https://www.antaranews.com/berita/667578/keseriusan-presiden-bangun-papua-diapresiasi-masyarakat
Keseriusan Presiden bangun Papua diapresiasi masyarakat
Senin, 27 November 2017 23:45 WIB
Presiden Joko Widodo . (ANTARA /Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Keseriusan Presiden Jokowi membangun berbagai
infrastruktur di Papua mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan
masyarakat dan politisi, namun upaya itu perlu didukung peran media
massa dan media sosial dalam membangun optimisme dan nasionalisme.
Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar
mengatakan, di Jakarta, Senin, mengatakan, masifnya pembangunan
infrastruktur di Papua menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintahan
Jokowi memajukan Papua.
Bobby mencontohkan pembangunan jalan trans papua yang menghubungkan
Papua dan Papua Barat, jembatan, bandara, bendungan.
"Memang dulu partai saya tidak mendukung Jokowi pada 2014, namun kita
harus mengakui, untuk Papua sudah banyak sekali yang dilakukan
Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sampai sekarang sudah enam kali Jokowi
berkunjung ke Papua. Dana yang diberikan Pemerintah Pusat ke Papua juga
sangat besar," kata Bobby Adhityo dalam diskusi di Gedung Dewan Pers,
Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Diskusi ini diadakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan
tema: Peran Media Dalam Membangun Optimisme Dan Nasionalisme Papua.
Selain Bobby Adhityo, hadir juga sebagai narasumber peneliti senior LIPI
(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Adriana Elisabeth dan Direktur
Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria.
Sebelum menyampaikan materinya, Adriana Elisabeth menanyakan kepada 93
peserta diskusi yang hadir, siapa diantara kalian yang sudah membaca
peta Papua, ia kemudian menyarankan agar generasi muda lebih giat
membaca dan mencari informasi terkait Papua, dengan tidak hanya membaca
berita tapi juga buku dan dokumen.
"Kita harus memahami sejarah Papua, tanpa itu kita tidak bisa bicara
tentang Papua. Mereka di Papua adalah saudara-saudara kita, bukan orang
lain. Kita dari LIPI mengusulkan dialog nasional terkait Papua,
tujuannya agar kita saling memahami, tentunya kita ingin Papua selamanya
dalam NKRI," ujar Adriana Elisabeth.
Sebenarnya kata Adriana, Presiden Jokowi sudah menunjuk tiga orang yang
diamanahkan untuk memfasilitasi dialog. "Jadi sudah ada kemajuan,
tinggal ini dimaksimalkan. Ini sebuah kemajuan, jadi selain pembangunan
infrastruktur yang memang patut kita apresiasi, jalur dialogpun sudah
ditempuh pemerintah," katanya.
Terkait peran media, Adriana Elisabeth memaparkan bahwa LIPI bersama
bersama dewan pers terus berkoordinasi, rencananya pada 18 Desember 2017
kita ada agenda bersama.
"Media jelas memiliki peran penting dalam membangun Papua, karena itu
sekecil apapun pembangunan di Papua sudah sewajarnya diangkat oleh
media. Kelebihan dan kekurangan perlu diberitakan agar menjadi
perbaikan," ucap Adriana.
Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi,
Hariqo Wibawa Satria mengatakan, pesan bahwa Jokowi serius membangun
Papua telah sampai kepada orang-orang yang menyuarakan Papua merdeka.
Oleh karenanya, sudah banyak yang kembali ke NKRI, meski masih ada
beberapa yang menyuarakan kemerdekaan. Kepada mereka ini, harus sabar
dengan terus memberikan fakta-fakta dan menunjukan niat baik yang tulus.
Hariqo juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai kerja
nyata Pemerintah di Papua dan harapan masyarakat Papua. Tinggal sekarang
bagaimana fakta-fakta tersebut didistribusikan lebih strategis.
"Media harus diapresiasi, karena cukup berimbang, kalau ada yang bilang
media hanya mengutip TNI, Polisi atau Pemerintah saya kira kurang
membaca. Karena satu dan dua hal kita tidak boleh menggeneralisasi,"
kata Hariqo.
Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017
* TAGS:
* presiden jokowi <https://www.antaranews.com/tag/presiden-jokowi>