----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 7 Desember 2017 
13.28.02 GMT+1Judul: [nasional-list] Calon Panglima TNI: Waspada Ancaman China 
Hingga Perang Siber
     

http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24350/Calon-Panglima-TNI-Waspada-Ancaman-China-Hingga-Perang-Siber


 
Calon Panglima TNI: Waspada Ancaman China Hingga Perang Siber
 06 Desember 14:03 | Dilihat : 1022  Calon Panglima TNI Marsekal Hadi 
Tjahjanto. [foto: Okezone]     
Jakarta (SI Online) - Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, memaparkan 
visi dan misi dalam uji kepatutan dan kelayakan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 
(06/12/2017). Dalam pemaparan utamanya, Hadi menyampaikan tentang dinamika 
lingkungan baik global maupun regional, secara langsung dan berkelanjutan.

Menurut KSAU itu, untuk menghadapi ancaman tersebut, TNI perlu mentransformasi 
diri, profesional, tangguh. Dan sesuai dengan samangat itu, diperlukan juga 
payung hukum yang kuat.

"Pengembangan sumber daya manusia, satria, militan, loyal dan profesional 
dengan alutsita yang modern," kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 54 tahun 
silam ini. 

Sementara poin pertama yang menjadi sorotan Hadi adalah pekembangan negara 
super power yang mulai terdesak dengan penguatan ekonomi China dan Rusia. 
Kemudian yang kedua, Hadi membahas masalah ancaman terorisme yang masih sangat 
tinggi. Dan ancaman radikalisme yang terus melanda Indonesia.

Ketiga, Hadi menyampaikan mengenai ancaman perang siber. Menurutnya, diperlukan 
satu pemahanan dan antisipasi konflik regional baru.

"Perang siber, harus dihadapi pada era informasi saat ini. Karena 2/3 aspek 
kehidupan manusia modern. Perlu pengamanan di dalamnya. Serangan siber dapat 
setara dampaknya dengan senjata," katanya.

Keempat adalah kemajuan China yang sangat cepat. Hal ini perlu dicermati, 
terutama mengenai perkembangan militer mereka. China dinilai punya andil dalam 
mengubah konstalasi global. China selalu bertindak dengan agresif untuk 
menguasai laut China selatan. "Mereka mampu perang di seluruh wilayah," katanya.

Sementara yang kelima adalah pengamanan di laut Indonesia. Terutama dari aksi 
perampokan bersenjata dan penculikan. Seperti di Filipina Sulu di laut yang 
berbatasan dengan Malaysia dan Filipina. 

    

Kirim email ke