Bung bener. Nyanyi itu juga bakat. Orang yg gak punya bakat nyanyi ya
false/pitchy terus suaranya. Latihan segimanapun gak akan jago nyanyi.
Paling2 bagus didengerin waktu lagi mandi saja sambil bersiul.

Orang main music band itu masih banyak yg bisa nyanyi sambil main
instrument.

Tetapi utk classical music gak bisa. Dari dulunya memang voice dan
instrument itu terpisah. Bach itu jagoannya. Bach ini secara umum orang
kalau meletakkan dasar/foundation yg kuat utk classical music yg belajarnya
lagu2 bach. Bach ini asalnya organist bukan pianist sudah compose lagu buat
voice/vocal music disamping instrument music. 

Susah bagi pemain instrument classical music utk bisa nyanyi. Ada yg bisa
tapi tidak akan jago.

 

Ada seorang penyanyi opera asal boston lulusan Columbia bachelor political
science dan belajar piano di juilliard school di new York sekolah music
terkenal dan belajar voice di manhattan school of music. Dia ini akhirnya
harus milih antara voice vs piano. Ibunya itu jagoannya piano di boston.
Akhirnya memang dia harus memilih diantara kedua bakat ini. Jarang sekali
bisa jago semuanya. Paling2 orang yg punya sensitifitas tinggi disegala
aspek music menjadi seorang konduktor yg memang harus ngerti semua
instrument.

 

Ada dual program music dan major lain di boston yg langka dan susah sekali
masuknya yaitu: Harvard dan NEC/new England conservatory. Juga NEC kerja
sama dengan tufts university walaupun tidak sesusah Harvard dan NEC.
Kandidat yg sudah masuk Harvard atau NEC secara terpisah tidak menjamin utk
masuk ke dual program ini. Jadi kedua sekolah ini harus menerima kandidat
secara barengan bukan terpisah.

Luar biasa susahnya masuk dual program music Harvard dan NEC ini.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 24, 2017 4:59 AM
To: Gelora45 <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Playing a musical instrument makes you brainier

 

  


 
<http://www.incredimail.com/app/?tag=display_picture_click_me_re&lang=19&ver
sion=6605328&setup_id=19000002&aff_id=102&addon=IncrediMail&upn=0c67b775-7f6
1-435a-8788-65c97b881b23&app_test_id=0> 

Teman-teman yb.,

Mengasyikkan juga diskusi tentang ,, musik bakat vs latihan". Saya senang
nyanyi tapi nggak bisa memainkan satupun alat-alat musik. Bagi saya menyanyi
ini yah untuk hobby saja, terutama waktu muda suka bersama teman-teman satu
band/kumpulan orkes atau nyanyi solo diiringi piano di luar waktu-jadwal
sekolah. Isi diskusi telah banyak menuturkan kesamaannya, bagaimana bakat
dapat dimunculkan, dikembangkan dengan latihan serta kreativiteit.
Menambahkan yang digaris bawahi oleh bung Chan pada individu-individu
tertentu top. Seminggu yang lalu saya lihat acara TV Belanda ,,Podium
Witteman" yang menyiarkan khususnya musik klasik. Acara pada waktu itu
antara lain menyinggung anatomi jari jari para top- pianist. Yang diukur
adalah panjang-rentang dari ibujari sampai kelingking. Yang paling panjang
adalah milik Rachmaninoff, kemudian Lang Lang, dan selanjutnya .. aku lupa
nama-nama mereka. Ayahku,- ia main biola, pernah mengatakan bahwa seseorang
musikus kalau panjang pucuk kelingkingnya melebihi tinggi ruas kedua jari
manis, itu bisa mencapai/menekan membunyikan nada yang paling tinggi dari
snaar ke-4? - paling kurus  dan paling jauh diraih oleh rata-rata orang. Nah
begitu pula dengan pada piano jika lima jari serentak harus dimainkan pada
tuts, mudah bagi mereka yang punya jari-jari rentang panjang. Penjelasan
dari bung BHjo juga menambah pengetahuanku menghubungkan musik dengan apa
yang terjadi pada otak, acc. Ada tambahan; akhir akhir ini  telah ditemukan
pada beberapa chomosoom, misalnya bermacam tempat pada chromosoom 4
berkaitan dengan menyanyi dan persepsimusik; sejumlah tempat pada chromosoom
8q untuk "pendengaran absoluut" dan persepsimusik. Ada satu gen pada
chromosoom 12q (AVPRIA) untuk persepsimusik, memori untuk musik dan
mendengarkan musik; Ini ditulis oleh Professor Dick Swaab - mantan direktur
"Nederlands Hersen Instituut" - instituut penyelidikan otak Belanda dalam
bukunya  "Ons Creative Brein". Semoga bermanfaat.

