Dengan kalimat susulan anda "Bagaimana kalau saya katakan, ini hanya
PERKECUALIAN, artinya, entah puluhan ribu, bahkan jutaan orang baru SATU INI!"
bukankah itu menunjukkan anda menggunakan kalimat tanya tak bertanya. Atau
mungkin anda yang perlu belajar menulis.
Dari sudut kedokteran apa yang menunjukkan bakat lebih menentukan dari latihan?
Bisakah anda memberi referensi atau setidaknya kutipan.
On Friday, November 24, 2017, 4:22:39 PM PST, Chan CT
<[email protected]> wrote:
Hahahaa, ... entah bagaimana pengertian bung dalam menangkap kalimat TANDA
TANYA: “Anda hendak membuktikan tanpa BAKAT, seseorang bisa BERHASIL dengan
latihan-keras, seperti Frank Huang ini, ya?” Disini nampak sangat jelas, bung
sangat LEMAH dalam menangkap pengertian talisan orang lain dengan baik! Saya
yang mengatakan Frank Huang tidak berbakat tapi berhasil, atau maksudnya bung
yang hendak membuktikan sekalipun Frank Huang bakatnya hanya 10%, tapi berhasil
dengan latihan keras? Bukankah diskusi ini berawal dari pernyataan Lang Lang
bisa menjadi pianis tenar dengan 90% latihan keras dan bakat cukup 10% saja!?
Sedang saya SETUJUUUU pendapat bung Jo, yang meninjaunya dari sudut kedokteran,
BAKAT leb ih MENENTUKAN bagi seseorang BERHASIL menjadi TOP juara dunia dalam
profesinya! Artinya BAKAT lebih menentukan ketimbang praktis-LATIHAN! TANPA
BAKAT yg lebih dari umumnya, entah berapa %, bagaimanapun latihan keras, dia
tidak akan berhasil menjadi juara-dunia! Sekalipun mungkin saja dia bisa jadi
pemain cukup baik diatas rata-rata saja, ... tentu juga tidak bisa dibalik,
betapapun baik bakatnya, kalau dia tidak berlatih keras, yaa tentu saja TIDAK
jadi apa2! Salam,ChanCT From: [email protected] [GELORA45] Sent:
Friday, November 24, 2017 3:02 PMTo: [email protected] Subject: Re:
[GELORA45] Lang Lang: 'I'd play the piano at 5am'
Dari kata2 anda sendiri ini "Anda hendak membuktikan tanpa BAKAT, seseorang
bisa BERHASIL dengan latihan-keras, seperti Frank Huang ini, ya? Bagaimana
kalau saya katakan, ini hanya PERKECUALIAN, artinya, entah puluhan ribu, bahkan
jutaan orang baru SATU INI!" yang mengesankan anda menganggap Frank Huang tanpa
bakat. 90% practice 10% talent itu kata2 Lang Lang, dan saya rasa beliau telah
membuktikan dgn dirinya sendiri betapa sewaktu kecil (umur 9th?) ditolak masuk
sekolah musik karena tidak berbakat dan dengan dedikasi tinggi, latihan keras
tanpa menyerah, dan determination membuat beliau sukses. Trait yg ditunjukkan
Lang Lang saya rasa mirip dengan GRIT yang di-coin-kan Dr. Angela Lee Duckworth
yang didefinisikan "perseverance and passion for long-term goals" dan GRIT
inilah yang menjadi driver seseorang menjadi sukses lebih dari talent.
Lagipula piano sendiri walaupun sudah ratusan tahun lamanya tetapi toh
diciptakan manusia juga, bagaimana mungkin dikatakan begitu lahir tanpa latihan
langsung menguasai begitu saja (bakat), bukankah sebagaimana ciptaan manusia yg
lain lagi perlu belajar untuk memainkannya. Katakanlah seperti belajar
mengemudikan mobil, memang benar ada orang2 yg lebih cepat bisa tetapi toh
semua orang (dgn sedikit perkecualian) bisa juga belajar nyetir mobil. Setelah
bisa nyetir apalah beda antara yg bisa belajar nyetir lebih cepat atau yg lebih
lama, sama sekali tidak significant.
Kita lihat satu2 skill dalam classical piano, sight reading yaitu membaca sheet
music dan terus memainkannya. Ini adalah suatu "learned skill" yang bisa
dipelajari siapa saja sama saja dgn membaca dan menulis yang bisa dipelajarin
siapa saja. Demikian play by ear ataupun perfect/absolute pitch yang bisa
dilatih, berbagai technic juga bisa dikuasai dgn latihan.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Lalu, ... darimana anda bisa menyimpulkan bahwa saya mau b ilang “Frank Huang
tanpa bakat?” Bagaimana pula anda bisa membuktikan pernyataan 90% praktis dan
bakat cukup 10% saja??? From: Jonathan GoeijSent: Friday, November 24, 2017
11:50 AMTo: [email protected] ; Chan CTSubject: Re: [GELORA45] Lang
Lang: 'I'd play the piano at 5am' Apakah bung Chan mau bilang Frank Huang tanpa
bakat? ha ha ha apa tidak takut si kepala besar otak udang kebakaran jenggot?
