From: Awind [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, December 10, 2017 7:23 AM

  



http://lifestyle.kompas.com/read/2017/12/09/211540720/7-kiat-menjaga-kesehatan-jantung




7 Kiat Menjaga Kesehatan Jantung 


Kompas.com - 09/12/2017, 21:15 WIB

Ilustrasi serangan jantung(stevanovicigor)


KOMPAS.com - Penyakit jantung memang menjadi salah satu penyebab utama 
kematian. 

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di 
dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Artinya, angka tersebut 
mencapai 31 persen dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Lebih dari tiga per empat kematian akibat penyakit kardiovaskularnini terjadi 
di negara berkembang, dan berpenghasilan rendah sampai sedang.

Baca juga : Sengaja Tidak Sarapan Bisa Bahayakan Jantung 

Bagaimana dengan di Indonesia? 

Survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 menunjukkan Penyakit Jantung 
Koroner (PJK) di Indonesia menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur 
setelah stroke. Jumlahnya mencapai 12,9 persen. 

Data Riskedas tahun 2013 juga menunjukkan prevalensi tertinggi untuk penyakit 
kardiovaskular di Indonesia adalah PJK, sebesar 1,5 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, PJK paling banyak terjadi pada kelompok 
umur 65-74 tahun (3,6 persen) diikuti kelompok umur 75 tahun ke atas (3,2 
persen), kelompok umur 55-64 tahun (2,1 persen) dan kelompok umur 35-44 tahun 
(1,33 persen).

Meskipun Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengubah beberapa faktor risiko 
-seperti riwayat keluarga, jenis kelamin atau usia, namun ada beberapa langkah 
pencegahan yang dapat Anda lakukan.

Anda bisa terhindar dari masalah jantung di masa depan dengan menerapkan gaya 
hidup sehat.

Berikut adalah tujuh kiat mencegah penyakit jantung. 

1. Jauhi rokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko paling signifikan untuk mengembangkan 
penyakit jantung.

Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, menyebabkan 
penyempitan arteri akibat penumpukan plak (aterosklerosis).

Baca juga : Poligami Bisa Bikin Pria Sakit Jantung 



Atherosclerosis akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung.

Karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan beberapa oksigen dalam darah. 
Hal ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dengan memaksa jantung 
bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.

Wanita yang merokok dan minum pil KB berisiko lebih besar terkena serangan 
jantung atau stroke daripada mereka yang tidak merokok atau minum pil KB. 
Sebab, keduanya dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.

2. Olahraga 30 menit setiap hari

Aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan berat badan dan mengurangi 
kesempatan  untuk mengembangkan kondisi lain yang dapat membuat tekanan pada 
jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Secara umum, Anda harus melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dengan 
kecepatan tinggi, selama sekitar 30 menit pada hampir setiap hari dalam 
seminggu.

Berolahraga hanya 10 menit setiap hari pun cukup memberikan manfaat besar untuk 
jantung. 

3. Konsumsi makanan yang baik 

Mengonsumsi makanan sehat bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Diet kaya 
buah, sayuran dan biji-bijian dapat membantu melindungi jantung.

Baca juga : Berapa Besar Kemungkinan Terjadi Serangan Jantung Saat Bercinta? 

Konsumsi juga kacang, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, daging tanpa 
lemak, dan ikan sebagai bagian dari makanan sehat.

Hindari terlalu banyak garam dan gula dalam makanan. Selain itu, membatasi 
lemak tertentu yang Anda makan juga merupakan hal penting.

Dari jenis lemak - jenuh, polyunsaturated, monounsaturated, dan trans fat, 
usahakan membatasi atau menghindari lemak jenuh dan lemak trans.

Usahakan menjaga lemak jenuh hingga 5-6 persen dari kalori harian Anda. Dan 
cobalah untuk menghindari lemak trans dari makanan Anda.

Sumber utama lemak jenuh meliputi: daging merah, produk susu berlemak penuh, 
kelapa dan minyak sawit.

Sumber lemak trans meliputi: makanan yang digoreng, produk roti, makanan ringan 
kemasan, margarin, kerupuk, keripik, dan kue kering.

