http://www.koranperdjoeangan.com/apa-kabar-urc-ketenagakerjaan-tak-usah-blusukan-selesaikan-saja-yang-di-depan-mata/
<http://www.koranperdjoeangan.com/wp-content/uploads/2017/12/1-4.jpeg>
Laporan Utama <http://www.koranperdjoeangan.com/category/laporan-utama/>
Apa Kabar URC Ketenagakerjaan? Tak Usah
Blusukan, Selesaikan Saja yang di Depan Mata
5 Desember 2017
<http://www.koranperdjoeangan.com/apa-kabar-urc-ketenagakerjaan-tak-usah-blusukan-selesaikan-saja-yang-di-depan-mata/>
Redaksi <http://www.koranperdjoeangan.com/author/redaksi/> Pengawas
Ketenagakerjaan
<http://www.koranperdjoeangan.com/tag/pengawas-ketenagakerjaan/>
<http://www.koranperdjoeangan.com/tag/pengawas-ketenagakerjaan/>
*Jakarta, KPonline – *Kementerian Ketenagakerjaan meresmikan pembentukan
Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawasan Ketenagakerjaan, di halaman kantor
Kemnaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (30/11/2017). Hampir
seminggu telah berlalu, tentu saja kita semua menantikan gebrakan Unit
Reaksi Cepat yang dibentuk untuk memastikan pengawasan ketenagakerjaan
dilakukan lebih optimal, efektif, serta memastikan dilaksanakannya norma
ketenagakerjaan di perusahaan atau di tempat kerja ini.
Pada tahap awal, Hanif melantik 300 orang pasukan URC pengawas
ketenagakerjaan. Mereka terdiri dari 100 orang pengawas ketenagakerjaan
Kemnaker, 50 pengawas DKI Jakarta, 100 pengawas Jawa Barat dan 50
pengawas Banten. Untuk kelancaran pengawasan, unit ini didukung 12 mobil
operasi.
Disampaikan Hanif, mobil dan seragam pengawasan yang serba baru,
dimaksudkan untuk menambah kepercayaan diri para pengawasan
ketenagakerjaan di lapangan.
“Petugas pengawas harus percaya diri. Mereka akan diterjunkan untuk
mengatasi kasus-kasus ketenagakerjaan baik terkait mogok kerja, unjuk
rasa maupun kecelakaan kerja. Seperti kecelakaan kerja terjadi di Duri
Kosambi Tangerang beberapa waktu lalu,” katanya.
Hanif juga meminta agar URC pengawas ketenagakerjaan segera merespons
secara pro-aktif apabila manemukan kasus ketenagakerjaan. Hal ini agar
masyarakat tidak menunggu pelayanan dari pemerintah. Dengan terbentuknya
URC diharapkan peran dan fungsi pengawas ketenagakerjaan berjalan
optimal dan efektif.
Menaker juga mengingatkan agar menjalankan tugasnya, petugas pengawasan
harus menjaga integritas dan profesionalisme, bersikap proaktif, dan
bekerja secara inovatif. Saat ini masyarakat sudah berubah, sehingga
cara kerja dan berpikir juga harus berubah.
Dengan URC pengawas ketenagakerjaan ini, perubahan bisa ditujukan
melalui image baru, cara kerja baru, semangat baru, inovasi baru dengan
hasil yang lebih baik.
Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker Sugeng Priyanto dalam kesempatan
yang sama menyatakan, pembentuk URC dalam rangka untuk meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat, baik tenaga kerja, perusahaan dan
sebagainya. “URC ini diharapkan lebih efektif melakukan pengawasan di
lapangan, pabrik di segala tempat yang terkait ketenagakerjaan,” katanya.
*Permasalahan di Depan Mata*
Tentu saja, kita berharap URC Pengawas Ketenagakerjaan ini bekerja
efektif. Tidak usah blusukan mencari pelanggaran. Sudah terlalu banyak
laporan terkait dengan pelanggaran ketenagakerjaan yang disampaikan.
Beberapa yang menguat adalah tentang AMP Pertamina, yang saat ini
menjadi zombie dan terus bergentayangan. Para buruh yang memproduksi es
merk Aice juga tengah melakukan mogok kerja menuntut hak-haknya.
PT Muwont Garmen Indonesia juga diduga melakukan pelanggaran. Dugaan
pelanggaran yang dilakukan meliputi: pekerja mendapatkan upah di bawah
Upah Minimum Provinsi (UMP), tidak dibayarkannya THR, tidak diikutkan
dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, tidak dibayarnya upah kerja
lembur, tidak dibayarnya pesangon buruh yang sudah meninggal dunia,
tidak diberikan cuti hamil, tidak diberikan cuti Haid, dan ketika tidak
masuk kerja karena sakit upahnya di potong.
Kasus perburuhan di Smelting dan Freeport, yang menjadi perhatian
internasional, juga belum tersentuh. Padahal ada laporan yang mestinya
bisa tindaklanjuti pengawas ketenagakerjaan.
Tentu kita akan percaya Unit Reaksi Cepat ini benar-benar nyata
manfaatnya, jika apa yang ada di depan mata bisa diselesaikan. Semoga!