Jangan begitu, jadi Concertmaster NY Philharmonic itu suatu achievement yg
hebat juga dgn gaji jauh diatas US President. Lang Lang itu pernah disuruh
pulang sama seorang professor di Central Conservatory of Music (中央音樂學院) di
Beijing di tolak mentah2 waktu ngelamar masuk sekolahan itu dikatakan tidak
berbakat. Bayangkan, bukankah seorang professor yg menentukan apakah seseorang
bisa masuk diterima jadi murid itu secara umum tentu mempunyai kejelian yang
tinggi bisa melihat apakah seorang anak itu berbakat atau tidak. Dan menurut
judgement beliau Lang Lang itu tidak berbakat. Bagusnya kemudian si Lang Lang
dgn support keluarga dan teman2 bisa bangkit lagi dari keputusasaan dan dengan
latihan sedemikian beratnya pada akhirnya membuktikan dirinya menjadi salah
satu pianist top dunia saat ini. Makanya saya tanya apakah saat ini sang
professor itu juga masih menganggap Lang Lang tidak berbakat? ya tidak tahulah
tetapi yang pasti pendapat sang professor itu sudah tidak penting lagi, dunia
sudah mengakui dengan jelas sekali. Makanya saya bilang jangan terpaku dgn
bakat dan cepat2 men-judge seseorang tidak berbakat begitu saja tidak perlu
diajarin, lagipula darimana tahunya kalau anak itu berbakat atau tidak? Yg bisa
dilihat adalah MINAT anak itu. On Thursday, November 23, 2017, 5:13:36 PM PST,
Chan CT <sadar@...> wrote: Anda hendak membuktikan tanpa BAKAT, seseorang bisa
BERHASIL dengan latihan-keras, seperti Frank Huang ini, ya? Bagaimana kalau
saya katakan, ini hanya PERKECUALIAN, artinya, entah puluhan ribu, bahkan
jutaan orang baru SATU INI! Yang hendak saya katakan, pernyataan Lang Lang, 90%
praktis, 10% bakat saja itu TERBALIK! Konkrit berapa % saya juga tidak bisa
menetapkan, tapi setidaknya faktor BAKAT lebih menentukan dari latihan-praktis
bagi seseorang menjadi berhasil TOP, ... tentu kalau sekadar untuk berhasil
dirata-rata kebanyakan orang bisa saja dengan latihan-keras, sekalipun bakatnya
bukan disitu. Bahkan untuk banyak hal, masih dibutuhkan kondisi fisik tertentu
yg berlebih dari umumnya manusia, ... untuk menjadi juara-jura dunia! Jadi,
memang tidak semua orang bisa walaupun dipaksakan utk berlatih-praktis dalam
bidang tertentu, betapapun kerasnya utk muncul jadi juara-dunia. Tentu juga
TIDAK BISA dibalik, dengan BAKAT seseorang, tanpa latihan keras juga bisa jadi
juara dunia. Tentu saja TIDAK! Setelah ada bakat dalam diri orang itu, ditambah
dengan latihan-praktis keras, memungkinkan dia menjadi juara dunia! Tanpa
latihan keras, ... tentu saja tidak jadi apa2. Salam,ChanCT From:
jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: Friday, November 24, 2017 1:51 AMTo:
[email protected]: RE: [GELORA45] Lang Lang: 'I'd play the piano
at 5am'
Ini yg dikatakan Frank Huang, memang waktu kecil Frank tidak suka "dipaksa"
latihan oleh mamanya tetapi saat ini berbeda beliau bisa melihat dan menghargai
yg dilakukan mamanya. Practice makes perfect.
“My mom would always tell me, ‘Some day you will appreciate that you are
practicing a lot,' ” he said. “Now it's true.”
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Gobloknya bener2 minta ampun!
Tulisan ane yg mana yg mengatakan ane = Mozart = Beethoven? Mau fitnah ya?!
Siapa yg bilang frank huang latihan berjam2 dipaksa mamanya?
Siapa yg bilang frank huang tidak latihan berjam2 dipaksa mamanya?
Wong mamanya itu suka suruh frank huang practice tetapi frank huang kesel krn
kalau lagi tidak mood, dia gak bisa practice. Makanya dia bilang: saya tidak
suka practice.
Waktu kecil krn mamanya guru biola ya nurut lah dia practice. Setelah agak
gede, dia mulai kesel disuruh practice. Dia sudah main solo sama Houston youth
symphony sekitar 10tahun. Itu artinya dia ada bakat. Ketika orang punya bakat
segini, practice itu menjadi mandatory tetapi tidak bisa dipaksa.
Otak orang art termasuk music bukan structural dan bisa dipaksa2 utk practice
sekian jam sehari misalnya. Goblok!!!!
