*Monopoli jabtan perlu dan penting dipertahankan demi keselamatan rezim
neo-Mojopahit. hehehe*


http://wartakota.tribunnews.com/2017/12/06/curhat-sekjen-projo-dikhianati-hingga-monopoli-jabatan-komisaris-bumn


ยป Jakarta <http://wartakota.tribunnews.com/news/jakarta>
Curhat Sekjen Projo, Dikhianati hingga Monopoli Jabatan Komisaris BUMN

Rabu, 6 Desember 2017 11:36



WARTA KOTA, PALMERAH -- Pengangkatan Handoko Wicaksono sebagai Sekretaris
Jenderal Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> oleh Ketua Umum
Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> Budi Arie Setiadi pada
tanggal 1 Desember 2017 diungkapkan Guntur Siregar menjadi bukti adanya
nepotisme dalam tubuh organisasi masyarakat pendukung
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/pendukung> Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> itu saat ini.

Berbanding terbalik dengan semangat kebersamaan yang ditunjukan ketika para
anggota mendukung hingga meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden tahun
2014 silam.

"Projo didirikan atas kebersamaan, semanga/t kegotongroyongan dengan
cita-cita yg sama. Bukan untuk kepentingan pribadi. Apalagi untuk golongan
sendiri yang berbau kroni dan nepotisme. Sebenarnya setelah pilpres dengan
kemenangan yang diraih Jokowi <http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi>
adalah hasil kerja keras siang dan malam para relawan lainnya, semestinya
kemenangan itu dinikmati bersama. Dan itu pernah dipidatokan oleh Presiden
Jokowi <http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> saat pelantikan sebagai
Presiden," jelas Guntur Siregar.



Namun lanjutnya, selaku Sekretaris Jenderal yang diangkat dalam Kongres
Pertama DPP Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> pada tanggal
23 Agustus 2014 itu, dirinya melihat Budi Arie Setiadi tidak menunjukan
sikap dan jiwa seorang pemimpin.

Bukan mengkaryakan relawan, Budi katanya justru menunjuk kerabat untuk
menempati jabatan strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> terpilih menjadi Presiden
Republik Indoneria pada tahun 2014.

"Penempatan untuk posisi Komisaris di BUMN dimonopoli sendiri. Diam-diam
BAS menempatkan kerabat dekatnya sebagai Komisaris di Bumn elit (Telkom -
Bank Mandiri - BTN). Dan bukan menempatkan relawan yang 'bekerja keras'
siang dan malam sewaktu menjadi relawan. Kalau boleh mau jujur pegang
bendera Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> saja tidak
pernah, tapi bisa 'menang banyak'. Inilah keluhan saya dan teman-teman
lainnya. Waktu terus berlanjut, semestinya sebagai Ketua Umum bisa mengerti
solidaritas anggota sebagai penopang dan pembesar organisasi," keluhnya
sesal.

Bukan mengecilkan semangat lewat pelengserannya dari jabatan Sekretaris
Jenderal Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> lantaran
dianggap tidak sejalan dengan kepentingan Ketua Umum Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>, tetapi diingatkannya kembali
jika Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> merupakan barisan
pendukung <http://wartakota.tribunnews.com/tag/pendukung> Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi>, terlebih jelang Pilpres 2019.

Sehingga menurutnya sangat disayangkan jika sikap tersebut justru merusak
cita-cita para relawan yang dulunya melahirkan Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> hingga saat ini.

"Kantor DPP Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> itu markas
untuk pendukung <http://wartakota.tribunnews.com/tag/pendukung> Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi>. Kalaupun ada dukung mendukung
selain Jokowi <http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> untuk presiden,
sebaiknya cari tempat lain sebagai taktik dukung mendukung(contoh Pilkada
DKI). Tapi sekali lagi di sini dilihat sebagai kepemimpinan dan cita cita
lahirnya projo,".
tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tarik menarik kepentingan hingga gugurnya
kebersamaan yang dijalin para pendukung
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/pendukung> Pro Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> atau Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> dirasakan Sekretaris Jenderal
Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>, Guntur Serigar saat ini.

Bukan hanya beraroma nepotisme, organisasi masyarakat itu dinilainya kini
telah melenceng dari cita-cita Jokowi
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/jokowi> yang mempersatukan dan
membangun negeri.

Kekecewaannya tersebut dituangkan dalam somasi yang ditujukan kepada Dewan
Pimpinan Pusat (DPP) Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>,
Ketua Umum Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> Budi Arie
Setiadi, Handoko Wicaksono, Ketua Bidang Organisasi Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> Freddy Alex Damanik dan Wakil
Sekretaris Jendral Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> Sinnal
Blegur pada Selasa (5/12/2017) kemarin.

Dalam surat tersebut, dirinya mengaku keberatan atas pelengseran dirinya
selaku sekretaris Jenderal Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>
digantikan oleh Handoko Wicaksono atas perintah Ketua Umum Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>, Budi Arie Setiadi pada tanggal
1 Desember 2017 lalu.

Padahal, pergantian jabatan seharusnya dilakukan lewat Kongres Projo
<http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo> yang resmi digelar dalam
Rakernas III pada tanggal 4-5 Desember 2017.

"Namun Rakernas III tersebut tidak pernah merekomendasikan pergantian
Sekretaris Jenderal. Sehingga pergantian jabatan tidak sesuai dengan
mekanisme organisasi yang diatur dalam Pasal 13 dan Pasal 14 Anggaran Dasar
Ormas Projo <http://wartakota.tribunnews.com/tag/projo>," jelas Guntur
Serigar. (dwi)



Baca Juga

   - Jelang Pilpres 2019, Pendukung Pro Jokowi Kisruh
         
<http://wartakota.tribunnews.com/2017/12/06/jelang-pilpres-2019-pendukug-pro-jokowi-kisruh>
         - PLN Dinilai Tak Efisien dan Menumpuk Utang, Jokowi Diminta Lebih
         Tegas
         
<http://wartakota.tribunnews.com/2017/12/06/pln-dinilai-tak-efisien-dan-menumpuk-utang-jokowi-diminta-lebih-tegas>

Kirim email ke