Salam,

Titiek Maslam

 

Playing a musical instrument makes you brainier-2 231117

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 23, 2017 2:59 PM
To:  <mailto:GELORA45@yahoogroupscom> [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Playing a musical instrument makes
you brainier

 Saya percaya dgn. fakta tsb. dibawah yaitu terjadi perubahan susunan sel2
di otak/neuroatanatomy yg."permanent":

 

"Experts said there is growing evidence that musicians have structurally and
functionally different brains compared with non-musicians - in particular,
the areas of the brain used in processing and playing music".

 

Juga pernyataan dibawah ini yaitu terjadi perubahan funksi yg. bersifat
"sementara":

 

"Recent research from academics in the US and France has found that
listening to classical music while studying can actually help students score
higher in their assessments".

 

"Canadian study at UAE study has shown that listening classical music before
an exam can boost results".


Van:  <mailto:[email protected]> 'Chan CT' [email protected]
[GELORA45]

Datum: 11/24/17 02:13:44

Aan:  <mailto:[email protected]> [email protected];
<mailto:[email protected]> [email protected]

Onderwerp: Re: [GELORA45] Lang Lang: 'I'd play the piano at 5am'

 

                        

  

Anda hendak membuktikan tanpa BAKAT, seseorang bisa BERHASIL dengan
latihan-keras, seperti Frank Huang ini, ya? Bagaimana kalau saya katakan,
ini hanya PERKECUALIAN, artinya, entah puluhan ribu, bahkan jutaan orang
baru SATU INI!

 

Yang hendak saya katakan, pernyataan Lang Lang, 90% praktis, 10% bakat saja
itu TERBALIK! Konkrit berapa % saya juga tidak bisa menetapkan, tapi
setidaknya faktor BAKAT lebih menentukan dari latihan-praktis bagi seseorang
menjadi berhasil TOP, ... tentu kalau sekadar untuk berhasil dirata-rata
kebanyakan orang bisa saja dengan latihan-keras, sekalipun bakatnya bukan
disitu. Bahkan untuk banyak hal, masih dibutuhkan kondisi fisik tertentu yg
berlebih dari umumnya manusia, ... untuk menjadi juara-jura dunia! Jadi,
memang tidak semua orang bisa walaupun dipaksakan utk berlatih-praktis dalam
bidang tertentu, betapapun kerasnya utk muncul jadi juara-dunia. Tentu juga
TIDAK BISA dibalik, dengan BAKAT seseorang, tanpa latihan keras juga bisa
jadi juara dunia. Tentu saja TIDAK! Setelah ada bakat dalam diri orang itu,
ditambah dengan latihan-praktis keras, memungkinkan dia menjadi juara dunia!
Tanpa latihan keras, ... tentu saja tidak jadi apa2.

 

Salam,

ChanCT


                

 
<http://www.incredimail.com/app/?tag=IM2_Default_Stamp_NL&id=519&lang=19&did
=10500&ppd=2679,201106231034,1125,1,748381452807962623&rui=153871828&app_tes
t_id=0&sd=20171124> 



Kirim email ke