Masalahnya, ... saat Jokowi naik keatas panggung demo 212, Habib Rizieq belum menjadi TERSANGKA kasus PORNO. Namun, ... menurut saya yang lebih penting, perlu ditegaskan apa sesungguhnya misi dan visi Aksi demo 212 itu! Siapa dan apa SETAN-SETAN dibalik Aksi 212 itu, ... sehingga harus bersembunyi dibalik perayaan Maulid Nabi Muhammad! Jadi memang harus ditelaah, perlu atau tidak diteruskan apalagi didukung Aksi 212 itu, ...???
Bukankah sangat jelas, Gubernur Anies perlukan hadiri reuni Aksi 212 ini, bahkan harus mengebawahkan dengan menugaskan Sandi untuk mendampingi Presiden, hanya karena BALAS BUDI besar pada Aksi 212 yg telah BERJASA menangkan pilkada DKI, ...! Salam, ChanCT From: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, December 4, 2017 7:07 AM Memang Jokowi hadir bersama Imam Besar Habib Rizieq di pangung 212, jadi mana bisa dilarang reuni untuk menunjukan kekuatan. hehehehehe +++++ https://nasional.tempo.co/read/1038871/fahri-hamzah-sebut-jokowi-alumni-212 Fahri Hamzah Sebut Jokowi Alumni 212 Reporter: Arkhelaus Wisnu Triyogo Editor: Rina Widiastuti Sabtu, 2 Desember 2017 13:38 WIB a.. Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejateraan Rakyat, Fahri Hamzah saat memberikan sambutan kepada umat muslim yang hadir dalam perayaan Maulid Agung dan Reuni Alumni 212 di silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Tempo/ Ilham Fikri TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menyebut Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 atau Aksi 212. Menurut dia, Presiden Jokowi harusnya menghadiri acara Reuni Akbar Alumni 212 pada hari ini. "Pak Jokowi adalah alumni 212, mudah-mudahan kita doakan dia jadi Mujahid 212," ujar Fahri saat berbicara dari atas panggung Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. Baca: Di Reuni Alumni 212, Anies Baswedan Ajak Peserta Doakan Jokowi Fahri menuturkan pemberian predikat alumni 212 kepada Jokowi lantaran Presiden RI itu hadir pada acara Aksi Bela Islam pada 2016. Menanggapi ketidakhadiran Jokowi pada acara reuni alumni 212, ia sempat berkelakar, "Kita tak berhubung dengan yang tak nampak, tapi setahun lalu dia nampak di sekitar kita. Jangan-jangan, dia nampak di sekitar kita sekarang. Mohon tengok kiri-kanan, tolong bawa ke atas panggung. Fahri dan Wakil DPR lainnya, Fadli Zon, menghadiri Reuni Alumni 212. Ribuan orang memadati kawasan Monas untuk memperingati peristiwa Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 atau dikenal Aksi 212. Sejumlah tokoh hadir pada acara ini seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Ketua MPR Amien Rais, dan Wakil MPR Hidayat Nur Wahid. Fahri menilai acara reuni alumni 212 ini masih kalah semangat dibandingkan dengan aksi tahun lalu. "Mungkin dulu setannya masih ada. Tapi setan itu tak mungkin tak ada, dia selalu ada, dan dia selalu ada di sekitar kita," ujarnya. Baca: Fadli Zon: Tak Ada yang Bisa Larang Reuni Alumni 212 Fahri pun menceritakan pengalamannya setelah ikut Aksi 411. Ia mengaku mendapatkan informasi bahwa dia akan ditangkap karena tuduhan ujaran kebencian dan menghasut lantaran berpidato kepada aksi demo soal menjatuhkan pemerintah yang dinilai konstitusional. Menurut Fahri Hamzah, pemakzulan terhadap presiden konstitusional asalkan melakukan pelanggaran. "Apabila seorang presiden melakukan pelanggaran terhadap pasal-pasal impitchen maka dia layak dijatuhkan melalui mekanisme konstitusional. Saya kira tak tahu kenapa tak jadi ditangkap," ujarnya. ++++++ Fadli Zon: Tak Ada yang Bisa Larang Reuni Alumni 212 Reporter: Arkhelaus Wisnu Triyogo Editor: Rina Widiastuti Sabtu, 2 Desember 2017 10:52 WIB Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di Acara Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menghadiri Reuni Alumni 212 di Monumen Nasional. Fadli mengatakan penyelenggaraan acara reuni akbar yang berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad ini tidak boleh dilarang oleh pihak mana pun. "Kegiatan ini adalah kegiatan konstitusional, kegiatan yang dijamin oleh konstitusi kita, Pasal 28 UUD 1945 bahwa setiap orang berhak untuk berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat," kata Fadli di atas panggung Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. Baca: Maruf Amin Tak Hadiri Reuni 212, Fahri dan Fadli Zon Tetap Datang Ia pun menilai kalau ada yang selalu brprasangka buruk kepada umat Islam berarti tak mengerti sejarah. Sebab, kata Fadli, melalui tokoh Islam dan Masyumi Muhammad Natsir, dunia Islam menyatakan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kalau ada yang melarang ceramah, kalau ada yang melarang pengajian, orang itu tidak mengerti sejarah," ujar dia. Fadli pun memperingatkan agar tak ada lagi yang membenturkan Pancasila dan Islam. Sebab, keislaman sudah membuktikan perannya dalam menjaga NKRI dan kebhinekaan. "Umat Islam punya saham yang besar untuk mendirikan NKRI," ujarnya. Ribuan orang memadati kawasan Monas untuk memperingati peristiwa Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 atau dikenal Aksi 212. Sejumlah tokoh hadir pada acara ini seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Ketua MPR Amien Rais, serta pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Simak pula video: Reuni Alumni 212 di Monas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pesan utama dalam aksi reuni akbar alumni 212 ini adalah persatuan. Ia juga menyinggung soal perbedaan yang tidak bisa dihindari dan pasti hadir dalam kehidupan sebagai warga negara. “Tapi persatuan jadi sesuatu yang bisa diperjuangkan," kata dia. Menurut daftar acara, reuni ini akan diisi dengan berbagai kegiatan keagaman, seperti zikir bersama yang akan dipimpin oleh Arifin Ilham, nasyid, tilawah, dan pembacaan Al-Qur'an. Selain itu, ada juga berbagai sambutan dari organisasi masyarakat dan pembacaan hasil Kongres Alumni 212 oleh Slamet Maarif.