Jika label nutrisi memiliki istilah "sebagian terhidrogenasi" atau 
"terhidrogenasi," itu berarti produk mengandung lemak trans.

Tapi, Anda tidak perlu memotong semua lemak dari makanan Anda. Lemak sehat dari 
sumber nabati - seperti alpukat, kacang-kacangan, zaitun dan minyak zaitun - 
membantu jantung Anda dengan menurunkan jenis kolesterol jahat.

4. Pertahankan berat badan yang sehat

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan peluang 
terkena penyakit jantung -termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan 
diabetes.

Sindrom metabolik -kombinasi lemak di sekitar perut, tekanan darah tinggi, gula 
darah tinggi dan trigliserida tinggi, juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Salah satu cara untuk melihat apakah berat badan Anda sehat adalah menghitung 
indeks massa tubuh (BMI).

Ini yang mempertimbangkan tinggi dan berat badan dalam menentukan apakah Anda 
memiliki persentase lemak tubuh sehat atau tidak sehat.

Baca juga : 9 Kebiasaan yang Wajib Diterapkan untuk Menjaga Kesehatan Jantung 

Angka BMI 25 dan lebih tinggi, umumnya dikaitkan dengan kolesterol tinggi, 
tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Lingkar pinggang juga bisa menjadi alat yang berguna untuk mengukur seberapa 
banyak lemak perut yang Anda miliki.

Pria umumnya dianggap kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka lebih 
besar dari 101,6 centimeter.

Wanita umumnya kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka lebih besar 
dari 88,9 centimeter.

5. Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur tidak hanya membuat Anda menguap sepanjang hari tapi juga 
membahayakan kesehatan.

Orang yang kurang tidur memiliki risiko obesitas lebih tinggi, tekanan darah 
tinggi, serangan jantung, diabetes dan depresi.

Kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh sampai sembilan jam tidur setiap 
malam.

Salah satu tanda Anda cukup tidur adalah Anda terbangun tanpa alarm dan merasa 
segar kembali.

Tapi jika membutuhkan perjuangan untuk bangun dari tempat tidur, itu pertanda 
Anda butuh lebih banyak tidur. 

6. Mengelola stres

Beberapa orang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat - seperti makan 
berlebihan, minum atau merokok.

Menemukan cara alternatif untuk mengelola stres - seperti aktivitas fisik, 
latihan relaksasi atau meditasi - dapat membantu memperbaiki kesehatan Anda.

Baca juga : Ini Waktu Serangan jantung Paling Sering Terjadi 

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi bisa merusak jantung dan pembuluh 
darah Anda.

Namun tanpa tes, Anda mungkin tidak akan tahu apakah Anda memiliki kondisi ini. 
Lakukan pemetaan untuk memantau kesehatan Anda.

Tekanan darah 

Anda harus menjalani tes tekanan darah setidaknya dua tahun sekali untuk 
menyaring tekanan darah tinggi sebagai faktor risiko penyakit jantung dan 
stroke, mulai usia 18 tahun.

Jika Anda berusia 40 atau lebih, atau Anda berusia antara 18 dan 39 dengan 
tekanan darah tinggi yang tinggi, mintalah dokter untuk membaca tekanan darah 
setiap tahun.

Tekanan darah optimal kurang dari 120/80 milimeter merkuri (mm Hg).

Kadar kolesterol

Orang dewasa umumnya harus mengukur kadar kolesterol setiap lima tahun mulai 
usia 18 tahun.

Pengujian sebelumnya mungkin dianjurkan jika Anda memiliki faktor risiko lain, 
seperti riwayat keluarga.

Pemetaan diabetes

Diabetes adalah faktor risiko untuk mengembangkan penyakit jantung, Anda 
mungkin ingin mempertimbangkan untuk memetakan diabetes.

Jika Anda memiliki kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, 
atau diabetes, dokter mungkin meresepkan obat dan merekomendasikan perubahan 
gaya hidup.

Pastikan untuk minum obat sesuai resep dokter Anda dan ikuti rencana gaya hidup 
sehat.



EditorGlori K. Wadrianto
SumberMeetdoctor







Kirim email ke