----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: "[email protected]"
<[email protected]>Terkirim: Senin, 11 Desember 2017 04.21.07
GMT+1Judul: [GELORA45] PM Netanyahu tentang Yerusalem: Palestina mesti menerima
kenyataan
"Anda bisa membacanya dalam sebuah buku yang sangat bagus, yang disebut Injil,"
katanya. "Anda bisa membacanya melalui Alkitab. Anda bisa menyimaknya dalam
sejarah orang-orang Yahudi diaspora: di mana ibu kota Israel, kalau bukan di
Yerusalem?"
...
PM Netanyahu tentang Yerusalem: Palestina mesti menerima kenyataan
- 44 menit lalu
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Aksi protes di Beirut kembali berujung rusuh.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Palestina 'harus
bisa menerima kenyataan' bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel jika ingin
terus bergerak menuju perdamaian.
Ia mengatakan bahwa Yerusalem telah menjadi ibukota Israel selama 3.000 tahun
dan 'tidak pernah menjadi ibu kota dari rakyat (negara bangsa) lain.'
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan, bahwa dunia mengecam 'keputusan historik'
Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan
bermaksud memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv, namun, kata Netanyahu, ia tak
mendengar kutukan dunia terhadap serangan roket Hamas dari Jalur Gaza kepada
rakyat sipil Israel.
- Yerusalem: Indonesia didesak galang koalisi tolak keputusan Presiden Trump
- Apa yang mendasari pengakuan Trump atas Yerusalem? Tujuh hal yang harus
Anda ketahui
- Negara-negara Arab kecam pengakuan Trump 'Yerusalem ibukota Israel'
Berbagai aksi protes terus berlangsung di berbagai penjuru dunia, termasuk di
beberapa kota di Indonesia.
Sejumlah unjuk rasa berakhir dengan kekerasan, antara lain di dekat Kedutaan
Besar AS di Beirut, Lebanon.
Di Yerusalem sendiri, seorang warga Palestina ditangkap setelah menikam seorang
petugas keamanan Israel di sebuah stasiun bis sehingga menderita luka parah.
Dalam pernyataannya di Paris, sesudah berbicara dengan Presiden Prancis
Emmanuel Macron, Netanyahu mengatakan bahwa upaya untuk 'menyangkal hubungan
yang sudah berlangsung ribuan tahun antara bangsa Yahudi dengan Yerusalem
merupakan hal yang absurd.'
"Anda bisa membacanya dalam sebuah buku yang sangat bagus, yang disebut Injil,"
katanya. "Anda bisa membacanya melalui Alkitab. Anda bisa menyimaknya dalam
sejarah orang-orang Yahudi diaspora: di mana ibu kota Israel, kalau bukan di
Yerusalem?"
"Makin cepat Palestina menerima kenyataan ini, makin cepat kita bergerak menuju
perdamaian."
Hak atas fotoAFP/GETTY IMAGESImage captionPara pengunjuk rasa di Tepi Barat
meluapkan kemarahan.
Perang kata-kata Israel-Turki
Di Turki, Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan kepada massa dalam sebuah
unjuk rasa besar di Istanbul bahwa dia tak akan membiarkan Yerusalem kepada
'negara yang membunuh anak-anak.'
Erdoğan menyebut Yerusalem adalah masalah yang merupakan suatu 'garis merah'
bagi umat Islam, dan memperingatkan bahwa Turki bisa memutuskan hubungan
diplomatik mereka dengan Israel terkait masalah ini.
PM Netanyahu membalas dengan mengatakan, Erdogan telah 'menyerang Israel.'
"Saya tidak akan mau dikuliahi tentang moralitas dari seorang pemimpin yang
membom desa-desa Kurdi di Turki, yang mememnajarakan para jurnalis, dan
membantu Iran mengakali sanksi internasional, dan membantu kaum teroris
termasuk yang di Gaza, membunuh orang-orang biasa," tandas Netanyahu.
Baru tahun lalu Turki memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel, setelah
selama enam tahun Turki memutuskan hubungan setelah Israel menewaskan sembilan
aktivis Turki pro Palestina dalam bentrokan dengan pasukan komando israel di
sebuah kapal yang berusaha menembus blokase Israel atas Gaza.
- Yerusalem dan langkah Donald Trump: Sejumlah kunci masalah
- Donald Trump: Yerusalem adalah ibu kota Israel
- Yerusalem: Tiga hal yang perlu Anda ketahui tentang kota suci
Sementara itu, juru bicara wakil presiden AS, Mike Pence, mengecam keras
Otoritas Palestina, dan mengatakan 'sangat disayangkan' bahwa Presiden
Palestina Mahmoud Abbas menolak bertemu dengan Wapres Mike Pence yang akan
berkunjung ke kawasan itu pekan depan.
Di Mesir, para pemuka agama Islam dan kristen juga membatalkan jadwal pertemuan
dengan Wapres Pence sebagai protes atas langkah AS.