#Dimana saja kah Visi Misi Gub baru DKI Jkt untuk mengatasi KEMACETAN:  
Kesejahteraan warga,  lalulintas transportasi umum khususnya dan banjir cq 
penormalisasian saluran sungai dan gorong2 diseluruh kawasan DKI Jkt?
#Terutama "PROJECT BERSIH" KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME, pelayanan-fasilitas 
INNOVATIVE dan meningkatkan alat-prasarana pendidikan UMUM INTELEKTUALITAS 
MENCERDASKAN BANGSA TANPA TERKECUALI... 
/////////
"Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan."

"Padahal biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN Kebon 
Kacang 05 Rp 100.000 tiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang transport 
untuk ke sekolah karena lokasinya dekat."

"Iya awal November kemarin waktu ambil sembako di RPTRA sudah dengar-dengar, 
katanya ini tutup buku (terakhir)," kata Mama Ilham ditemui di rumahnya, Rabu 
(22/11/2017)."


///////////

Verzonden via Yahoo Mail op Android 
 
  Op vr, dec. 8, 2017 om 8:39 schreef 'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]<[email protected]>:       
"Dulu KJP Lancar, Sekarang Kok Macet Ya?"
NIBRAS NADA NAILUFAR

Kompas.com - 08/12/2017, 13:54 WIB

SDN Kampung Bali 07, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA 
NAILUFAR)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) 
mengeluhkan dana yang macet dan berkurang jumlahnya. Ketika Kompas.com 
berkunjung ke Rusun Kebon Kacang pada Jumat (8/12/2017), banyak dari warga yang 
mengaku tak dapat uang bulanan penuh.

Mama Intan misalnya. Pedagang minuman dan makanan ini mengandalkan saldo 
bulanan di KJP anaknya untuk belanja.

"Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan.

Padahal biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN Kebon 
Kacang 05 Rp 100.000 tiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang transport 
untuk ke sekolah karena lokasinya dekat.

"Akhirnya saya pakai buat beli beras sama telor aja, enggak cukup buat beli 
daging. Biasanya mah beli," kata Mama Intan.

Baca juga : Katanya KJP Plus, Kok Malah Minus?

Masalah yang sama juga dialami ibu-ibu di Jalan Kampung Bali XXVIII. Di pojok 
gang, para ibu mengeluhkan KJP yang semakin sulit.

Salah satunya Evi yang punya dua anak yang bersekolah di SDN Kampung Bali 07. 
Ia mengaku hingga Jumat ini, saldo di KJP anaknya belum juga bertambah.

"Dulu KJP lancar, sekarang kok macet ya? Padahal udah tanggal 8 ini, biasanya 
paling telat kan tanggal 5 udah turun duitnya," kata Evi.

Selain uang bulanan KJP yang belum turun, Evi mengeluhkan uang per enam bulan 
yang dicairkannya Juni lalu. Mestinya anaknya mendapat Rp 600.000, namun saldo 
yang tertera saat itu hanya Rp 300.000.

Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

Oleh karena belum pernah terjadi sebelumnya, Evi mengira ada masalah pada 
rekening anaknya. Ia pun ke Bank DKI untuk menanyakan kekurangan saldo ini.

"Kata orang bank ternyata semua juga gitu, katanya uangnya ditahan enggak 
diturunin, baru bisa diambil nanti pas SMA. Bingung saya enggak ngerti kenapa 
jadi gini," ujarnya.

Selain saldo KJP yang berkurang dan terlambat, Evi juga mempertanyakan 
penjualan sembako dan daging murah yang biasa rutin diadakan di RPTRA dekat 
rumahnya. Menurut dia, sejak Oktober ia tak lagi membeli paket sembako dan 
daging murah.

Baca juga : Anggaran KJP Plus pada 2018 Rp 3,9 Triliun, Meningkat Rp 560 Miliar

"Biasanya di RPTRA, cuma terakhir udah lama saya enggak beli soalnya katanya 
pindah tapi enggak tahu pindahnya ke mana," ujarnya.

Kompas.com masih meminta klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta 
Sopan Adrianto mengenai keluhan sejumlah penerima KJP ini.

