Bukan titip gratis..............untuk diundangkan..... 2017-11-29 0:26 GMT+01:00 Awind [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d- > 3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan > > Selasa 28 Nov 2017, 21:19 WIB > Sentilan Jokowi: Dulu UU di Indonesia Banyak Titipan-titipan > Hendra Kusuma - detikFinance > Share *0* > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > Tweet > > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > Share > *0* > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > 5 > komentar > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > [image: Sentilan Jokowi: Dulu UU di Indonesia Banyak Titipan-titipan] Foto: > Bagus Prihantoro Nugroho > > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3747272/sentilan-jokowi-dulu-uu-di-indonesia-banyak-titipan-titipan#> > *Jakarta* - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan Undang-undang (UU) > yang lahir dari tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dulu banyak titipan > dari pihak-pihak tertentu. Sehingga tidak berkualitas. > > "Dulu UU kita ini banyak yang agak sponsor. Ya blak-blakan saja. Sehingga > banyak titipan, itu yang harus dihilangkan," ungkap Jokowi, dalam acara > Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) di Jakarta Convention Center (JCC), > Jakarta, Selasa (28/11/2017). > > Sejak awal masa jabatannya, Jokowi harus berurusan dengan 42 ribu regulasi > yang menghambat perekonomian. Maka dari itu dilakukan reformasi struktural > secara gencar. > > "Saya sudah titip ke DPR, mumpung ada pimpinan dan anggota DPR. enggak > usah banyak bikin UU, suka ruwet. Bikin saja 1-3, enggak usah sampai 40 > tapi kualitasnya baik dan mempercepat," jelasnya. > > *Baca juga: *Jokowi: Sekarang Berbeda dengan Masa Lalu > <https://finance.detik.com/read/2017/11/28/204844/3747247/4/jokowi-sekarang-berbeda-dengan-masa-lalu> > > Terlalu banyak regulasi, kata Jokowi, sangat menghambat kebijakan > pemerintah. Pahadal sekarang sangat dibutuhkan kecepatan. > > "Kalau UU mempersulit bagaimana kita memutuskan kebijakan dengan cepat. > Perubahan dunia sudah sangat cepat sekali," terang Jokowi. > > Pada kesempatan itu Jokowi menambahkan, ada perubahan yang dilakukan > pemerintah yang dipimpinnya. Salah satunya adalah dari peringkat kemudahan > berbisnis, atau Ease of Doing Business yang diterbitkan Bank Dunia. > > "Peringkat kemudahan berusaha dari Bank Dunia 2017 naik dari 106 ke 91. > Dan untuk 2018 loncat lagi jadi 72. Artinya dalam dua tahun kita loncat 34 > posisi, ini cepat sekali. Namun masih banyak PR," ungkap Jokowi. Salah satu > PR tersebut adalah banyaknya regulasi di Indonesia yang menghambat. > > *(mkj/mkj) * > jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi/> undang-undang > <https://www.detik.com/tag/undang_undang/> dpr > <https://www.detik.com/tag/dpr/> pertumbuhan ekonomi > <https://www.detik.com/tag/pertumbuhan-ekonomi/> > > > > > > > > > > >