Mereka ada waktu, mood, inspirasi dalam practice. Apalagi sekarang dia sbg
professional, dia harus practice utk main lagu goblok!
Bukannya frank huang tidak perlu practice goblok!
Betul2 goblok! Baca saja ndak bisa.
Terus mau ngeyel. Seakan2 practice pasti bisa jago. Makanya anak2 harus dipaksa
practice!
Ayo terus ngeyel, biar orang2 semakin tahu ente itu memang luar biasa gobloknya!
Ironisnya orang goblok panggil orang lain goblok!
Kalau bukan goblok kan gak akan begini?!
Kan memang ini membuktikan ente itu betul2 goblok!
Nesare
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, November 22, 2017 2:18 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lang Lang: 'I'd play the piano at 5am'
Anda itu baru ngomong berapa menit yang lalu terus disangkal sendiri, ha ha ha.
Juga kepala besarnya minta ampun sekarang menyamakan/menyetarakan diri dengan
Beethoven Mozart dll itu. Rasanya mau ketawa sampe mules, ha ha ha ha ha ha
ha.........
Anda juga ngasih contoh kurang pas, Frank Huang itu latihan ber-jam2 tiap hari
gara2 "dipaksa" mamanya. Makanya pada akhirnya bisa jadi violin yang mumpuni
dan jadi concert master. Apa yang dilakukan mama Frank Huang itu khan pada
dasarnya sama dengan yg dilakukan BH Jo "memaksa" putrinya latihan piano dan
diterima masuk ke Harvard karenanya, dan juga yang saya lakukan "memaksa" anak2
latihan rutin setiap hari.
---
Kutipan berita:
“I was a very outdoorsy kind of kid,” he recalled in a recent interview. “I
loved sports, and violin doesn't go very well with any of that stuff,
especially basketball, which was my favorite, because you can jam your fingers
and get hurt.”
Even though playing the violin put a damper on his court game, Huang stuck with
the daily hours of practice, partly at the urging of his mother, a violinist
and his first teacher.
“Gradually, over the years, when I learned more and more about how to get a
good sound, when it wasn't horrible to hear myself, it got a little easier,”
Huang said with a laugh.
Frank Huang's the new violinist in town
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Frank Huang's the new violinist in town
Even though playing the violin put a damper on his court game, Huang stuck with
the daily hours of practice, par...
|
|
|
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Gimana bisa gak tahu anak berbakat atau tidak?
Goblok atau apa pendapat ini?
Siapa yg bilang principal ente itu bilang bakat penting atau tidak?
Gak ada yg bilang dan persoalkan ini.
Yg ane persoalkan adalah ketika anak2 dipaksa utk belajar music krn music bisa
bikin orang pinter!
Juga siapa yg bilang practice tidak perlu?!
Ente bisa baca ndak?
Oh ente mau bilang principal ente bener dan hebat krn dia setuju dgn pendapat
ente bahwa practice makes perfect atau practice harus dipaksakan buat anak2
belajar music biar pinter, begitu?!!
Ya jelas ente dan principal ente salah besar dan itu goblok namanya!
Hebatnya apa principal ente itu dibandingkan concertmaster new York
philharmonic frank huang yg dulunya adalah concertmaster Houston symphony?
Jangan sembunyi diketiak principalnya donk?
Jelas principalnya orang dagang yg jualan music. Gimana bisa dibandingkan dgn
frank huang yg adalah concertmaster ulung?!
Gobloknya minta ampun sampai2 ambil kesimpulan: practice tidak perlu?!
Ane narcist? Emangnya ente tahu ane gak ngerti classical music? Koq bisa2nya
membanding2kan ane narcist vs principal ente yg hebat??!!
Beethoven itu juga waktu kecilnya begok tahu ndak?
Emangnya ente pikir pemusik jago2 itu semuanya pinter?
Alamak mana bisa Beethoven tanding badminton sama rudi hartono!
Pinter siapa maen bulu tangkis?
Jagoan ente di Vatican Paus itu emangnya lebih pinter main pingpong lawan
Waldner?
Koq bisa2nya ente condemn professor Angry? Nama sekolah nya bukan Conservatory
of Music tetapi: Central Conservatory of Music yg prestisius di Beijing? Ente
tahu ndak ceriteranya gimana? Emangnya professor di Beijing itu begitu
gobloknya gak bisa lihat siapa lang lang?
Bener2 goblok ente ini! sudah keterlaluan gobloknya! Koq bisa seorang pengajar
di Central Conservatory of Music Beijing gak bisa lihat bakat lang lang?! Prof.
Anger itu bilang begitu krn itu masalah tidak cocok. Prof. anger gak suka sama
lang lang makanya dia difired even sebelum masuk conservatory nya. Jadi belum
masuk conservatory! Kalau sudah masuk itu lain perkara. Ngerti ndak orang bisa
masuk di conservatory music itu gimana? Gimana prosesnya?