----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 5 Desember 2017 07.32.53 
GMT+1Judul: [GELORA45] Ini Alasan Elektabilitas Ahok Tinggi di Survei Capres 
2019
     


Ini Alasan Elektabilitas Ahok Tinggi di Survei Capres 2019
Reporter:  
Jobpie Sugiharto
Editor:  
Jobpie Sugiharto
Selasa, 5 Desember 2017 13:20 WIB  
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, 20 Februari 2015. 
TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta --  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang sedang menjalani 
hukuman 2 tahun bui karena perkara penodaan agama, menempati posisi nomor empat 
dalam survei elektabilitas tokoh menjelang Pemilihan Presiden 2019 buatan Indo 
Barometer.

Ahok mendapat 3,3 persen dari total 1.200 responden di 34 provinsi dalam survei 
yang dilakukan 15-23 November 2017 tersebut. Sedangkan Gubernur DKI Jakarta 
Anies Baswedan, yang mengalahkan Ahok secara mengejutkan pada Pilkada 2017, 
hanya selisih 0,3 persen dari Ahok dengan perolehan 3,6 persen.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berada di bawah Ahok, sedangkan posisi 
puncak diduduki Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo 
Subianto.

Mengapa elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut masih tinggi?

“Pak BTP alias Ahok dikenal anti korupsi, bersih, dan transparan,” kata Jack 
Lapian kepada Tempopada Senin, 4 Desember 2017.

Jack adalah pendukung fanatik Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017 sekaligus 
pendiri BTP (Basuki Tjahaja Purnama) Network atau jaringan pendukung Ahok. Jack 
Lapian pula yang melaporkan Ahmad Dhani ke polisi dengan dugaan ujaran 
kebencian via media sosial Twitter.

Menurut dia, hasil survei Indo Barometer itu menunjukkan bahwa Ahok masih 
berada dalam top of mind publik secara nasional. Itu sebabnya, nama Ahok 
disebut oleh responden dalam jajak pendapat tersebut padahal Ahok masih 
berstatus narapidana.

Jack menuturkan, kampanye SARA ternyata tak meracuni mayoritas mastarakat 
Indonesia. Hasil survei Indo Barometer, dia melanjutkan, juga menyiratkan bahwa 
masyarakat sudah jenuh disuguhi konflik berlandaskan kebencian suku, agama, 
ras, dan antargolongan (SARA).

Jack Lapian lantas mengutip pidato Presiden Jokowi di Istana pada 4 November 
2016 ketika sedang marak demonstrasi yang menuntut Ahok diadili karena penodaan 
agama.  "Agama telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik," ujarnya menulangi 
ucapan Jokowi.

Menurut Jack, dari hasil survei Indo Barometer dapat dilihat bahwa masyarakat 
bisa menilai Ahokdengan hati nurani dan mengabaikan serangan soal SARA. 
“Intinya dari hasil survei ini tampak Pancasila dan keberagaman agama. Ini 
sangat baik untuk keutuhan NKRI.”
    

Kirim email ke