----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 28 November 2017 01.09.27 
GMT+1Judul: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Keseriusan Presiden bangun Papua 
diapresiasi masyarakat
     

  From: Awind [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, November 28, 2017 
7:18 AM  


 

https://www.antaranews.com/berita/667578/keseriusan-presiden-bangun-papua-diapresiasi-masyarakat

 
Keseriusan Presiden bangun Papua diapresiasi masyarakat

 Senin, 27 November 2017 23:45 WIB
 
Presiden Joko Widodo . (ANTARA /Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Keseriusan Presiden Jokowi membangun berbagai 
infrastruktur di Papua mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat 
dan politisi, namun upaya itu perlu didukung peran media massa dan media sosial 
dalam membangun optimisme dan nasionalisme.

Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar mengatakan, 
di Jakarta, Senin, mengatakan, masifnya pembangunan infrastruktur di Papua 
menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintahan Jokowi memajukan Papua. 

Bobby mencontohkan pembangunan jalan trans papua yang menghubungkan Papua dan 
Papua Barat, jembatan, bandara, bendungan.

"Memang dulu partai saya tidak mendukung Jokowi pada 2014, namun kita harus 
mengakui, untuk Papua sudah banyak sekali yang dilakukan Pemerintahan 
Jokowi-Jusuf Kalla. Sampai sekarang sudah enam kali Jokowi berkunjung ke Papua. 
Dana yang diberikan Pemerintah Pusat ke Papua juga sangat besar," kata Bobby 
Adhityo dalam diskusi di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Diskusi ini diadakan Social Media for Civic Education (SMCE) dengan tema: Peran 
Media Dalam Membangun Optimisme Dan Nasionalisme Papua. Selain Bobby Adhityo, 
hadir juga sebagai narasumber peneliti senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia), Adriana Elisabeth dan Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo 
Wibawa Satria.

Sebelum menyampaikan materinya, Adriana Elisabeth menanyakan kepada 93 peserta 
diskusi yang hadir, siapa diantara kalian yang sudah membaca peta Papua, ia 
kemudian menyarankan agar generasi muda lebih giat membaca dan mencari 
informasi terkait Papua, dengan tidak hanya membaca berita tapi juga buku dan 
dokumen.

"Kita harus memahami sejarah Papua, tanpa itu kita tidak bisa bicara tentang 
Papua. Mereka di Papua adalah saudara-saudara kita, bukan orang lain. Kita dari 
LIPI mengusulkan dialog nasional terkait Papua, tujuannya agar kita saling 
memahami, tentunya kita ingin Papua selamanya dalam NKRI," ujar Adriana 
Elisabeth. 

Sebenarnya kata Adriana, Presiden Jokowi sudah menunjuk tiga orang yang 
diamanahkan untuk memfasilitasi dialog. "Jadi sudah ada kemajuan, tinggal ini 
dimaksimalkan. Ini sebuah kemajuan, jadi selain pembangunan infrastruktur yang 
memang patut kita apresiasi, jalur dialogpun sudah ditempuh pemerintah," 
katanya. 

Terkait peran media, Adriana Elisabeth memaparkan bahwa LIPI bersama bersama 
dewan pers terus berkoordinasi, rencananya pada 18 Desember 2017 kita ada 
agenda bersama. 

"Media jelas memiliki peran penting dalam membangun Papua, karena itu sekecil 
apapun pembangunan di Papua sudah sewajarnya diangkat oleh media. Kelebihan dan 
kekurangan perlu diberitakan agar menjadi perbaikan," ucap Adriana.

Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo 
Wibawa Satria mengatakan, pesan bahwa Jokowi serius membangun Papua telah 
sampai kepada orang-orang yang menyuarakan Papua merdeka. 

Oleh karenanya, sudah banyak yang kembali ke NKRI, meski masih ada beberapa 
yang menyuarakan kemerdekaan. Kepada mereka ini, harus sabar dengan terus 
memberikan fakta-fakta dan menunjukan niat baik yang tulus. 

Hariqo juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan berbagai kerja nyata 
Pemerintah di Papua dan harapan masyarakat Papua. Tinggal sekarang bagaimana 
fakta-fakta tersebut didistribusikan lebih strategis. 

"Media harus diapresiasi, karena cukup berimbang, kalau ada yang bilang media 
hanya mengutip TNI, Polisi atau Pemerintah saya kira kurang membaca. Karena 
satu dan dua hal kita tidak boleh menggeneralisasi," kata Hariqo. 

Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017
   
   - TAGS: 
   - presiden jokowi 






    

Kirim email ke