https://www.antaranews.com/berita/667656/pertamina-teken-akta-pendirian-perusahaan-patungan-dengan-perusahaan-rusia
Pertamina teken akta pendirian perusahaan patungan dengan perusahaan Rusia
Selasa, 28 November 2017 12:37 WIB
Arsip Foto. Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang
RU IV Lomanis, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (21/2/2017).(ANTARA/Idhad
Zakaria)
Jakarta (ANTARA News) - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT
Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan afiliasi perusahaan migas
Rusia Rosneft Oil Company, Petrol Complex PTE LTD, menandatangani akta
pendirian perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan
Petrokimia (PRPP).
Menurut siaran pers perusahaan, penandatanganan akta pendirian
perusahaan itu dilakukan di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BPKM) dengan memanfaatkan layanan prioritas yang dilakukan oleh Tim
Layanan Izin Investasi 3 Jam - Pelayanan Terpadu Satu Pintu (II3J PTSP)
Pusat di BKPM, Jakarta, Selasa.
Perusahaan patungan ini akan membangun dan mengoperasikan kilang minyak
baru yang terintegrasi dengan Kompleks Petrokimia (/New Grass Root
Refinery and Petrochemial//NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Direktur KPI Achmad Fathoni Mahmud mengatakan untuk membangun NGRR Tuban
yang direncanakan berkapasitas 300 ribu barel per hari itu kedua
perusahaan sudah menyepakati komposisi saham perusahaan patungan PRPP
terdiri atas 55 persen saham untuk Pertamina dan sisanya 45 persen untuk
Rosneft.
Proyek NGRR Tuban, menurut dia, akan memberikan manfaat besar baik
ekonomi maupun sosial bagi bangsa dan negara ke depan.
"Proyek ini akan meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi dengan
meningkatkan produksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro
V. Kilang juga akan menghasilkan produk baru petrokimia," katanya.
Fathoni mengatakan pembangunan megaproyek NGRR Tuban akan menciptakan
lapangan kerja, dengan perkiraan saat proyek akan mempekerjakan
20.000-40.000 orang dan sekitar 2.000 orang setelah beroperasi.
Produksi bahan bakar minyak NGRR Tuban diproyeksikan 80 ribu barel
gasoline per hari, solar 99 ribu barel per hari, dan avtur 26 ribu barel
per hari.
Sementara produksi petrokimia meliputi polipropilen 1,3 juta ton per
tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per
tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.
Direksi PT Pertamina Rosneft Pengolahan Petrokimia terdiri atas Amir H.
Siagian sebagai Presiden Direktur serta Alexander Dmitriev dan Bambang
Sembodo sebagai Direktur.
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Lestari Indah menjelaskan
pemerintah mendukung pendirian badan hukum Indonesia atas nama PT PRPP
antara Pertamina dan Rosneft.
"Pendirian PT PRPP di bidang usaha kilang minyak dengan rencana
penyerapan tenaga kerja hingga 40 ribu ini merupakan implementasi Proyek
Strategis Nasional yang diharapkan dapat menyeimbangkan /demand-supply/
pasokan migas sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan
ekonomi Indonesia," katanya.
Peran pemerintah melalui BKPM, khususnya PTSP Pusat, lanjut Lestari,
adalah untuk memastikan bahwa pendirian PT PRPP melalui mekanisme
layanan investasi tiga jam dilaksanakan sebaik mungkin, sehingga dapat
segera beroperasi secara resmi sebagai Badan Hukum Indonesia.
"Selanjutnya PTSP Pusat di BKPM juga siap untuk memproses permohonan
fasilitas maupun insentif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan pada
saat merealisasikan investasinya," katanya.
Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017
* TAGS:
* pertamina-rosneft <https://www.antaranews.com/tag/pertamina-rosneft>
* perusahaan patungan pertamina
<https://www.antaranews.com/tag/perusahaan-patungan-pertamina>
* pt kilang pertamina <https://www.antaranews.com/tag/pt-kilang-pertamina>