http://lifestyle.kompas.com/read/2017/12/09/211540720/7-kiat-menjaga-kesehatan-jantung
7 Kiat Menjaga Kesehatan Jantung
Kompas.com - 09/12/2017, 21:15 WIB
Ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi serangan jantung(stevanovicigor)
*KOMPAS.com* - Penyakit jantung <http://indeks.kompas.com/tag/jantung>
memang menjadi salah satu penyebab utama kematian.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta
orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Artinya, angka
tersebut mencapai 31 persen dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.
Lebih dari tiga per empat kematian akibat penyakit kardiovaskularnini
terjadi di negara berkembang, dan berpenghasilan rendah sampai sedang.
*Baca juga : Sengaja Tidak Sarapan Bisa Bahayakan Jantung
<http://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/03/104933720/sengaja-tidak-sarapan-bisa-bahayakan-jantung>
*
Bagaimana dengan di Indonesia?
Survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 menunjukkan Penyakit
Jantung <http://indeks.kompas.com/tag/jantung> Koroner (PJK) di
Indonesia menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah
stroke. Jumlahnya mencapai 12,9 persen.
Data Riskedas tahun 2013 juga menunjukkan prevalensi tertinggi untuk
penyakit kardiovaskular di Indonesia adalah PJK, sebesar 1,5 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, PJK paling banyak terjadi pada
kelompok umur 65-74 tahun (3,6 persen) diikuti kelompok umur 75 tahun ke
atas (3,2 persen), kelompok umur 55-64 tahun (2,1 persen) dan kelompok
umur 35-44 tahun (1,33 persen).
Meskipun Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengubah beberapa faktor
risiko -seperti riwayat keluarga, jenis kelamin atau usia, namun ada
beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan.
Anda bisa terhindar dari masalah jantung di masa depan dengan menerapkan
gaya hidup sehat.
Berikut adalah tujuh kiat mencegah penyakit jantung.
*1. Jauhi rokok*
Merokok adalah salah satu faktor risiko paling signifikan untuk
mengembangkan penyakit jantung.
Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah,
menyebabkan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (/aterosklerosis/).
*Baca juga : Poligami Bisa Bikin Pria Sakit Jantung
<http://lifestyle.kompas.com/read/2017/10/19/083700020/poligami-bisa-bikin-pria-sakit-jantung>
*
/Atherosclerosis/ akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung.
Karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan beberapa oksigen dalam
darah. Hal ini meningkatkan tekanan darah
<http://indeks.kompas.com/tag/tekanan-darah> dan detak jantung dengan
memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.
Wanita yang merokok dan minum pil KB berisiko lebih besar terkena
serangan jantung atau stroke daripada mereka yang tidak merokok atau
minum pil KB. Sebab, keduanya dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.
*2. Olahraga 30 menit setiap hari*
Aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan berat badan dan mengurangi
kesempatan untuk mengembangkan kondisi lain yang dapat membuat tekanan
pada jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol
<http://indeks.kompas.com/tag/kolesterol> tinggi, dan diabetes
<http://indeks.kompas.com/tag/diabetes>.
Secara umum, Anda harus melakukan olahraga ringan, seperti berjalan
dengan kecepatan tinggi, selama sekitar 30 menit pada hampir setiap hari
dalam seminggu.
Berolahraga hanya 10 menit setiap hari pun cukup memberikan manfaat
besar untuk jantung.
*3. Konsumsi makanan yang baik *
Mengonsumsi makanan sehat bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Diet
kaya buah, sayuran dan biji-bijian dapat membantu melindungi jantung.
*Baca juga : Berapa Besar Kemungkinan Terjadi Serangan Jantung Saat
Bercinta?
<http://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/16/051950220/berapa-besar-kemungkinan-terjadi-serangan-jantung-saat-bercinta>
*
Konsumsi juga kacang, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, daging
tanpa lemak, dan ikan sebagai bagian dari makanan sehat.
Hindari terlalu banyak garam dan gula dalam makanan. Selain itu,
membatasi lemak tertentu yang Anda makan juga merupakan hal penting.
Dari jenis lemak - jenuh, /polyunsaturated, monounsaturated,/ dan /trans
fat/, usahakan membatasi atau menghindari lemak jenuh dan lemak trans.
Usahakan menjaga lemak jenuh hingga 5-6 persen dari kalori harian Anda.
Dan cobalah untuk menghindari lemak trans dari makanan Anda.
Sumber utama lemak jenuh meliputi: daging merah, produk susu berlemak
penuh, kelapa dan minyak sawit.
Sumber lemak trans meliputi: makanan yang digoreng, produk roti, makanan
ringan kemasan, margarin, kerupuk, keripik, dan kue kering.
