BNPB: Sudah Tampak Ada Potensi LetusanBesar 
Gunung Agung KRISTIAN ERDIANTOKompas.com - 27/11/2017,12:52 WIB JAKARTA, 
KOMPAS.com — Kepala PusatData Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan 
Bencana Sutopo PurwoNugroho mengatakan, tingkat erupsi Gunung Agung saat ini 
meningkat dari fasefreatik ke magmatik semenjak sinar api di puncak teramati 
pada Sabtu(25/11/2017) pukul 21.00 WITA. Kepulan abu yang menerus, 
kadang-kadangdisertai erupsi eksplosif, dan suara dentuman lemah terdengar 
sampai jarak 12kilometer dari puncak serta sinar api yang semakin sering 
teramati pada malamberikutnya menjadi penanda potensi letusan yang lebih besar 
akan segeraterjadi. "Pos pengamatan Gunung Agung diKecamatan Rendang, Kabupaten 
Karangasem, melaporkan, secara visual gunungjelas. Asap kawah bertekanan sedang 
teramati berwarna kelabu dengan intensitastebal dan tinggi 2.500-3.000 meter di 
atas puncak kawah," kata Sutopo saatmemberikan keterangan di ruang Pusdalops, 
Graha Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin 
(27/11/2017). "Sampai hari ini, erupsi fasemagmatik disertai kepulan abu tebal 
menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400meter dari puncak," ia melanjutkan. Oleh 
karena itu, kata Sutopo, PusatVulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) 
menaikkan status Gunung Agungdari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) 
terhitung sejak Senin 27/11/2017pukul 06:00 WITA. Hal tersebut untuk 
mengantisipasi segalakemungkinan dan risiko bencana akibat erupsi gunung yang 
terus meningkat. "Status Awas adalah status tertinggidalam status gunung api," 
ujar Sutopo. BNPB mengimbau masyarakat di sekitarGunung Agung dan wisatawan 
untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zonaperkiraan bahaya, yakni di dalam 
area kawah Gunung Agung dan di seluruh areadalam radius 8 kilometer dari kawah 
gunung dan perluasan sektoral ke arahutara, timur laut, tenggara, selatan, dan 
barat daya sejauh 10 kilometer. "Zona perkiraan bahaya sifatnyadinamis dan 
terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikutiperkembangan data 
pengamatan Gunung Agung yang paling aktual," kataSutopo.
Menurut Sutopo, BNPB telahmengoordinasikan potensi nasional dari TNI, Polri, 
Basarnas, Kementerian PUPR,Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, 
Kementerian Perhubungan, BUMN, danlainnya untuk mendampingi pemerintah daerah 
dalam penanganan erupsi GunungAgung. Posko Pendampingan Nasional 
telahdiaktivasi di Kabupaten Karangasem. BPBD bersama unsur lainnya terus 
melakukanpenanganan darurat erupsi Gunung Agung. Penulis : Kristian 
ErdiantoEditor : Diamanty Meiliana

Kirim email ke