Kan berjasa mengurangi pengangguran 73 orang pendukungnya?

2017-11-23 22:47 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> Untuk melihat video, click situs :
>
>
> http://mediaindonesia.com/news/read/133372/pemprov-dan-
> dprd-dki-hamburkan-uang/2017-11-23
>
>
> Pemprov dan DPRD DKI Hamburkan Uang
>
> Kamis, 23 November 2017 06:22 WIB Penulis: *Nicky Aulia Widadio *
>
> <http://mediaindonesia.com/files/news/2017/11/anggaran.jpg>
> <http://mediaindonesia.com/files/news/2017/11/anggaran.jpg>
>
> Input Hasil Pembahasan Banggar DPRD 2018 dalam APBD,jakarta.go.id
>
> SEJUMLAH kalangan mengkritisi penyusun-an RAPBD DKI Jakarta 2018 yang
> dinilai tidak efisien dan abai terhadap kebutuhan masyarakat.
>
> Peneliti dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Yenny Sucipto,
> mencontohkan menggelembungnya dana operasional Tim Gubernur untuk
> Percepatan Pembangunan (TGUPP) dari Rp2,35 miliar menjadi Rp28,5 miliar.
>
> "Tidak efisien. Pada saat bersamaan ada pengurangan dana penyertaan modal
> daerah (PMD) bagi BUMD," kata Yenny, kemarin.
>
> Sebelumnya, Pemprov DKI menghapuskan PMD bagi PD Dharma Jaya yang oleh
> sebagian warga dikhawatirkan berdampak pada penyediaan daging bersubsidi
> bagi pemegang kartu Jakarta pintar.
>
> Anggota Komisi C DPRD DKI dari Fraksi Hanura, Ruslan Amsyari, menyangsikan
> urgensi penambahan anggota TGUPP hingga 73 orang.
>
> "Begitu besar sehingga boros dan nggak efektif. Ini belum jelas konsepnya,
> tapi angkanya sudah ada di RAPBD," ujar Ruslan.
>
> Sekretaris Komisi C dari Fraksi NasDem James Arifin Sianipar yang kemarin
> memimpin Rapat Pembahasan RAPBD 2018 di Komisi C DPRD DKI menyebut tidak
> tertutup kemungkinan ada tumpang-tindih kewenangan TGUPP dengan pejabat
> pemprov.
>
> "Asisten dan deputi ngapain?"
>
> Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Agus Suradika memastikan TGUPP tidak
> tumpang-tindih dengan asisten ataupun deputi gubernur.
>
> "TGUPP tidak mewakili gubernur, tetapi hanya memberi rekomendasi dan
> masukan."
>
> Direktur Eksekutif Indonesia Budget Centre, Roy Salam, mempertanyakan
> landasan hukum anggaran yang di-alokasikan untuk TGUPP.
>
> "Jangan menghabiskan uang tapi tidak ada ouput kinerjanya. Gubernur harus
> paham anggaran kinerja. Anggaran DKI yang besar bukan untuk
> dihambur-hamburkan."
>
> Di sisi lain, Roy pun kecewa dengan melonjaknya anggaran kunjungan kerja
> (kunker) anggota DPRD DKI secara drastis dari Rp28,7 miliar menjadi Rp108
> miliar. Menurut Roy, tantangan berat Pemprov dan DPRD DKI ialah
> merencanakan anggaran berbasis kebutuhan masyarakat.
>
> "Bagaimana penyerapan tinggi kalau perencanaan tidak berbasis kebutuhan.
> Jangan karena DPRD bilang butuh lalu pemprov mengalokasikannya," ungkap Roy.
>
> Dana kunker sebesar itu digunakan untuk kebutuhan biaya transpor, hotel,
> dan uang representasi bagi 7.752 orang.
>
> Padahal, anggota DPRD beserta pimpinan hanya 106 orang.
>
> Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi mengakui kenaikan anggaran kunker itu
> berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No 190/2017 tentang Biaya Perjalanan
> Dinas Dalam dan Luar Negeri.
>
> SK itu memuat ketentuan, yakni uang harian perjalanan dinas dalam negeri
> sebesar Rp1,5 juta per orang per hari untuk gubernur, wakil gubernur,
> pimpinan dan anggota DPRD, serta pejabat eselon I dan II.
>
> Selain itu, ada biaya penginapan dalam negeri sekitar Rp400 ribu-Rp5,2
> juta per malam.
>
> Wagub DKI Sandiaga Uno berharap dengan kenaikan biaya kunker itu, anggota
> dewan memiliki komparasi atas kota metropolitan lain.
>
> "Sebagai mitra kami, mereka harus punya referensi kota-kota lain."
>
> Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo masih menunggu pembahasan TGUPP oleh
> DPRD DKI. Tjahjo tidak memungkiri akan merevisi usul itu.
>
> "Bagi Kemendagri, skala prioritas tanpa mengabaikan program Pak Anies dan
> Pak Sandi."
>
> *Tonton videonya:*
>
> 
>

Kirim email ke