----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Selasa, 28 November 2017
22.04.18 GMT+1Judul: [GELORA45] Indonesia Bersatu Karena Kekuatan Agama
Apa betul?---
Indonesia Bersatu Karena Kekuatan Agama
Pemuda Subang Diharap Jaga Kerukunan
NUSANTARA SELASA, 28 NOVEMBER 2017 , 11:58:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
Foto/Net
RMOL. Ratusan pemuda lintas agama mengikuti kegiatan Gerakan Pemuda Membaca
Kitab Suci (GPMKS) yang dipusatkan di Aula Pemkab Subang, Jawa Barat, Senin
kemarin (27/11).
Dalam kegiatan GPMKS yang menjadi Rangkaian Kirab Pemuda 2017 ini juga
dilakukan deklarasi damai pemuda antar umat beragama.
Selain dihadiri perwakilan pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemkab
Subang, kegiatan GPMKS juga dihadiri para pemuka agama dari berbagai agama.
Dalam kegiatan GPMKS yang mengusung tema 'Untuk Persatuan Indonesia' ini para
pemuda duduk berdampingan membacakan kitab suci agama masing-masing secara
bergantian.
Kegiatan ini diharapkan jadi momentum agar para pemuda lintas agama di
Kabupaten Subang hidup rukun saling berdampingan meskipun berbeda agama.
Kepala Bidang Kreatifitas Kepemudaan Kemenpora, Yudistira mengatakan bahwa
Indonesia bisa bersatu terutama karena peran tokoh agama. Mereka
mengesampingkan perbedaan agama, suku dan ras demi persatuan dan kemerdekaan.
"Indonesia bersatu karena kekuatan agama. Kita melawan penjajah waktu itu
dengan kekuatan agama,” ungkapnya.
"Negara mana yang seperti Indonesia, budayanya kaya, bahasanya ribuan, punya
alam yang indah, masyarakatnya ramah dan disenangi banyak orang," ujar
Yudistira menambahkan.
Ditegaskan, kegiatan GPMKS sangat penting untuk membekali para pemuda agar bisa
hidup berdampingan meskipun berbeda agama. Persatuan Indonesia harus dijaga
oleh para pemuda sesuai dengan agamanya masing-masing.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang, Taryana
Nataraharja, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kemenpora dan pihak
pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami mengapresiasi acara ini, atas nama pemerintah Kabupaten Subang, saya
mengucapkan terimakasih kepada Kemenpora yang menjadikan Subang sebagai titik
singgah kirab pemuda dengan rangkaian kegiatan yang berjalan dengan baik," kata
Nataraharja.
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama akan mudah diciptakan bila kaum pemuda
dan pemudi sudah memulainya melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, negara
Indonesia bisa merdeka karena perjuangan pahlawan dan para tokoh agama yang
bersatu.
"Dengan kerukunan beragama, negara kita akan tetap jaya. Kalau kerukunan
antarumat beragama sudah dibangun oleh para pemuda, Insya Allah kedepannya
tidak ada lagi konflik agama sehingga kondisi bangsa ini nyaman, aman, dan
tentram," tutupnya.
Subang mejadi titik singgah ke 18 kegiatan Kirab Pemuda 2017 yang dihelat
Kemenpora. Kirab Pemuda dimulai sejak 26 September, diikuti 72 pemuda yang
berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terbagi dalam dua zona. Zona 1
bergerak dari Miangas menuju Sabang, sedangkan zona dua dari Rote, NTT menuju
Merauke dengan menyisir semua provinsi, sebelum kemudian kedua rombongan akan
bertemu di Blitar Jawa Timur, yang menjadi tempat puncak perhelatan Kirab
Pemuda pada 5-8 Desember mendatang. [rus]