Ternyata Sinetron Menjadi Alat Propaganda Andalan Korea Utara 
http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara
 
 http://www.liputan6.com/me/rizki.hasan Rizki Akbar Hasan 
http://www.liputan6.com/me/rizki.hasan 04 Des 2017, 18:20 WIB


 

 

 

 

 
http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara#
 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara
 
https://twitter.com/intent/tweet?text=http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara
 
https://plus.google.com/share?url=http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara
 
mailto:?to=&subject=%5BLIPUTAN6%5D%20Ternyata%20Sinetron%20Menjadi%20Alat%20Propaganda%20Andalan%20Korea%20Utara&body=http%3A%2F%2Fglobal.liputan6.com%2Fread%2F3184293%2Fternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara
 
http://global.liputan6.com/read/3184293/ternyata-sinetron-menjadi-alat-propaganda-andalan-korea-utara

 
Warga menyaksikan siaran TV yang menampilkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 
tertawa saat berhasil meluncurkan rudal balistik antar benua di Seoul, Korea 
Selatan (29/11). (AP Photo / Ahn Young-joon) 

 Liputan6.com, Washington, DC - Pemimpin Korea Utara 
http://global.liputan6.com/read/2934107/seandainya-as-menyerang-korea-utara Kim 
Jong-un adalah pria yang sangat mencintai televisi beserta berbagai konten 
programnya.
 

 Di bawah kepemimpinannya, program televisi yang diproduksi pemerintah menjadi 
salah satu alat propaganda terefektif Korea Utara.
 

 Cara itu dapat dikatakan sebagai sebuah langkah yang paling inovatif yang 
pernah dilakukan oleh Korea Utara, dalam konteks upaya menyebarkan konten 
kepentingan negara. Kata seorang analis dari Amerika Serikat, seperti dikutip 
dari CNBC, Senin (4/12/2017).
 

 
 Pada masa Kim Jong-il, bukan televisi, melainkan film yang dimanfaatkan 
sebagai medium propaganda. Papar Jean H Lee, peneliti di Woodrow Wilson 
International Center for Scholars, Amerika Serikat.
 

 Akan tetapi, semua berubah ketika Kim Jong-un menjadi pemimpin menggantikan 
sang ayah. Kini, propaganda dikemas menjadi konten program televisi, menggeser 
tradisi yang biasa dilakukan oleh Kim Jong-il.
 

 Dalam sebuah penelitian terbaru, Lee mendeskripsikan bagaimana pemerintahan 
Kim Jong-un telah menciptakan sebuah program drama televisi alias sinetron 
sebagai medium propaganda untuk menyasar niche generasi muda Korea Utara.
 

 Tak hanya sinetron, rezim Kim Jong-un juga mengisi konten layar kaca dengan 
program sains-teknologi.
 

 "Keduanya, sinetron dan sains-teknologi, dianggap oleh rezim sebagai medium 
propaganda yang efektif bagi generasi muda Korea Utara," kata Lee.
 

 Konten itu berbeda pada rezim Kim Jong-il, yang banyak berorientasi pada film 
bertajuk militerisme.
 "Setiap pergantian kepemimpinan, maka akan ada pergeseran gaya implementasi 
kebijakan. Tetap saja, film dan televisi merupakan kampanye media yang efektif 
untuk membantu pemerintah melakukan diseminasi terhadap proyeksi kekuasaannya," 
tambah Lee.
 

 Sejak rezim pertama yang dipimpin oleh Kim Il-sung, media hiburan telah 
menjadi komponen vital dalam kebijakan negara di Korea Utara 
http://www.liputan6.com/tag/korea-utara, khususnya sebagai medium propaganda.
 

 Vitalitas kebijakan itu ikut menurun pada rezim berikutnya, yang dipimpin oleh 
Kim Jong-il.
 

 Sebagai salah satu pemimpin dunia yang amat menggemari film, Kim Jong-il 
bahkan pernah menculik sutradara dan aktris ternama pada 1978 untuk memproduksi 
motion picture khas Korut. Ia juga menggelontorkan dana jutaan dolar AS untuk 
dunia perfilman Korut dan menginisiasi Pyongyang International Film Festival 
pada 1987.
 

 
 Namun, ketika Kim Jong-un naik menjadi pemimpin Korea Utara 
http://global.liputan6.com/read/3090051/terkuak-rahasia-jaringan-bisnis-global-korea-utara,
 motion pictures digeser dengan program berbasis tayangan televisi.
 Beda Gaya, Rasa, dan Nilai, tapi Tujuan Tetap Sama 
 Di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, media hiburan Korea Utara telah berevolusi. 
Kata Jean H Lee, peneliti di Woodrow Wilson International Center for Scholars, 
Amerika Serikat.
 

 "Yang semula adalah alat untuk 'mentransmisikan' ideologi bangsa, berubah 
menjadi perkakas untuk membentuk dan mentransformasi masyarakat sesuai dengan 
citra juga visi Kim Jong-un," paparnya.
 Lee mencontohkan, program televisi pada rezim Kim Jong-un menekankan pada 
upaya untuk mempromosikan gagasan patriotisme kepada masyarakat lewat konsep 
penguatan nilai-nilai keluarga, komunitas, dan sains-teknologi -- konsep-konsep 
yang pada rezim terdahulu tak terjamah dalam media hiburan Korea Utara.
 

 Salah satu contoh adalah program komedi-situasi fiksi berjudul "Our Neighbors" 
yang dirilis pada 2013. Tayangan itu, kata Lee, adalah salah satu contoh 
program televisi yang mempromosikan gagasan patriotisme kepada masyarakat lewat 
konsep penguatan nilai-nilai keluarga.
 

 Lewat program itu, rezim Kim Jong-un tetap mampu menanamkan materi propaganda. 
Salah satu contoh adalah ketika para tokoh serial itu -- dalam sebuah montase 
-- bersorak-sorai kala media pemerintah Korut mengumumkan kesuksesan tes rudal 
termutakhir mereka.
 

 Lee juga menambahkan, konsep penguatan nilai-nilai keluarga yang tertanam 
dalam program televisi itu juga dapat dimaknai sebagai sebuah alegori/metafora 
tentang "kesetiaan pada negara".
 Dengan begitu, rezim berharap, program televisi semacam itu mampu memengaruhi 
persepsi rakyat Korea Utara untuk tidak melakukan pembelotan.
 

 Lee memberikan contoh lain. Sebuah drama sinetron berjudul "Young 
Researchers", yang merupakan sebuah alegori yang menggambarkan kewajiban warga 
Korut untuk memanfaatkan kemampuan atau sumber daya sains-teknologi mereka demi 
kepentingan negara.
 

 "Lewat tayangan itu, rezim mengimbau agar para pemuda mampu memanfaatkan 
kapabilitas mereka di bidang sains-teknologi untuk kepentingan militer," kata 
Lee.

 

Kirim email ke