Jokowi: Kantor Bank Dunia di RI Terbesar Setelah Washington
  
|    |  
Jokowi: Kantor Bank Dunia di RI Terbesa...
  |  |

 "Saya juga mengertibahwa kantor Bank Dunia di Jakarta adalah kantor Bank Dunia 
terbesar di dunia 
di luar Washington DC. Jadi, saya senang Anda juga dapat mengunjungi 
danmengagumi operasi Anda 
yang sangat besar dan sangat sibuk di Indonesia,"ujar Jokowi (kepada presiden 
Bank Dunia)


-

Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 Disiapkan Gila-Gilaan,Rakyat Dapat Apa? November 
30. 2017, 10:24 Jakarta, Aktual.com – Politikus PDIP, Effendi Simbolon enggan 
menyebutMenteri Keuangan Sri Mulyani sebagai teknokrat biasa. Ia lebih memilih 
sebutanpolitikus untuk disematkan kepada mantan Direktur Pelaksana Bank 
Duniatersebut. Bahkan, Effendi menyebut perempuankelahiran Bandar Lampung ini 
sebagai politikus tingkat dewa. Salah satu contoh kelihaian SriMulyani, 
jelasnya, tampak saat disetujuinya jumlah anggaran yang rencananyaakan dipakai 
untuk menghelat pertemuan tahunan International Monetary Fund(IMF)-Bank Dunia 
di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018. Ia pun menuding Sri Mulyani telahmelakukan 
barter dengan pembangunan gedung baru DPR agar lembaga tersebutmenyetujui 
anggaran untuk pertemuan tersebut, yang berjumlah lebih dari Rp 1triliun. “Ini 
kenapa barter, ada apasebenarnya? Lalu barternya untuk kepentingan 
kelompok-kelompok tertentu danbukan untuk rakyat,” kata Effendi di sela-sela 
diskusi di Jakarta Selatan, Rabu(29/11). Padahal menurutnya, pertemuantahunan 
IMF-Bank Dunia tidak akan berdampak secara signifikan terhadapkesejahteraan 
rakyat Indonesia. Menurutnya, pesta besar ini hanya akanmenghambur-hamburkan 
uang negara saja. Ia pun mengaku heran jika terdapatklaim yang menyebut 
pertemuan itu akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. “Ada menteri itu yang 
ngomong,mengeluarkan Rp 1 Triliun maka negara mengalami keuntungan. Untung 
darimana? Cara belajarnya dan ngitungnya gimana?” ujarnya dengan 
berondonganpertanyaan.  Effendi mengaku harus membeberkanhal tersebut lantaran 
dia prihatin dan merasa bertanggung jawab kepada rakyatatas ketidakpuasaan dari 
bobroknya para penyelenggaran negara. Dalam kesempatan itu dia mengakurindu 
terhadap sosok seperti mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, RizalRamli yang 
berani bersikap tegas dan mengepret siapa saja oknum-oknum yangingin 
menggerogoti duit rakyat. “Sayangnya, mas-nya Adhie (Massardi)udah buru-buru 
keluar sih, Kalo masih di dalem kan bisa melawan itu danmerombak oknum-oknum 
yang bermental seperti itu,” katanya sambil melihat AdhieMassardi yang juga 
hadir dalam diskusi ini. Sebagai informasi, pertemuan tahunanIMF-Bank Dunia di 
Bali, Oktober 2018, akan dihadiri oleh Menteri Keuangan danGubernur Bank 
Sentral dari 189 negara. Acara ini diprediksi akan dihadiri oleh15.000 orang 
lantaran juga akan didatagi oleh para bankir hingga CEOperusahaan-perusahaan 
multinasional. Sri Mulyani menyatakan bahwapemerintah telah menyiapkan anggaran 
hingga Rp 1 triliun untuk gelaran ini. “Saya inginnya Bank Indonesia(biayai) 30 
persennya. Mungkin Komisi XI bisa ikut menegosiasikan,” ujar SriMulyani saat 
rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, 14 Juni 2017lalu. 
Pemerintah sendiri mengklaim bahwaacara ini akan membawa keuntungan bagi negara 
karena selain menyumbang devisa,juga akan menjadi promosi bagi bisnis dan 
pariwisata Indonesia. Untuk mempersiapkan acara ini,pemerintah telah 
memperbaiki infrastruktur di Bali, mulai dari bandara, jalanraya hingga 
jembatan. Reporter: Teuku Wildan(Ismed Eka Kusuma)

Kirim email ke