*Kenaikan harga listrik dan batubara bukan saja pukul industri semen tetapi
juga akan menyebabkan reaksi berantai kepada sektor-sektor lain dan akan
juga kepada kenaikan harga bahan kebutuhan sehari-hari (sembako). Akibat
reaksi lain ialah angka kemiskinan akan bisa turut naik, jadi usaha
menguruangi kemiskinan menjadi lebih sulit dicapai targetnya. Sekarang
menurut koran beberapa hari lalu adalah 35% ddari jumlah penduduk.*


http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/karya-bangsa/17/12/09/p0oyhb368-kenaikan-harga-listrik-dan-batubara-pukul-industri-semen



Sabtu , 09 Desember 2017, 18:42 WIB

*Kenaikan Harga Listrik dan Batubara Pukul Industri Semen*

Red: Dwi Murdaningsih

ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --  Penjualan PT Semen Indonesia (SI) secara
umum hingga Oktober 2017 tumbuh 8,1 persen dengan total penjualan mencapai
25,8 juta ton.

Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Group, Sigit Wahono dalam
acara bersama wartawan di Yogyakarta, Sabtu (9/12) mengatakan meski secara
penjualan naik, namun secara profit turun akibat penurunan harga jual
dikarenakan persaingan usaha.

Selain itu, kata dia, karena beban produksi berupa kenaikan harga dasar
listrik dan batubara. Sementara secara umum, kata dia rata-rata pertumbuhan
anak usaha Semen Indonesia mencapai 11 persen.

"Dari rata-rata pertumbuhan yang diraih, kebanyakan dari semen curah yakni
mengalami peningkatan 37 persen, sedangkan untuk penjualan ritel hanya
tumbuh 2 persen," kata dia.

Sedangkan penjualan yang paling dominasi ada di Jawa Timur, dan hingga
Oktober tercatat sebesar 45,4 persen.

"Kami masih memiliki banyak strategi. Salah satunya  mendirikan banyak anak
perusahaan baru, dan di anak usaha ini kami memiliki saham 99 persen,
seperti menyediakan material bangunan  di luar semen," katanya.

Kirim email ke