http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24281/Di-Rakernas-MUI-Kyai-DidinIngatkan-Peran-dan-Fungsi-Ulam
a
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24281/Di-Rakernas-MUI-Kyai-Didin-Ingatkan-Peran-dan-Fungsi-Ulama>



Di Rakernas MUI, Kyai Didin Ingatkan Peran dan Fungsi Ulama

29 November 07:40 | Dilihat : 209

[image: Di Rakernas MUI, Kyai Didin Ingatkan Peran dan Fungsi Ulama] Wakil
Ketua Dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin
Hafidhuddin MSc di acara Rakernas MUI di Bogor

*Bogor (SI Online)* - Wakil Ketua Dewan pertimbangan Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc hadir dalam pembukaan
rapat kerja nasional (Rakernas) MUI ke-3 masa khidmat 2015-2020 di Hotel
Sahira, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa malam (28/11/2017).

Di acara yang bertemakan "Meneguhkan Peran MUI dalam Menerapkan Islam
Wasatiyyah dan Arus Baru Ekonomi Indonesia" itu, Kyai Didin menyampaikan
tentang peran dan fungsi ulama. Menurut pandangannya, ada tiga peran dan
fungsi ulama menurut Alquran.

Ia menjelaskan, di dalam Alquran ada tiga ayat yang berkaitan dengan peran
dan fungsi ulama. Dua ayat langsung secara tersurat terdapat kata-kata
ulama. Yaitu Surat Asy-Syu'ara ayat 197 dan Surat Fatir ayat 28. Satu ayat
lagi yang tidak langsung memuat kata-kata ulama, tapi berkaitan dengan
fungsi ulama yaitu Surat At Taubah ayat 122. "Dalam pemahaman saya ketiga
ayat ini memuat kriteria utama dari ulama," ujarnya.

Kriteria pertama, kata Kyai Didin, ulama harus tafaqquhu fiddin, yakni
memahami ilmu agama secara mendalam. Sehingga menjadi rujukan masyarakat
untuk bertanya berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Ulama
adalah sosok yang dekat dengan masyarakat. Ulama adalah orang-orang yang
bisa dipercaya oleh masyarakat

Kedua, ulama adalah sosok yang memahami perkembangan keadaan. Juga memahami
perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam berbagai macam
aspek. "Apakah aspek-aspek yang positif yang memberikan harapan-harapan,
maupun aspek-aspek negatif yang mengkhawatirkan masa yang akan datang,"
ujarnya.

Mengutip Imam Bayhaki dalam Kitab Dalalun, Kyai Didin mengatakan, ulama
adalah sosok yang memahami dan mengerti zaman. Ulama juga tidak ketinggalan
zaman, selalu mencari informasi dan perkembangan hal-hal lainnya. Guna
memberikan solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Yang ketiga, ulama sosok yang akhlakul karimah. Artinya memiliki integritas
dan pribadi yang kuat serta menjadi panutan masyarakat. Jadi masyarakat
bukan sekedar melihat pada ilmunya ulama. Tetapi melihat pada opini,
pendapat, akhlak dan keseharian kehidupan ulama. "Tidak ada gap antara yang
diucapkan dengan apa yang dilakukan (ulama)," ujarnya.

Kyai Didin juga menyampaikan peringatan dari Nabi terkait ulama di akhir
zaman, bahwa; *'Akan datang suatu zaman kepada kaumku, tidak ada yang
tinggal dari Islam melainkan namanya dan dari Alquran melainkan hanya
tulisannya, masjid-masjid mereka bagus dan ramai tetapi kosong dari
petunjuk. Ulama mereka seburuk-buruk makhluk di kolong langit, dari mulut
mereka keluar fitnah-fitnah yang akan kembali kepada mereka'. *

"Mudah-mudahan kondisi tersebut belum terjadi dan tidak terjadi pada kita,"
tuturnya.

Dari ketiga kriteria tadi, Kyai Didin melanjutkan, bahwa ulama juga
memiliki peran. Yang pertama untuk menjaga dan melihara agama. "Menjaga
agama dari pemikiran yang menyesatkan, menjaga agama dari paham-paham
radikalisme agama dan radikalisme sekuler. Kemudian MUI saat ini
mengembangkan Islam Wasathiyah, suatu prinsip yang pribadi-pribadinya
menjadi syuhada lalu menghadirkan keunggulan dan keindahan Islam," jelasnya.

Kedua, menjaga umat agar umat bisa melaksanakan syariat Islam dengan baik.
Menurutnya, Indonesia memang bukan negara agama dan bukan juga negara
sekuler, tetapi negara ini menghormati agama sehingga ini menjadi peluang
agar kita mampu melaksanakan ajaran Islam di berbagai bidang kehidupan.

Lalu tugas ulama yang ketiga adalah menjaga negara yang kita cintai.
"Negara kita adalah warisan para syuhada, warisan para ulama dan pejuang,
oleh karena itu mari kita pertahankan negeri ini," tegasnya.

Ia berharap, para ulama peserta Rakernas bisa menterjemahkan sejumlah peran
yang disebutkan itu. "Dan mudah-mudahan Rakernas MUI bisa menghasilkan
kesepakatan-kesepakatan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa," tandasnya.

Kirim email ke