https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/
Orde Baru Dinilai Lebih Alergi Islam Ketimbang Jokowi
*Bimo Wiwoho *, CNN Indonesia | Sabtu, 02/12/2017 19:20 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
Orde Baru Dinilai Lebih Alergi Islam Ketimbang Jokowi Puluhan ribu orang
menghadiri Reuni Akbar Alumni 212 di lapangan Monas. (CNN
Indonesia/Andito Gilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presidium Alumni 212 baru saja menghelat reuni
akbar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (212).
Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh turut hadir dan berpidato. Mereka
di antaranya Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, pendiri Partai
Amanat Nasional Amien Rais, dai Felix Siauw, Ketua Umum Front Pembela
Islam (FPI) Sobri Lubis. Kemudian hadir pula Ketua Presidium Alumni 212
selaku penyelenggara, Slamet Maarif.
Isi pidato mereka cenderung tidak berbeda jauh yaitu mengajak peserta
reuni untuk merenungi kembali yang mereka lakukan pada hari ini dan di
tempat yang sama pada tahun lalu.
Lihat juga:
'Amarah di Reuni Akbar Lebih Rendah dari Aksi 212'
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202145743-20-259671/amarah-di-reuni-akbar-lebih-rendah-dari-aksi-212/>
Di samping itu, pidato mereka berisi kritik terhadap pemerintahan
Presiden Joko Widodo. Di antara sekian tokoh yang berpidato, Slamet
Maarif bisa dibilang agak berbeda dengan tokoh yang lain. Terutama
ketika Slamet menyatakan bahwa Pemerintahan Jokowi terindikasi alergi
terhadap Islam atau Islam Phobia.
"Alumni 212, merasakan tiga tahun pemerintah sekarang tidak terlalu
ramah dengan umat Islam, bahkan, kami rasakan semakin lama semakin
menggigit,” ucap Slamet saat berpidato.
Buktinya, lanjut Slamet, tokoh FPI Rizieq Shihab dikriminalisasi. Slamet
menilai kelompok yang selama ini mengkritik dan berseberangan dengan
pemerintah kerap dikriminalisasi.
Sementara, ketika kelompok pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
mengutarakan ujaran kebencian di media sosial malah dilindungi pemerintah.
"Kasus Viktor Laiskodat menunjukkan islam phobia. Yang mengancam
pembunuhan dimana mana tetap hidup aman karena dilindungi kekuasaan,"
ucap Slamet.
"Kami sampaikan bahwa kami merasakan nilai-nilai keadilan begitu jauhnya
dengan umat Islam," lanjut Slamet.
Lihat juga:
Wajah-wajah Cemas Rakyat di Reuni Akbar 212
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202162225-21-259685/wajah-wajah-cemas-rakyat-di-reuni-akbar-212/>
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, tidak
setuju pernyataan Slamet tersebut dan justru mempertanyakan Islam yang
dimaksud Slamet.
"Umat Islam yang mana yang digigit?" ucap Adi, Dosen Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada /CNNIndonesia.com/ melalui
pesan singkat, Minggu (2/12).
Mengenai Rizieq Shihab yang disebut Slamet sebagai bukti kriminalisasi
pemerintah terhadp umat Islam, Adi sangat tidak sepakat. Adi menegaskan
bahwa umat Islam di Indonesia bukan hanya Rizieq dan kelompoknya saja.
Rizieq tidak bisa disebut sebagai simbol umat Islam karena ada ratusan
juta warga negara Indosia yang juga beragama Islam. Oleh karena itu,
setiap tingkah laku Rizieq tidak bisa disebut sebagai cerminan penganut
Islam di Indonesia. Kemudian, apabila Rizieq merasa dikriminalisasi,
bukan berarti seluruh umat Islam di Indonesia merasa terkriminalisasi.
Lihat juga:
Fadli Zon Kritik soal Keadilan Umat Islam di Reuni Alumni 212
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202084727-20-259619/fadli-zon-kritik-soal-keadilan-umat-islam-di-reuni-alumni-212/>
"Lagipula, Rizieq pun diduga bersalah, jadi harus bertanggung jawab.
Enggak usah bawa-bawa umat Islam. Setya Novanto (tersangka dugaan
korupsi) juga Islam kok," ucap Adi.
Adi menilai anggapan Slamet bahwa pemerintahan Jokowi Islam Phobia itu
terlalu berlebihan. Jika memang Islam Phobia, seharusnya pemerintah
tidak memilih-milih dalam menentukan sikap terhadap kelompok Islamis.
"Berlebihan, karena cuma Rizieq kena kasus diburu penegak hukum lalu
bilang pemerintah Islam Phobia. Sementara NU dan Muhammadiyah enggak
dibubarkan atau diburu. Pun organisasi mahasiswa Islam seperti HMI,
PMII, IMM enggak dibubarkan," ucap Adi.
Adi lalu mengulas kembali tentang bagaimana rezim Orde Baru bersikap
terhadap kelompok-kelompok Islam.
Kala itu, Orde Baru bisa disebut Islam Phobia karena sangat membatasi
ruang gerak kelompok Islam dalam panggung politik.
Misalnya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, dan sejumlah partai Islam lainnya
difusikan menjadi satu partai saja, yakni Partai Persatuan Pembangunan
(PPP). Tujuannya agar memudahkan pemerintah dalam mengontrol kelompok
Islam.
Lihat juga:
Ragam Cuitan Netizen soal #ReuniAkbar212
<https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171202144556-185-259670/ragam-cuitan-netizen-soal-reuniakbar212/>
Hal itu juga dilakukan Soeharto, selaku pimpinan Orde Baru,karena merasa
kelompok Islam adalah kekuatan yang berpotensi merong-rong kekuasaannya.
"Di luar itu Orba juga memberlakukan asas tunggal Pancasila untuk semua
ormas. Akibatnya, ormas islam banyak yang dibubarkan," kata Adi.
Sikap Orde Baru tersebut, lanjut Adi, jelas sangat berbeda dengan sikap
Pemerintahan Jokowi. Adi mengatakan bahwa banyak kelompok dan partai
Islam yang berdiri selama Jokowi menjabat sebagai presiden.
Ormas-ormas yang berasaskan Islam pun tidak dibubarkan asalkan tidak
bertentangan dengan Pancasila. Bahkan, Jokowi juga tidak pernah
mengurung ruang gerak ormas Islam seperti yang dilakukan Soeharto di
masa lalu.
"Jadi istilah islam phobia untuk saat ini ya berlebihan," ucap Adi. *(osc)*
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171202190219-20-259711/orde-baru-dinilai-lebih-alergi-islam-ketimbang-jokowi/#>
alumni 212 <https://www.cnnindonesia.com/tag/alumni-212> presidium
alumni 212 <https://www.cnnindonesia.com/tag/presidium-alumni-212>
jokowi <https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi> presiden jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/tag/presiden-jokowi>