Zainal Bintang Nilai Hasil Rapat DPP Golkar Hanya Menyimpan Bom Waktu
22 NOVEMBER 2017 69 VIEWS
JABARTODAY.COM- Senior Partai Golkar H Zainal Bintang menilai hasil rapat DPP 
Golkar semalam hanya menyimpan bom waktu untuk kehancuran Partai Golkar, karena 
langkah tersebut hanya untuk mewadahi kepentingan segelintir orang saja.

“Hasil rapat pleno itu rekayasa kelompok rezim Setya Novanto dan beberapa tokoh 
senior dibelakangnya untuk tetap mengangkangi kekuasaan Golkar demi kepentingan 
pribadi dan kelompok mereka. Bukan untuk bangsa,” tegas Zainal kepada redaksi, 
Rabu (22/11).

Disatu sisi, Zainal mengakui memang terlihat dari hasil rapat pleno tersebut 
bisa meredam gejolak internal. Namun, Zainal menekankan jika hal itu hanya akan 
terjadi sesaat.

“Ibarat obat bius yg bersifat sementara. Tapi luka yg menganga diantara 
internal faksi-faksi di tubuh Golkar tidak mungkin bisa sembuh,” ungkap Zainal.

Sementara dari sisi eksternal, 18 juta lebih orang yg telah memilih atau 
pemilih Golkar pada Pemilu 2014 akan migrasi ke partai politik (parpol) lain 
yang tidak atau kurang aroma korupsinya.

“Disinilah pusat titik pertempuran internal elit kader Golkar, antara kubu yang 
bersikukuh mau membangun Golkar bersih berhadapan dengan kubu yang status quo 
dan bergelimang praktik korupsi,” ketus Zainal.

Artinya, imbuh Zainal, konsolidasi semu yang dihasilkan rapat pleno Golkar 
semalam jelas mengandung bom waktu.

“Bahkan kubu Setya Novanto sedang memasang bom bunuh diri yang berpotensi 
menyingkirkan eksistensi Golkar pada Pilkada serentak 2018 dan Pemilu juga 
serentak pada 2019,” tegas Zainal.

Untuk itu, Zainal menegaskan tidak ada cara lain lagi selain perlawan dari 
kader Golkar sejati supaya masyarakat luas tahu bahwa masih ada harapan untuk 
memilih Golkar.

“Bahwa masih ada harapan mempercayai Golkar, bahwa masih ada tokoh idealis 
dalam tubuh Golkar yang Tidak akan tinggal diam untuk memperbaiki Golkar. Oleh 
karena itulah, haruskan kader Golkar idealis hanya berpangku tangan?,” demikian 
Zainal.

Sebagaimana diberitakan, rapat pleno DPP Partai Golkar, Selasa (21/11) malam 
memutuskan untuk mempertahankan Setya Novanto dari posisi Ketua DPR. Golkar 
beralasan masih menunggu proses praperadilan yang diajukan Novanto melawan 
Komisi Pemberantasan Korupsi.

Partai Golkar juga sepakat menunjuk Sekjen Idrus Marham untuk menjabat 
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar. Idrus akan menjabat pelaksana 
tugas sampai gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto diputus. (jos)

Kirim email ke