----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Tsasando' [email protected] [wahana-news] <[email protected]>Kepada: 'Yahoo! Inc.' <[email protected]>Terkirim: Minggu, 10 Desember 2017 05.37.20 GMT+1Judul: [wahana-news] Pemerintah Dinilai Abai Selesaikan Pelanggaran HAM, Tiga Hal Dijadikan Dalih
http://nasional.kompas.com/read/2017/12/04/17395251/pemerintah-dinilai-abai-selesaikan-pelanggaran-ham-tiga-hal-dijadikan-dalih PemerintahDinilai Abai Selesaikan Pelanggaran HAM, Tiga Hal Dijadikan Dalih ESTUSURYOWATI Kompas.com - 04/12/2017, 17:39WIB JAKARTA, KOMPAS.com -Direktur Amnesty International Indonesia,Usman Hamid, menyebut ada tiga fokus pemerintah yang justru menjadi dalih danmenenggelamkan isu hak asasi manusia (HAM). Akibatnya,menurut dia, penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu pun menjadi lambandirealisasikan. "Tigafokus tersebut adalah pertumbuhan ekonomi, moralitas, dan persatuan. Tiga fokusitu membuat penyelesaian kasus HAM masa lalu tenggelam, sekaligus menjadipembenaran baru pelanggaran HAM di masa kini," kata Usman dalam peresmiankantor Amnesty International Indonesia, di Jakarta, Senin (4/12/2017). Usmanlebih lanjut menuturkan, janji Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalamNawacita untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM seperti Tragedi 1965 atau TragediSemanggi-Trisakti, belum dipenuhi di tahun ketiga masa jabatannya. MenurutUsman, perhatian pemerintah tersedot dalam upaya memajukan pertumbuhan ekonomimelalui pembangunan infrastruktur. Perhatian pemerintah juga tersedot dalam upayamengatasi kelompok konservatif yang dianggap anti-Pancasila. Namun,disayangkan Usman, pemerintah justru menggunakan narasi nasionalisme yangsempit untuk memperkuat hegemoni kekuasaan. "Berbagaikebijakan pemerintah di tiga fokus ini juga banyak menimbulkan kasuspelanggaran HAM baru di Indonesia," tutur dia. Misalnya,sebut Usman, penggusuran paksa demi pertumbuhan ekonomi, pemidanaan atas dasarpenistaan agama, dan pemenjaraan mereka yang dianggap membahayakan persatuan. Kasuspenggusuran paksa, misalnya, terjadi dalam proyek pembangunan bandara diMajalengka Jawa Barat dan New Yogyakarta International Airport (NYIA),Kulonprogo, Yogyakarta. PenulisEstu Suryowati EditorBayu Galih
