Ruhut: Yang Zalimi Ahok Mestinya Malu, Prestasi Mereka Apa Selain Bikin Rusuh? 
http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/118142/ruhut.yang.zalimi.ahok.mestinya.malu..pr
 
 Minggu, 10 Desember 2017 | 14:28 WIB

 

 
Ruhut bersama Ahok saat kampanye (dok.lajuberita)

 

 JAKARTA, NNC - Politisi Ruhut Sitompul 
http://www.netralnews.com/news/tag/ruhut%20sitompul mengomentari masuknya nama 
mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok dalam daftar 'Top 100 Global Thinkers 
2017' versi majalah Foreign Policy, dan disejajarkan dengan para pemikir dunia 
lainnya.
 Ruhut mengatakan, dengan pengakuan dunia akan prestasi Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok ini, seharusnya membuat orang-orang 
yang memenjarakan dia di kasus penistaan agama, merasa malu.
 "Dunia internasional mengakui beliau adalah seorang berlian, jadi siapapun 
yang membuat dia harus dipenjara mestinya malu, karena dia nggak ada salahnya 
itu. Dia ditahan karena politis," kata Ruhut kepada NNC, Jumat (8/12/2017).
 Bahkan mantan petinggi Partai Demokrat itu mempertanyakan pihak-pihak yang 
kerap menzalimi Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok, untuk menunjukkan 
prestasi apa yang sudah mereka perbuat untuk bangsa dan negara ini.
 "Indonesia harus bangga (atas prestasi Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok), dan siapa yang menzalimi dia mestinya 
malu, karena yang menzalimi dia prestasi apa yang mereka buat? Yang ada bikin 
rusuh di Republik ini saja kan," ungkap Ruhut.
 Sebelumnya diberitakan, Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok menjadi 
satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 'Top 100 Global Thinkers 
2017' versi majalah bergengsi Foreign Policy, bersanding dengan tokoh-tokoh 
lain dari berbagai negara.
 Mereka dipilih berdasarkan kriteria pemikiran dan aktivitas seseorang 
sepanjang tahun 2016, yang dinilai mampu menentang situasi buruk, sehingga 
bersumbangsih untuk mengubahnya.
 Nama-nama yang masuk 'Top 100 Global Thinker' yang dirilis setiap tahun ini, 
berasal dari berbagai profesi, mulai dari presiden, legislator, teknokrat, 
pelawak, pengusaha hingga pembuat film.
 Dalam 'Top 100 Global Thinkers 2017' ini, Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok bersanding dengan nama-nama seperti, 
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Irak Haider Abadi, Presiden 
Prancis Emmanuel Macron, juga sejumlah aktivis perempuan Arab Saudi.
 Lantas, apa yang mendasari 'Foreign Policy' memilih Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok masuk dalam 'Top 100 Global Thinkers 
2017'? Ternyata pihak majalah tersebut menganggap, Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok sebagai tokoh yang melawan hantu 
fundamentalis.
 "Basuki Tjahaja Purnama, for standing up to Indonesia's creeping 
fundamentalism," tulis Associate Editor Foreign Policy, Benjamin Soloway, Rabu 
(6/12/2017).
 Selain itu, Benjamin menyebut Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok 
bukanlah tipe ideal bagi politikus Indonesia. Hal itu karena Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok berasal dari kelompok minoritas di 
negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
 "Bermulut tajam (kasar), keturunan asal Tiongkok 
http://www.netralnews.com/news/tag/tiongkok dan beragama Protestan di negara 
dengan penduduk mayoritas muslim terbesar dunia. Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok bukan tipe ideal untuk politikus di 
Indonesia seperti kebanyakan orang. Mungkin ini perbedaan itu yang bisa bekerja 
dirinya," ungkap Benjamin.
 Sekadar informasi, 'Foreign Policy' adalah majalah kenamaan Amerika Serikat 
yang didirikan oleh Profesor dari Harvard dan rekannya Warren Demian Manshel 
sejak 1970. Topik majalah mencakup politik, ekonomi, integrasi, dan ide global.

 
 
 Reporter : Adiel Manafe
 Editor : Wulandari Saptono

 

Kirim email ke