----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In <[email protected]>Terkirim: Minggu, 26 November 2017 02.01.25 GMT+1Judul: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Sandiaga Uno Buka Sayembara Ganti Program Ahok, Hadiahnya? ---- Sandiaga Uno Salah Sebut, Program Kesehatan Ahok Jadi Korban
From: Awind [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, November 26, 2017 7:32 AM https://metro.tempo.co/read/1036928/sandiaga-uno-buka-sayembara-ganti-program-ahok-hadiahnya Sandiaga Uno Buka Sayembara Ganti Program Ahok, Hadiahnya? Reporter: Larissa Huda Editor: Jobpie Sugiharto Sabtu, 25 November 2017 13:53 WIB Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) meninjau venue Aquatics Stadium di Gelora Bung Karno, Jakarta, 12 November 2017. Peninjauan ini untuk melihat persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin mengganti nama program kesehatan era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan yang lebih simpel dan mudah diingat. Program era Ahok itu bernama Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH). Nama tersebut, menurut Sandiaga, tidak akrab didengar masyarakat lantaran terlalu rumit. Sandiaga bahkan sampai salah sebut menjadi PKDLH. "Banyak yang bilang sama saya, program itu bagus, tapi susah diucapkan," katanya di Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 November 2017, di sela acara peringatan Jari Kesehatan Nasional. "Jadi perlu dicari catchy word-nya." Sandiaga membandingkan dengan programnya yang disebutnya mudah disebut dan diingat masyarakat, seperti One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) atau One Karcis One Trip (OK Otrip). Dia juga menyebutkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) buatan pemerintah pusat yang juga mudah diingat publik. "Kami mesti cari. Kami sayembarain sajalah apa yang bagus," ucapnya. Namun Sandiaga tak menerangkan kapan sayembara itu diluncurkan dan apa hadiahnya. Sandiaga Uno memastikan program tersebut tidak akan dihentikan seiring dengan penggantian nama program. Menurut dia, program besutan Ahok itu membawa dampak positif bagi masyarakat. =============== https://metro.tempo.co/read/1036892/sandiaga-uno-salah-sebut-program-kesehatan-ahok-jadi-korban Sandiaga Uno Salah Sebut, Program Kesehatan Ahok Jadi Korban Reporter: Larissa Huda Editor: Jobpie Sugiharto Sabtu, 25 November 2017 11:13 WIB Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 November 2017. FOTO: TEMPO/Larissa TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memuji program kesehatan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati yang pernah dijalankan gubernur terdahulu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Apresiasi tersebut disampaikannya ketika menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. hari ini, Minggu, 25 November 2017. Peringatan HKN 2017 memasang tema Sehat Keluargaku Sehat Jakartaku Menuju Generasi Emas. Bahkan, menurut dia, program yang baik harus terus dilanjutkan di masa kepemimpinannya. Namun, Sandiaga Uno melancarkan kritik terhadap program Ahok tersebut. Dia berpendapat, nama program Ahok yang disingkat KPLDH itu tidak akrab didengar masyarakat lantaran terlalu rumit. Sandiaga pun sempat salah menyebutnya menjadi PKDLH. Dia lantas meminta Kepala Dinas Kesehatan mengubah nama program KPLDH agar lebih mudah diingat. "Perlu buat branding yang bagus buat Ketuk Pintu Layani Dengan Hati. Cari branding yang bagus. Betul?" ujarnya. Membandingkan dengan nama program Ahok, Sandiaga Uno mencontohkan sejumlah programnya yang mudah disebut dan diingat oleh masyarakat. Dia menyebut One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK OCE) atau One Karcis One Trip (OK Otrip). "Ketuk Pintu itu kita ganti saja brandingnya, mungkin tok-tok atau apa begitu yang gampang. Tok-tok, OK Tok, OK Ocare, gampang gitu," ucapnya. Sandiaga Uno mengatakan masyarakat jangan takut bahwa program tersebut akan dihentikan seiring dengan penggantian nama. Menurut dia, program besutan Ahok itu membawa dampak positif bagi masyarakat namun lebih baik lagi jika program tersebut memiliki branding yang kuat.
