor-harus-tumbuh-agar-target-pertumbuhan-tercapai>
dan investasi ini merupakan faktor terpenting dan membedakan dalam
pertumbuhan ekonomi yang muncul pada kuartal ketiga tahun ini. Sepanjang
kuartal ketiga, ekonomi tercatat tumbuh 5,06 persen /year-on-year./
//"Kami melihat ada dua faktor yang sangat berbeda sekali /track/-nya
dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya, yaitu investasi dan
ekspor," katanya.
------------------------------------------------------------------------
# Sri Mulyani <https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>
# ekspor <https://www.tempo.co/tag/ekspor>
# Investasi <https://www.tempo.co/tag/investasi>
# Pertumbuhan Ekonomi <https://www.tempo.co/tag/pertumbuhan-ekonomi>