----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 2 Desember 2017 00.32.58 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Indonesia Masuk dalam Dewan Eksekutif Organisasi Anti-Senjata 
Kimia
     
 


 
 
https://news.detik.com/berita/d-3751720/indonesia-masuk-dalam-dewan-eksekutif-organisasi-anti-senjata-kimia?_ga=2.6724086.511295300.1512150659-1836297792.1512150659
 
  Sabtu 02 Desember 2017, 00:30 WIB 
Indonesia Masuk dalam Dewan Eksekutif Organisasi Anti-Senjata Kimia
 Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    0 
Komentar     Perwakilan Indonesia di Konferensi OPCW ke-22 (Foto: Dok. KBRI Den 
Haag)       Jakarta - Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif 
(Executive Council) organisasi pelarangan senjata kimia (OPCW) dan Ketua Komite 
Persiapan (Prepcom) 4th Review Conference 2018. Keputusan itu disahkan dalam 
Konferenci OPCW ke-22 yang digelar pada 27 November-1 Desember 2017 dan 
dihadiri oleh 192 negara.
 
 Indonesia menjadi anggota Dewan Eksekutif OPCW periode 2018-2020 bersama 
negara lainnya seperti Asia, Iran dan Pakistan. Keputusan itu disepakati dalam 
rekomendasi tingkat Grup Asia. Hal ini disampaikan oleh Mahmudin Nur Al Gozali 
selaku Perwakilan Tetap untuk Republik Indonesia untuk OPCW dalam keterangan 
tertulis dari KBRI di Den Haag, Jumat (1/12/2017).
 
 
|   Perwakilan Indonesia di Konferensi OPCW ke-22 Foto: Dok. KBRI Den Haag   |

 
 Negara-negara yang terpilih sebagai Dewan Eksekutif itu akan bergabung dengan 
negara Asia lainnya yaitu yakni Arab Saudi, India, Jepang, Korea Selatan dan 
RRT. Indonesia akan resmi menjadi anggota Dewan Eksekutif mulai pada 18 Mei 
2018 hingga 11 Mei 2020.
 
 Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda yang juga merupakan Wakil Tetap 
Indonesia untuk OPCW, I Gusti Agung Wesaka Puja, mengatakan terpilihnya 
Indonesia sebagai Dewan Eksekutif OPCW tidak lepas dari solidnya dukungan 
negara-negara ASEAN. Hal ini menjadi kedua kalinya bagi Indonesia sebagai 
anggota Dewan Eksekutif OPCW setelah sebelumnya terpilih juga pada 2000-2002.
 
 Selain itu, Puja menegaskan kepercayaan ini akan menjadikan Indonesia lebih 
berperan aktif dalam pelarangan senjata kimia. Upaya itu dilakukan untuk ikut 
serta dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia.
 
 "Untuk menjaga kepercayaan itu, Indonesia harus terus memainkan perannya 
secara lebih aktif dan konstruktif dalam pelarangan senjata kimia, sebagai 
upaya mewujudkan dan mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia", ujar Puja.
 
 Puja juga menerangkan OPCW mempunyai sejumlah prioritas yang harus dijalankan 
ke depannya. Yang paling penting, kata Puja, adalah memastikan semua negara 
pihak KSK (Konvensi Senjata Kimia) untuk melaksanakan kewajiban terkait senjata 
kimia seperti diatur dalam Konvensi Senjata Kimia.
 
 "Masa depan OPCW akan bergantung pada bagaimana ketentuan Konvensi Senjata 
Kimia diimplementasikan sekarang, dan ketidakpatuhan pada KSK akan mempengaruhi 
legitimasi dan kredibilitas OPCW di kemudian hari, sekaligus menjadi hambatan 
bagi upaya pemusnahan senjata kimia," terang Puja. 
 (knv/dnu)  kbri belanda den haag indonesia senjata kimia
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

Kirim email ke