*http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24350/Calon-Panglima-TNI-Waspada-Ancaman-China-Hingga-Perang-Siber
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24350/Calon-Panglima-TNI-Waspada-Ancaman-China-Hingga-Perang-Siber>*
Calon Panglima TNI: Waspada Ancaman China Hingga Perang Siber 06 Desember
14:03 | Dilihat : 1022
[image: Calon Panglima TNI: Waspada Ancaman China Hingga Perang Siber] Calon
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. [foto: Okezone]

*Jakarta (SI Online)* - Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto,
memaparkan visi dan misi dalam uji kepatutan dan kelayakan di Gedung DPR
RI, Jakarta, Rabu (06/12/2017). Dalam pemaparan utamanya, Hadi menyampaikan
tentang dinamika lingkungan baik global maupun regional, secara langsung
dan berkelanjutan.

Menurut KSAU itu, untuk menghadapi ancaman tersebut, TNI perlu
mentransformasi diri, profesional, tangguh. Dan sesuai dengan samangat itu,
diperlukan juga payung hukum yang kuat.

"Pengembangan sumber daya manusia, satria, militan, loyal dan profesional
dengan alutsita yang modern," kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 54
tahun silam ini.

Sementara poin pertama yang menjadi sorotan Hadi adalah pekembangan negara
super power yang mulai terdesak dengan penguatan ekonomi China dan Rusia.
Kemudian yang kedua, Hadi membahas masalah ancaman terorisme yang masih
sangat tinggi. Dan ancaman radikalisme yang terus melanda Indonesia.

Ketiga, Hadi menyampaikan mengenai ancaman perang siber. Menurutnya,
diperlukan satu pemahanan dan antisipasi konflik regional baru.

"Perang siber, harus dihadapi pada era informasi saat ini. Karena 2/3 aspek
kehidupan manusia modern. Perlu pengamanan di dalamnya. Serangan siber
dapat setara dampaknya dengan senjata," katanya.

Keempat adalah kemajuan China yang sangat cepat. Hal ini perlu dicermati,
terutama mengenai perkembangan militer mereka. China dinilai punya andil
dalam mengubah konstalasi global. China selalu bertindak dengan agresif
untuk menguasai laut China selatan. "Mereka mampu perang di seluruh
wilayah," katanya.

Sementara yang kelima adalah pengamanan di laut Indonesia. Terutama dari
aksi perampokan bersenjata dan penculikan. Seperti di Filipina Sulu di laut
yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina.

Kirim email ke