"Katanya KJP Plus, Kok Malah Minus?"
NIBRAS NADA NAILUFAR

Kompas.com - 22/11/2017, 14:25 WIB

Pasar daging murah di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, Jumat 
(25/7/2014).(Kompas.com/Abba Gabrilin)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mama Ilham, warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta 
Selatan, mengaku kecewa adanya wacana pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) tak 
akan menerima subsidi pangan lagi.

"Iya awal November kemarin waktu ambil sembako di RPTRA sudah dengar-dengar, 
katanya ini tutup buku (terakhir)," kata Mama Ilham ditemui di rumahnya, Rabu 
(22/11/2017).

Mama Ilham mengatakan, saban bulan, ia mengambil jatah sekilo daging ayam, 
sekilo daging sapi, sekilo telur ayam, dan sekilo beras dengan harga Rp 80.000. 
Menurut dia, program subsidi pangan itu cukup membantu keluarganya.

Dia mengaku punya dua anak. Satu masih bersekolah di SD Negeri di Pasar Minggu, 
dan satu lagi duduk di bangku SMK.

Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

"Beneran deh, dulu sebelum ada daging murah Rp 35.000, saya sekeluarga cuma 
setahun sekali makan daging. Sekarang Alhamdulillah bisa setiap bulan," ujar 
Mama Ilham.

Ratusan warga mengantre pembelian daging murah di Kantor Kecamatan Cipayung, 
Jakarta Timur, Kamis (15/12/2016).(Nurito / Beritajakarta.com)

Ia menyayangkan jika program tersebut terancam batal hanya karena Pemprov DKI 
tak lagi memberikan PMD kepada PD Dharma Jaya. Pada era Gubernur Anies 
Baswedan, ia meminta agar janji menambah tunjangan KJP.

"Katanya KJP Plus, kok malah minus? Mana dong plusnya?" ujarnya.

Baca juga : Dirut PD Dharma Jaya: Saya Enggak Tahu Bagaimana Beli Persediaan 
Daging KJP

Cepi, seorang warga yang anaknya penerima KJP juga menyatakan keberatan jika 
manfaat KJP berkurang. Apalagi, jika harus digantikan dengan mata anggaran yang 
menurutnya tidak penting.

"Lebih baik kan buat warga yang butuh KJP, jangan orang susah malah dikurangi," 
kata Cepi.

Cepi mengaku justru mendengar KJP sekarang bisa dicairkan tunai alih-alih lewat 
belanja dan penukaran seperti sebelumnya.

Menurut dia, kedua jenis kebijakan itu yang penting menguntungkan masyarakat. 
Cepi hanya mengingatkan jika KJP bersifat tunai, maka ada potensi 
penyalahgunaan.

Baca juga : KJP Plus Milik Anies-Sandi Dianggarkan Rp 4,1 Triliun pada 2018

"Ya kalau anak dapatnya tunai, nanti sama emaknya dipakai beli HP, itu 
ruginya," ujar Cepi.

Anggota PPSU manfaatkan operasi daging murah yang diadakan pemerintah di 
Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016)(Kompas.com/David Oliver 
Purba)

PD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD yang tidak akan diberikan PMD tahun 
2018. Alasannya, supaya BUMD bisa mandiri tanpa terus-menerus mendapatkan 
suntikan dana dari pemerintah.

Alih-alih mandiri, PD Dharma Jaya malah tidak bisa membeli stok daging subsidi 
untuk penerima KJP. Selama ini dengan subsidi itu, pemegang KJP bisa membeli 
daging sapi dan daging ayam dengan harga murah.

Direktur PD Dharma Jaya Marina Ratnamengatakan masih bisa menggunakan dana PSO 
untuk membeli daging. Dia meminta pencairan PSO bisa dipercepat. Jika benar tak 
diberi PMD, PSO menjadi cara satu-satunya untuk membeli daging subsidi KJP.

Baca juga : Anggaran KJP Plus pada 2018 Rp 3,9 Triliun, Meningkat Rp 560 Miliar

Terakahir, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan subsidi daging 
murah untuk penerima Kartu Jakarta Pintar aman. Menurut Sandi, DKI tidak akan 
kekurangan stok daging.

Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan penyertaan modal 
daerah (PMD) kepada PD Dharma Jaya, Sandi memastikan subsidi pemerintah untuk 
warga marjinal tetap ada.

Hampir seribu warga pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) sejak pagi hingga siang 
menyerbu kantor Kecamatan Matraman, di Jakarta Timur, Senin (27/6/2016). 
Kedatangan warga yang berbondong-bondong itu untuk mendapatkan daging murah 
melalui dana KJP.(Robertus Belarminus)

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Sandi, akan menggelontorkan dana sebanyak mungkin 
untuk subsidi daging.

Baca juga : Anies-Sandiaga Tak Berikan Penyertaan Modal kepada 5 BUMD DKI

Saat ditanya mengenai sumber dana, Sandi hanya menyebutkan, PMD PD Dharma Jaya 
yang dinolkan adalah untuk dana yang akan digunakan bagi tempat pemotongan 
ayam. Sandi menyebut PMD itu berbeda dengan dana modal untuk PD Dharma Jaya.

Sandi mengatakan akan bertemu dengan jajaran direksi badan usaha milik daerah 
(BUMD) khusus pangan untuk membahas soal subsidi bahan pangan.

[Non-text portions of this message have been removed]


  #yiv8669289017 #yiv8669289017 -- #yiv8669289017ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-mkp #yiv8669289017hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mkp #yiv8669289017ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mkp .yiv8669289017ad 
{padding:0 0;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mkp .yiv8669289017ad p 
{margin:0;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mkp .yiv8669289017ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-sponsor 
#yiv8669289017ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-sponsor #yiv8669289017ygrp-lc #yiv8669289017hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-sponsor #yiv8669289017ygrp-lc .yiv8669289017ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8669289017 #yiv8669289017actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8669289017
 #yiv8669289017activity span {font-weight:700;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv8669289017 #yiv8669289017activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8669289017 #yiv8669289017activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv8669289017 #yiv8669289017activity span 
.yiv8669289017underline {text-decoration:underline;}#yiv8669289017 
.yiv8669289017attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv8669289017 .yiv8669289017attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv8669289017 .yiv8669289017attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8669289017 .yiv8669289017attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8669289017 .yiv8669289017attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv8669289017 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv8669289017 .yiv8669289017bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8669289017 
.yiv8669289017bold a {text-decoration:none;}#yiv8669289017 dd.yiv8669289017last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8669289017 dd.yiv8669289017last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8669289017 
dd.yiv8669289017last p span.yiv8669289017yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv8669289017 div.yiv8669289017attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv8669289017 div.yiv8669289017attach-table 
{width:400px;}#yiv8669289017 div.yiv8669289017file-title a, #yiv8669289017 
div.yiv8669289017file-title a:active, #yiv8669289017 
div.yiv8669289017file-title a:hover, #yiv8669289017 div.yiv8669289017file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8669289017 div.yiv8669289017photo-title a, 
#yiv8669289017 div.yiv8669289017photo-title a:active, #yiv8669289017 
div.yiv8669289017photo-title a:hover, #yiv8669289017 
div.yiv8669289017photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8669289017 
div#yiv8669289017ygrp-mlmsg #yiv8669289017ygrp-msg p a 
span.yiv8669289017yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8669289017 
.yiv8669289017green {color:#628c2a;}#yiv8669289017 .yiv8669289017MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv8669289017 o {font-size:0;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017photos div {float:left;width:72px;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8669289017
 #yiv8669289017reco-category {font-size:77%;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017reco-desc {font-size:77%;}#yiv8669289017 .yiv8669289017replbq 
{margin:4px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-mlmsg select, #yiv8669289017 input, #yiv8669289017 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-mlmsg pre, #yiv8669289017 code {font:115% 
monospace;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-mlmsg #yiv8669289017logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-msg 
p#yiv8669289017attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-reco #yiv8669289017reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-sponsor 
#yiv8669289017ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-sponsor #yiv8669289017ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-sponsor #yiv8669289017ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv8669289017 #yiv8669289017ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8669289017 
#yiv8669289017ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv8669289017   

Kirim email ke