Presiden sebut laporan keuangan WTP bukan prestasi
 Selasa, 5 Desember 2017 11:47 WIB
 
Presiden Joko Widodo. (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Bogor (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengatakan laporan keuangan yang 
mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan 
bukanlah sebuah prestasi melainkan kewajiban dalam penggunaan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"WTP bukanlah sebuah prestasi melainkan memang kewajiban kita dalam menggunakan 
APBN," kata Presiden dalam acara Persiapan Pemeriksaan Laporan Keuangan 
Pemerintah Pusat Tahun 2017 dan Institusi Pengelola Keuangan Negara Lainnya 
Dalam Rangka Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Istana 
Kepresidenan Bogor, Selasa.

Presiden juga mengingatkan bahwa inti dari pemeriksaan laporan keuangan 
pemerintahan adalah menjaga kepercayaan rakyat lewat pertanggungjawaban 
penggunaan setiap rupiah uang rakyat untuk kepentingan rakyat sesuai aturan.

"Ini yang saya minta benar-benar diperhatikan karena bukan sembarang 
pertangungjawabannya. Jangan hanya karena pemeriksaan itu sebagai kegiatan 
tahunan, kegiatan rutin tahunan lalu semuanya menganggap gampang saja," katanya.

Ia menambahkan laporan keuangan Pemerintah Pusat tahun 2016 mendapat Opini WTP 
dan itu merupakan hasil kerja keras seluruh pihak serta lembaga dalam mengelola 
uang rakyat dan mempertanggungjawabkannya. 

"Kerja keras yang tidak boleh berhenti begitu saja melainkan harus 
terus-menerus kita lakukan," katanya.

Ia menekankan seluruh pihak tidak boleh begitu saja berpuas diri dengan 
pernyataan bahwa pada 2016 merupakan kali pertama laporan keuangan Pemerintah 
Pusat mendapat Opini WTP setelah 12 tahun. 

Presiden berharap pencapaian itu memacu semua pihak supaya tahun ini, tahun 
depan, dan tahun-tahun berikutnya laporan keuangan pemerintah pusat terus 
mendapat opini WTP dan status itu kemudian harus jadi sebuah standar. 

"Sekali lagi, itu harus jadi sebuah standar bagi kita semuanya. Tentu saya juga 
perlu saya ingatkan kepada semuanya bahwa kementerian dan lembaga pemerintahan 
bahwa mendapatkan predikat WTP saja tidak cukup, tidak cukup," katanya.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah benar-benar memastikan tidak ada 
satu rupiah pun uang rakyat dalam APBN yang dikorupsi. 

"Ini perlu digarisbawahi. Maksimalkan penggunaan teknologi informasi dari hulu 
sampai hilir, ini segera. Saya sudah perintahkan mulai dari e-planning, 
e-budgeting, Perpres sedang disiapkan," katanya.

Dengan begitu kata dia, maka tidak perlu ada keraguan karena aturan menjadi 
semakin jelas. 

Kalau sistem itu berjalan, ia meyakini, semuanya akan menjadi transparan, mudah 
dipertanggungjawabkan, dan tidak ada ruang untuk "bermain-main" dengan APBN. 

"Saya minta agar setiap kementerian dan lembaga pemerintahan, pengguna APBN 
agar terbuka dengan BPK. Karena BPK itu mitra kita memastikan tata kelola 
pemerintahan yang baik," katanya.

Presiden juga menegaskan kepercayaannya kepada BPK untuk menjaga independensi 
dan profesionalitas sepanjang proses pemeriksaan.

"Sehingga dengan niat dan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan BPK, 
saya percaya kepercayaan rakyat akan terus kita peroleh bersama," kata Presiden.


Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor: Maryati

Kirim email ke