----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Jumat, 8 Desember 2017 21.48.12
GMT+1Judul: [GELORA45] Saudi Disebut Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina
Saudi Disebut Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Saudi Disebut Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina
CNN Indonesia
Media NYTimes mengungkapkan bahwa Arab Saudi pada bulan lalu dikabarkan
menawarkan Abu Dis sebagai Ibu Kota Pale...
|
|
|
Natalia Santi , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 08:31 WIBBagikan : Kota
Yerusalem (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi
dikabarkan mengajukan prakarsa perdamaian Israel-Palestina dengan menawarkan
Abu Dis, sebuah kota dekat Yerusalem Timur, untuk menjadi Ibu Kota Palestina,
pada pertemuan yang terjadi November lalu.
Menurut kabar yang dilansir situs Middle East Monitor, prakarsa itu tampak
sebagai alternatif jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan
pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Berdasarkan kesepakatan Oslo, Abu Dis dikategorikan sebagai wilayah B, yang
dikelola bersama Israel dan Otoritas Palestina.
Usulan Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina ini pertama kali diungkapkan oleh
situs New York Times pada 3 Desember lalu. Mereka melaporkan bahwa Putra
Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengajukan proposal tersebut saat
kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh bulan lalu.
Menurut proposal itu, Arab Saudi akan mendapatkan wilayah yang bersebelahan di
Tepi Barat dan Jalur Gaza dimana mereka memiliki kedaulatan parsial. Sedangkan
permukiman Israel di Tepi Barat tetap dipertahankan.
Proposal itu tidak memberikan hak bagi pengungsi Palestina dan keturunannya
yang tinggal di negara lain untuk kembali ke Israel.
| PILIHAN REDAKSI
-
Trump Resmi Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
-
Netanyahu Ajak Dunia Ikuti AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel
-
Abbas: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina
|
Menurut New York Times, Arab Saudi memberi waktu dua bulan bagi Abbas untuk
menanggapi tawaran tersebut.
Baik Arab Saudi maupun Gedung Putih membantah kabar yang dilansir New York
Times tersebut. Arab Saudi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada inisiatif
Perdamaian Arab 2002.
Kesepakatan perdamaian itu mencakup sebuah negara Palestina dengan perbatasan
yang disepakati pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.
Situs berita Al Araby melaporkan rencana itu digagas oleh Amerika Serikat.
Agustus lalu, Trump mengirim delegasi AS ke Timur Tengah dipimpin penasihat
senior Gedung Putih Jared Kushner.
Selama pembicaraan, pejabat Palestina tampak berang dan bahkan menyebut tim
Kushner sebagai penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pada Oktober, Kushner melakukan kunjungan rahasia ke Arab Saudi sebelum pergi
ke Israel untuk membahas proses perdamaian Timur Tengah. Sebulan kemudian
Presiden Mahmoud Abbas tiba di Arab Saudi dan menemui Raja Salman dan Putra
Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.
Pejabat Eropa, Arab dan Palestina yang mendengar pembicaraan Abbas di Riyadh
menyatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menawarkan wilayah bersebelahan di
Tepi Barat dimana Palestina memiliki kedaulatan terbatas.
Catatan redaksi: Ada pengubahan judul berita pada Jumat (8/12) pukul 11.00 WIB,
dari semula "Dukung Trump, Saudi Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina"
menjadi judul saat ini. Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, redaksi meminta
maaf.
(nat)