Hujan Abu Seperti Mutiara Guyur Desa Ban, PVMBG Menduga Itu Lapili Sabtu, 9 Desember2017 12:39 WIB TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hujan lapilimulai mengguyur Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017). Hujan Lapili terjadi sekitar pukul 08.30Wita, atau sesaat setelah gunung Agung mengalami erupsi dan mengeluarkan asappekat setinggi sekitar 2000 meter. Perbekel Desa Ban, Kubu, I Wayan Potagmenjelaskan, hujan lapili tersebut sempat mengagetkan masyarakat dirinya. Hujan lapili bahkan sampai membuat atapseng di kediamannya bersuara. "Seperti hujan abu, tapi lebihbesar. Bentuknya bulat, dan menyerupai seperti pelor. Membuat atap seng sampaiberbunyi. Setelah diambil dan diremukan, dia jadi debu," ujar WayanPotag Hujan lapili tersebut berlangsungsingkat, atau kurang dari 1 menit mengikuti awan. Lapili itupun lalu diambil oleh WayanPotag, dan dimasukannya ke dalam plastik. "Saya sudah masukan ke dalamplastik. Nanti biar bisa dicek oleh petugas, ini sebenarnya apa,"jelasnya. Sementara, Kepala Bidang Mitigasi PusatVulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika menjelaskan,kemungkinan besar benda yang jatuh di Desa Ban yang berjarak 3 Km dari puncakgunung Agung tersebut adalah Lapili. Lapili adalah material vulkanik berupaabu, namun memiliki ukuran yang lebih besar. "Kemungkinan besaritu Lapili, itu lumrah keluar saat gunung mengalami erupsi. Tapi nanti akankita pastikan lagi, dan kita ambil sampelnya," jelas Gede Suantika. Sementara, Kepala Sub-Bidang MitigasiPemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbanamenjelaskan, butiran berwarna abu berbentuk bundar produk erupsi Gunung Agungdi atas dalam istilah vulkanologi dinamakan Accretionary Lapilli. Ini dapat terbentuk pada kolom erupsikarena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis. Kondisi yg dimaksud terjadi di saatmaterial abu berinteraksi dengan air, bisa air dari kawah (sehingga ini seringdiasosiasikan dengan letusan freatomagmatik). Tapi kelembaban ini juga bisa bersumberpada kondisi meteorologis, misal, abu yang disemburkan berinteraksi dengan awanhujan. "Nah saat kondisi-kondisi ituterpenuhi maka kumpulan abu tersebut menjadi berbentuk bulat. Jadi itusebenarnya masih abu tapi terkumpul jadi berbentuk granule," JelasDevy Warga Bingung Pertanda Apa Hujan abu vulkanik kembali melandaKecamatan Kubu, tepatnya di Desa Ban, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017)sekitar pukul 08.00 Wita. Hanya saja hujan abu sekarang dirasaaneh. Bentuk abunya berbeda dengan abu yangturun saat erupsi sebelumnya. Perbekel Desa Ban, I Wayan Potagmengatakan, bentuk abu yang keluar dari Gunung Agung bulat seperti mutiara. Cuma diameternyalebih kecil dari mutiara. Hujan abu tadi menyisir seluruh Banjar diDesa Ban. Kemungkinan juga menyisir desa lain di Kubu. "Kejadiannya saat saya sedang dirumah. Hujan abu tadi lumayan. Tapi tak ada korban. Warga Ban di KRB III dan IIsudah kosong, sepi. Yang masih bertahan yakni warga Ban KRB I. Seperti BanjarBan, Panek, dan Manik Aji," katanya. Ditambahkan, hujan abu hari ini memanganeh. Banyak warga yang bertanya karena bentuk abunya bulat seperti mutiara. Bunyinyacukup keras saat jatuh ke rumah warga beratapkan seng. "Kita blum tahu ini hujan apa. Anehsekali. pertanda apa?, kita juga belum tahu.Masalah ini sudah dikomunikasikandengan pasemetonan jaga baya (pasebaya)," tambah I Wayan Potag. Seperti diketahui, Desa Ban terdiri dari15 Banjar Dinas. Sebanyak 6 Banjar Dinas masuk KRB III, 6 Banjar Dinas masukKRB II, dan 3 Banjar Dinas masuk KRB I. Untuk warga di KRB III dan II semuamengungsi. Sedangkn KRB I masih bertahan di rumah. (*)
[GELORA45] Hujan Abu Seperti Mutiara Guyur Desa Ban
ajeg [email protected] [GELORA45] Fri, 08 Dec 2017 23:46:05 -0800
- [GELORA45] Hujan Abu Seperti Mutiara G... ajeg [email protected] [GELORA45]
- Re: [GELORA45] Hujan Abu Seperti ... kh djie [email protected] [GELORA45]