Jika label nutrisi memiliki istilah "sebagian terhidrogenasi" atau
"terhidrogenasi," itu berarti produk mengandung lemak trans.
Tapi, Anda tidak perlu memotong semua lemak dari makanan Anda. Lemak
sehat dari sumber nabati - seperti alpukat, kacang-kacangan, zaitun dan
minyak zaitun - membantu jantung Anda dengan menurunkan jenis kolesterol
jahat.
*4. Pertahankan berat badan yang sehat*
Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan
peluang terkena penyakit jantung -termasuk tekanan darah tinggi,
kolesterol tinggi, dan diabetes.
Sindrom metabolik -kombinasi lemak di sekitar perut, tekanan darah
tinggi, gula darah tinggi dan trigliserida tinggi, juga meningkatkan
risiko penyakit jantung.
Salah satu cara untuk melihat apakah berat badan Anda sehat adalah
menghitung indeks massa tubuh (BMI).
Ini yang mempertimbangkan tinggi dan berat badan dalam menentukan apakah
Anda memiliki persentase lemak tubuh sehat atau tidak sehat.
*Baca juga : 9 Kebiasaan yang Wajib Diterapkan untuk Menjaga Kesehatan
Jantung
<http://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/19/095809320/9-kebiasaan-yang-wajib-diterapkan-untuk-menjaga-kesehatan-jantung>
*
Angka BMI 25 dan lebih tinggi, umumnya dikaitkan dengan kolesterol
tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung
dan stroke.
Lingkar pinggang juga bisa menjadi alat yang berguna untuk mengukur
seberapa banyak lemak perut yang Anda miliki.
Pria umumnya dianggap kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka
lebih besar dari 101,6 centimeter.
Wanita umumnya kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka lebih
besar dari 88,9 centimeter.
*5. Tidur cukup dan berkualitas*
Kurang tidur tidak hanya membuat Anda menguap sepanjang hari tapi juga
membahayakan kesehatan.
Orang yang kurang tidur memiliki risiko obesitas lebih tinggi, tekanan
darah tinggi, serangan jantung, diabetes dan depresi.
Kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh sampai sembilan jam tidur
setiap malam.
Salah satu tanda Anda cukup tidur adalah Anda terbangun tanpa alarm dan
merasa segar kembali.
Tapi jika membutuhkan perjuangan untuk bangun dari tempat tidur, itu
pertanda Anda butuh lebih banyak tidur.
*6. Mengelola stres*
Beberapa orang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat - seperti
makan berlebihan, minum atau merokok.
Menemukan cara alternatif untuk mengelola stres - seperti aktivitas
fisik, latihan relaksasi atau meditasi - dapat membantu memperbaiki
kesehatan Anda.
*Baca juga : Ini Waktu Serangan jantung Paling Sering Terjadi
<http://lifestyle.kompas.com/read/2017/07/12/130901620/ini.waktu.serangan.jantung.paling.sering.terjadi>
*
*7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur*
Tekanan darah <http://indeks.kompas.com/tag/tekanan-darah> tinggi dan
kolesterol tinggi bisa merusak jantung dan pembuluh darah Anda.
Namun tanpa tes, Anda mungkin tidak akan tahu apakah Anda memiliki
kondisi ini. Lakukan pemetaan untuk memantau kesehatan Anda.
*Tekanan darah *
Anda harus menjalani tes tekanan darah setidaknya dua tahun sekali untuk
menyaring tekanan darah tinggi sebagai faktor risiko penyakit jantung
dan stroke, mulai usia 18 tahun.
Jika Anda berusia 40 atau lebih, atau Anda berusia antara 18 dan 39
dengan tekanan darah tinggi yang tinggi, mintalah dokter untuk membaca
tekanan darah setiap tahun.
Tekanan darah optimal kurang dari 120/80 milimeter merkuri (mm Hg).
*Kadar kolesterol*
Orang dewasa umumnya harus mengukur kadar kolesterol setiap lima tahun
mulai usia 18 tahun.
Pengujian sebelumnya mungkin dianjurkan jika Anda memiliki faktor risiko
lain, seperti riwayat keluarga.
*Pemetaan diabetes*
Diabetes <http://indeks.kompas.com/tag/diabetes> adalah faktor risiko
untuk mengembangkan penyakit jantung, Anda mungkin ingin
mempertimbangkan untuk memetakan diabetes.
Jika Anda memiliki kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah
tinggi, atau diabetes, dokter mungkin meresepkan obat dan
merekomendasikan perubahan gaya hidup.
Pastikan untuk minum obat sesuai resep dokter Anda dan ikuti rencana
gaya hidup sehat.
EditorGlori K. Wadrianto
SumberMeetdoctor <http://meetdoctor.com>