Pertanda apa ? Pertanda gunung berapi, sakitr perut,  sedang muntah
muntah........

2017-12-09 8:41 GMT+01:00 ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> *Hujan Abu Seperti Mutiara Guyur Desa Ban, *
> *PVMBG Menduga Itu Lapili*
>
> Sabtu, 9 Desember 2017 12:39 WIB
>
> *TRIBUN-BALI.COM <http://TRIBUN-BALI.COM>, SEMARAPURA -* Hujan lapili
> mulai mengguyur Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Sabtu
> (9/12/2017).
>
> Hujan Lapili terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, atau sesaat setelah gunung
> Agung mengalami erupsi dan mengeluarkan asap pekat setinggi sekitar 2000
> meter.
>
> Perbekel Desa Ban, Kubu, I Wayan Potag menjelaskan, hujan lapili tersebut
> sempat mengagetkan masyarakat dirinya.
>
> Hujan lapili bahkan sampai membuat atap seng di kediamannya bersuara.
>
> "Seperti hujan abu, tapi lebih besar. Bentuknya bulat, dan menyerupai
> seperti pelor. Membuat atap seng sampai berbunyi. Setelah diambil dan
> diremukan, dia  jadi debu," ujar Wayan Potag
>
> Hujan lapili tersebut berlangsung singkat, atau kurang dari 1 menit
> mengikuti awan. Lapili itupun lalu diambil oleh Wayan Potag, dan
> dimasukannya ke dalam plastik.
>
> "Saya sudah masukan ke dalam plastik. Nanti biar bisa dicek oleh petugas,
> ini sebenarnya apa," jelasnya.
>
> Sementara, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
> Geologi I Gede Suantika menjelaskan, kemungkinan besar benda yang jatuh di
> Desa Ban yang berjarak 3 Km dari puncak gunung Agung tersebut adalah Lapili.
>
> Lapili adalah material vulkanik berupa abu, namun memiliki ukuran yang
> lebih besar.
>
> "Kemungkinan besar itu Lapili, itu lumrah keluar saat gunung mengalami
> erupsi. Tapi nanti akan kita pastikan lagi, dan kita ambil sampelnya,"
> jelas Gede Suantika.
>
> Sementara, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur
> PVMBG,  Devy Kamil Syahbana menjelaskan, butiran berwarna abu berbentuk
> bundar produk erupsi Gunung Agung di atas dalam istilah vulkanologi
> dinamakan Accretionary Lapilli.
>
> Ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya
> elektrostatis. Kondisi yg dimaksud terjadi di saat material abu
> berinteraksi dengan air, bisa air dari kawah (sehingga ini sering
> diasosiasikan dengan letusan freatomagmatik).
>
> Tapi kelembaban ini juga bisa bersumber pada kondisi meteorologis, misal,
> abu yang disemburkan berinteraksi dengan awan hujan.
>
> "Nah saat kondisi-kondisi itu terpenuhi maka kumpulan abu tersebut menjadi
> berbentuk bulat. Jadi itu sebenarnya masih abu tapi terkumpul jadi
> berbentuk granule," Jelas Devy
>
> *Warga Bingung Pertanda Apa*
>
> Hujan abu vulkanik kembali melanda Kecamatan Kubu, tepatnya di Desa Ban,
> Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017) sekitar pukul 08.00 Wita.
>
> Hanya saja hujan abu sekarang dirasa aneh. Bentuk abunya berbeda dengan
> abu yang turun saat erupsi sebelumnya.
>
> Perbekel Desa Ban, I Wayan Potag mengatakan, bentuk abu yang keluar dari
> Gunung Agung bulat seperti mutiara. Cuma diameternya lebih kecil dari
> mutiara.
>
> Hujan abu tadi menyisir seluruh Banjar di Desa Ban. Kemungkinan juga
> menyisir desa lain di Kubu.
>
> "Kejadiannya saat saya sedang di rumah. Hujan abu tadi lumayan. Tapi tak
> ada korban. Warga Ban di KRB III dan II sudah kosong, sepi. Yang masih
> bertahan yakni warga Ban KRB I. Seperti Banjar Ban, Panek, dan Manik Aji,"
> katanya.
>
> Ditambahkan, hujan abu hari ini memang aneh. Banyak warga yang bertanya
> karena bentuk abunya bulat seperti mutiara. Bunyinya cukup keras saat jatuh
> ke rumah warga beratapkan seng.
>
> "Kita blum tahu ini hujan apa. Aneh sekali. pertanda apa?, kita juga belum
> tahu.Masalah ini sudah dikomunikasikan dengan pasemetonan jaga baya
> (pasebaya)," tambah I Wayan Potag.
>
> Seperti diketahui, Desa Ban terdiri dari 15 Banjar Dinas. Sebanyak 6
> Banjar Dinas masuk KRB III, 6 Banjar Dinas masuk KRB II, dan 3 Banjar Dinas
> masuk KRB I.
>
> Untuk warga di KRB III dan II semua mengungsi. Sedangkn KRB I masih
> bertahan di rumah. (*)
>
>
> 
>

Kirim email ke