Teman-teman yb.,
Mengasyikkan juga diskusi tentang ,, musik bakat vs latihan”. Saya senang
nyanyi tapi nggak bisa memainkan satupun alat-alat musik. Bagi saya menyanyi
ini yah untuk hobby saja, terutama waktu muda suka bersama teman-teman satu
band/kumpulan orkes atau nyanyi solo diiringi piano di luar waktu-jadwal
sekolah. Isi diskusi telah banyak menuturkan kesamaannya, bagaimana bakat
dapat dimunculkan, dikembangkan dengan latihan serta kreativiteit.
Menambahkan yang digaris bawahi oleh bung Chan pada individu-individu
tertentu top. Seminggu yang lalu saya lihat acara TV Belanda ,,Podium
Witteman” yang menyiarkan khususnya musik klasik. Acara pada waktu itu
antara lain menyinggung anatomi jari jari para top- pianist. Yang diukur
adalah panjang-rentang dari ibujari sampai kelingking. Yang paling panjang
adalah milik Rachmaninoff, kemudian Lang Lang, dan selanjutnya …. aku lupa
nama-nama mereka. Ayahku,- ia main biola, pernah mengatakan bahwa seseorang
musikus kalau panjang pucuk kelingkingnya melebihi tinggi ruas kedua jari
manis, itu bisa mencapai/menekan membunyikan nada yang paling tinggi dari
snaar ke-4? – paling kurus  dan paling jauh diraih oleh rata-rata orang. Nah
begitu pula dengan pada piano jika lima jari serentak harus dimainkan pada
tuts, mudah bagi mereka yang punya jari-jari rentang panjang. Penjelasan
dari bung BHjo juga menambah pengetahuanku menghubungkan musik dengan apa
yang terjadi pada otak, acc. Ada tambahan; akhir akhir ini  telah ditemukan
pada beberapa chomosoom, misalnya bermacam tempat pada chromosoom 4
berkaitan dengan menyanyi dan persepsimusik; sejumlah tempat pada chromosoom
8q untuk “pendengaran absoluut” dan persepsimusik. Ada satu gen pada
chromosoom 12q (AVPRIA) untuk persepsimusik, memori untuk musik dan
mendengarkan musik; Ini ditulis oleh Professor Dick Swaab – mantan direktur 
“Nederlands Hersen Instituut” – instituut penyelidikan otak Belanda dalam
bukunya  “Ons Creative Brein”. Semoga bermanfaat.
Salam,
Titiek Maslam
 
Playing a musical instrument makes you brainier-2 231117
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 23, 2017 2:59 PM
To: [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Playing a musical instrument makes
you brainier
 Saya percaya dgn. fakta tsb. dibawah yaitu terjadi perubahan susunan sel2
di otak/neuroatanatomy yg."permanent":
 
"Experts said there is growing evidence that musicians have structurally and
functionally different brains compared with non-musicians - in particular,
the areas of the brain used in processing and playing music".
 
Juga pernyataan dibawah ini yaitu terjadi perubahan funksi yg. bersifat 
sementara":
 
"Recent research from academics in the US and France has found that
listening to classical music while studying can actually help students score
higher in their assessments".
 
"Canadian study at UAE study has shown that listening classical music before
an exam can boost results".
Van: 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
Datum: 11/24/17 02:13:44
Aan: [email protected];  [email protected]
Onderwerp: Re: [GELORA45] Lang Lang: 'I'd play the piano at 5am'
 

  
Anda hendak membuktikan tanpa BAKAT, seseorang bisa BERHASIL dengan
latihan-keras, seperti Frank Huang ini, ya? Bagaimana kalau saya katakan,
ini hanya PERKECUALIAN, artinya, entah puluhan ribu, bahkan jutaan orang
baru SATU INI!
 
Yang hendak saya katakan, pernyataan Lang Lang, 90% praktis, 10% bakat saja
itu TERBALIK! Konkrit berapa % saya juga tidak bisa menetapkan, tapi
setidaknya faktor BAKAT lebih menentukan dari latihan-praktis bagi seseorang
menjadi berhasil TOP, ... tentu kalau sekadar untuk berhasil dirata-rata
kebanyakan orang bisa saja dengan latihan-keras, sekalipun bakatnya bukan
disitu. Bahkan untuk banyak hal, masih dibutuhkan kondisi fisik tertentu yg
berlebih dari umumnya manusia, ... untuk menjadi juara-jura dunia! Jadi,
memang tidak semua orang bisa walaupun dipaksakan utk berlatih-praktis dalam
bidang tertentu, betapapun kerasnya utk muncul jadi juara-dunia. Tentu juga
TIDAK BISA dibalik, dengan BAKAT seseorang, tanpa latihan keras juga bisa
jadi juara dunia. Tentu saja TIDAK! Setelah ada bakat dalam diri orang itu,
ditambah dengan latihan-praktis keras, memungkinkan dia menjadi juara dunia!
Tanpa latihan keras, ... tentu saja tidak jadi apa2.
 
Salam,
ChanCT

Kirim email ke