Van: [email protected]
Datum: 27-11-2017 11:45:48
Aan: [email protected]
Onderwerp: Re: Playing a musical instrument makes you brainier
 
Bung Jo yb.,
Terimakasih tambahan infonya. Benar bung dalam hal permusikan ini seperti
bung bilang bakat adalah penting. Tidak berarti latihan tidak penting. Hanya
berapa prosen bakat dibanding latihan, apa yang disebutkan Lang-lang memang
terbalik, yah tidak setimpang itu. Apa yang dinyatakan oleh penyidik otak
Dick Swaab adalah bahwa bakat lebih penting, menduduki dua pertiga dan
latihan sepertiga; sekali lagi ulangan setuju dengan bung. Sedikit
pengalaman saya, mengikuti kumpulan orkes amateur. Ketika latihan satu
instrument, satu teman katakanlah A cepat menguasai memainkan, sedang yang
satu lainnya si B tidak. Dalam latihan berkali-kali susah banget si B ini
main dengan benar, sudah sampai keluar keringatpun ia tetap saja nggak bisa.
Humor teman-teman, wah jari jarimu itu lho gede-gede banget, nggak bisa
pejet yang bener. Ya mesti ikuti iramanya, yah ganti ganti temponya,
greepnya, yah seluruh partituurnya; belum lagi nanti  kalau sudah mau
tayangan publik, tegang syaraf, demam panggung, adhuuh bisa bubrah. Tentu
jauh sekali atau boleh dibilang yah jangan dibandingkan dengan yang
berpendidikan conservatorium. Kemarin melihat lagi Podium Witteman dengan
grup pemain pemain musik muda conservatorium bernama "DNA fuse". Isinya
improvisasi musik. Hadir dan main bersama dengan Didier Lockwood.  Wouw,
hasil improvisasinyanya "klasikal modern musik" menakjubkan. 
 
salam,
 
Titiek Maslam
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: [email protected] [GELORA45]
Datum: 27-11-2017 06:34:02
Aan: [email protected]
Onderwerp: Re: Playing a musical instrument makes you brainier
 
Saya lampirkan artikel dgn. judul "The genetic basis of music ability" utk.
menambahi dari tulisan dari bu Titiek.


https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4073543/


Didalam inti sel (cell nucleus) ada 46 chromosome dimana setiap chromosome
terdiri dari kira-kira 20 ribu gen (genes; building blocks dari genes adalah
DNA). Manusia/ras/individu berbeda satu dgn. lain karena adanya "gen/genes"
yg. berlainan. Sedangkan anak2 dari orang tua yg. sama juga berlainan
(kecuali dari anak kembar dari satu telur), ya karena gen-nya sedikit
berlainan. Bakat tertentu adalah asalnya dari gen. Misalnya, Mozart bisa
menjadi akhli/jenius dari musik klasik atau Einstein bisa menjadi jenius
dibidang fisika karena ada bakat mereka yang asalnya dari gen mereka. Lang
Lang adalah seorang akhli piano dibidang musik klasik walaupun tentunya
tidak sehebat/sekelas seperti Mozart. Tetapi keakhlian Lang Lang juga
dikarenakan oleh bakatnya. Tidak setiap anak/orang bisa mencapai ke akhlian
seperti Lang Lang apalagi seperti Mozart walaupun dipaksa utk. bermain piano
16 jam sehari. Praktek cuma bisa memperbaiki ke akhlian tetapi sampai taraf
tertentu dan tidak bisa mencapai taraf setinggi seperti anak/orang yg.
mempunyai bakat dan berpraktek dalam waktu yg. sama. Jadi omongan Lang Lang
bahwa dia mempunyai bakat 10% dan 90% praktek yg. membuat dia menjadi akhli
adalah ngawur dan salah kaprah dan boleh dibilang stupid. Juga slogan
politik bahwa "we are created equal" sebetulnya tidak benar di lihat dari
sudut genetik.


Salam,
BH Jo

Kirim email ke