https://www.jawapos.com/read/2017/12/09/173613/pengamat-divestasi-freeport-seharusnya-sudah-rampung-akhir-2017



Pengamat: Divestasi Freeport Seharusnya Sudah Rampung Akhir 2017

Sabtu, 09 Dec 2017 14:34 | editor : Mochamad Nur

<https://www.jawapos.com/uploads/news/2017/12/09/pengamat-divestasi-freeport-seharusnya-sudah-rampung-akhir-2017_m_173613.jpeg>

Aktivitas PT Freeport Indonesia di tambang Grasberg, Timika, Papua Barat. *(AFP
Photo)*

Berita Terkait

   -

   Setelah Freeport Indonesia, Pemerintah Siap Akuisisi PI Rio Tinto
   
<https://www.jawapos.com/read/2017/12/06/172800/setelah-freeport-indonesia-pemerintah-siap-akuisisi-pi-rio-tinto>
   -

   Jadi Holding BUMN Tambang, Inalum Siap Akuisisi Saham Freeport
   
<https://www.jawapos.com/read/2017/11/29/171498/jadi-holding-bumn-tambang-inalum-siap-akuisisi-saham-freeport>
   -

   Bentuk Holding BUMN Tambang, Ini Kritik Pengamat Energi
   
<https://www.jawapos.com/read/2017/11/24/170483/bentuk-holding-bumn-tambang-ini-kritik-pengamat-energi>

*JawaPos.com –* Pemerintah terus berupaya agar divestasi 51 persen saham PT
Freeport Indonesia (PTFI) tidak memakan waktu yang terlalu lama dan bisa
segera direalisasikan. Proses akuisisi sejauh ini sudah berjalan secara
bertahap sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan PTFI.

Pengamat Energi dan Migas UGM, Fahmy Radhi menilai, tahapan divestasi saham
PTFI oleh holding BUMN Industri Pertambangan tersebut seharusnya bisa
dirampungkan paling lambat akhir 2017. Dengan begitu, awal 2018 proses
divestasi 51 persen saham tersebut sudah selesai.

“Kalau Freeport belum juga menyetujuinya, sebaiknya pemerintah jangan
memperpanjang izin ekspor konsentrat,” tegas Fahmy saat dihubungi, Sabtu
(9/12).

Sejauh ini, lanjut Fahmy, PTFI sudah menyetujui kesepatan dasar untuk
mengubah Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)
dengan tiga persyaratan, yakni smelterisasi, divestasi 51 persen saham, dan
tax rezim. Akan tetapi, PTFI belum menyetujui mekanisme dan perhitungan
harga sahamnya.

“Ini yang harus segera diselesaikan pemerintah agar semuanya berjalan cepat
sesuai rencana,” tuturnya.

Sementara itu, kata Fahmy, jumlah dana yang dibutuhkan oleh BUMN tambang
tidak bisa langsung ditentukan. Pasalnya, saat ini harga saham Freeport
masih dalam penghitungan harga.

“Kalau penetapan saham dengan memasukkan aset dan cadangan hingga 2021,
diperkirakan dibutuhkan investasi sekitar Rp 70 triliun. Tapi jika
memasukkan aset dan cadangan hingga 2041, investasi yang dibutuhkan sekitar
Rp 138 triliun,” kata Fahmy.

Sementara itu, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo Ariotedjo
mengatakan, akuisisi 51 persen saham Freeport adalah PR besar bagi holding
BUMN Industri Pertambangan.

“Dengan mengakuisisi Freeport, kita (negara) bisa menguasai coper dan emas.
Melalui holdingisasi, kami akan semakin kuat dan bisa melakukan akuisisi
untuk proyek-proyek skala besar karena skala bisnis bisa dileverage,
dimultiply,” pungkasnya.

Kirim email ke