Tiongkok jaman dulu :
Waktu terjadi malapetaka banjir, usul seorang menteri disetujui raja, dan
harus langsung dilaksanakan.
Tiap kelompok keluarga harus tanam 100 bambu di gunung atau di tepi sungai
untuk menahan erosi.
Bambu dapat menghisap banyak air di pohonnya, akarnya kuat sehingga tidak
terjadi erosi. Di musim
kemarau bambu melepaskan air yang dihisapnya di musim hujan.
   Tak banyak orang mengetahui jika pohon bambu merupakan salah satu tanaman
konservasi air.  Batangnya yang bolong dan beruas-ruas digunakan untuk
menyimpan
air saat kandungan air dalam tanah telah penuh  ( musim hujan) dan saat
musim kemarau, bambu akan melepaskan air yang telah diserapnya. Selain itu,
bambu mampu menghasilkan oksigen lebih banyak di udara, sekitar 35 persen.
Lihat : http://husnadiah.blogspot.nl/2013/01/menjaga-keseimbangan-air.html
Tiap klompok keluarga selain harus tanam, harus pelihara supaya tumbuh
subur, dan jaga tidak ditebang orang lain atau ditebang untuk keperluan
sendiri.
Baru boleh ditebang, dipakai sendiri atau dijual, kalau anak bambu sudah
besar. Jadi kelompok keluarga diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang
sekaligus,
dan hak memiliki.
Kalau di Tiongkok sekarang, ada perusahaan yang mengerjakan penanaman.
Tanah diboor sampai kedalaman tertentu dari suatu traktor. Kemudian orang
lain yang taruh tanaman dalam lubang, sehingga satu pohon bisa selesai
ditanam dengan cepat sekali. Di situ dipakai sistim bonus, tergantung
procentase tanaman yang hidup terus.
Tidak tahu bagaimana managementnya di Indonesia.
Waktu saya kerja, belakangan selain yang dulu2nya orang harus tahu tugas,
tanggung jawab dan wewenangnya, diajarkan tentang ownership. Siapa yang
dapat
tugas, harus melaksanakan seperti miliknya sendiri (sense of belonging).
Tetapi jangan diselewengkan artinya lalu jadi Indonesia miliknya, jadi
boleh dikorupsi semaunya......
Ya, kalau orang Solo, ya sudah puluhan tahun tahu itu sebagai bagian ajaran
Mangkunegoro :
http://www.akarpadinews.com/read/humaniora/menguji-rasa-memiliki



2017-12-10 7:31 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* Sri Isni <[email protected]>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Terkirim:* Sabtu, 9 Desember 2017 22.12.57 GMT+1
> *Judul:* : Jokowi Anggaran Kemenhut Besar dan Habis, Mana yang Sudah
> Hijau - Kompas.com
>
>
>
>    - Home <http://www.kompas.com/>
>    - News <http://news.kompas.com/>
>    - Regional <http://regional.kompas.com/>
>
> Jokowi: Anggaran Kemenhut Besar dan Habis, Mana yang Sudah Hijau?
> Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
> Kompas.com - 09/12/2017, 15:53 WIB
> Kompas.com/Markus Yuwono Presiden Joko Widodo saat mengunjungi jembatan
> rusak di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.
>
> *YOGYAKARTA,KOMPAS.com —*  Presiden Joko Widodo berharap jajarannya untuk
> jujur dalam menyatakan jumlah pohon <http://indeks.kompas.com/tag/Pohon>
> yang ditanam. Dia akan mengecek langsung jumlah pohon yang ditanam.
>
> "Tadi sudah kita tanam 45.000 pohon. Bener? Saya hitung bener. Biasanya
> tiap tahun melihat menanam hari menanam pohon. Yang ditanam 1 miliar pohon,
> 1 juta pohon. Saya hitung sampai puluhan tahun sampai laut sudah ada
> pohonnya," kata Jokowi <http://indeks.kompas.com/tag/Jokowi> dalam acara
> Hari Menanam Pepohonan Indonesia (HMPI) di Desa Karang Asem, Kecamatan
> Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017).
>
> "Saya lebih senang angka riil. 45.000 (harus) angka riil. Ini pun harus
> saya cek saya harus ini hidup 45.000 atau hanya hidup 2.000 atau
> jangan-jangan hanya 3 batang," lanjut dia
>
> Dalam peringatan HMPI itu, sebanyak 45.000 pohon ditanam, 42.000 pohon di
> antaranya sudah ditanam, dan 3.000 sisanya ditanam Presiden Jokowi bersama
> berbagai masyarakat.
>
> *Baca juga: Di Gunung Kidul, Presiden Jokowi Canangkan Gerakan Penanaman
> Pohon Nasional
> <http://regional.kompas.com/read/2017/12/09/15415271/di-gunungkidul-presiden-jokowi-canangkan-gerakan-penanaman-pohon-nasional>*
>
> Mantan Wali Kota Solo ini berharap program penanaman pohon tidak hanya
> berlangsung formalitas. Bertahun-tahun jajarannya melakukan hal monoton dan
> tak pernah berubah. Menurut Jokowi, pola demikian harus diubah. Apalagi,
> anggaran di Kementerian Kehutanan cukup besar.
>
> "Bertahun-tahun melakukan rutinitas, hal-hal yang menoton yang tidak
> pernah kita ubah," ujarnya.
>
> "Anggaran Kementerian Kehutanan besar, tapi habis. Mana yang sudah hijau?"
> tanya Jokowi.
>
> Jokowi meminta untuk agar penanaman pohon direncanakan dengan baik.
> Misalnya, anggaran pembibitan tahun ini harus ditanam tahun berikutnya.
> Kemudian diikuti pemeliharaan dan perawatan tanaman.
>
> "Anggaran keluar tengah tahun. Buat bibitnya butuh berapa. Bibit 30 cm
> ditanam di lapangan. Tidak ada biaya perawatan. Mana bisa hidup," ujarnya.
>
> *Baca juga: Instruksi Jokowi soal KEK Mandalika, dari Penghijauan hingga
> Urusan Kamar Mandi
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/10/20/14543951/instruksi-jokowi-soal-kek-mandalika-dari-penghijauan-hingga-urusan-kamar>
> *
>
> Jokowi mengapresiasi sejumlah pihak yang membantu menghijaukan lahan.
>
> "Saya mengapresiasi menghargai komunitas, perusahaan yang telah bekerja
> keras ikut menghijaukan kawasan yang kritis,"ucapnya.
>
> Mantan Gubernur Jakarta ini menyoroti tentang daerah aliran sungai (DAS)
> yang tidak dikelola dengan baik.
>
> "Kita lihat semua DAS. Dari hulu sampai hilir enggak ada yang benar.
> Waduknya bagus, Sedimen yang masuk 2/3, 70 persen. Tanah di atasnya tidak
> *diapa-apain*, sendimentasi semuanya masuk waduk,"ujarnya.
>
> *Baca juga: Geliat Penghijauan di Hulu Sungai Citanduy
> <http://nasional.kompas.com/read/2016/08/31/15140001/Geliat.Penghijauan.di.Hulu.Sungai.Citanduy>
> *
>
> Untuk itu, pihaknya meminta seluruh pemangku kebijakan mulai dari bupati
> hingga gubernur untuk bekerja secara terintegrasi sehingga mengatasi
> permasalahan tersebut.
>
> "Saya ingin semuanya diawasi. Tidak bisa acara-acara seremoni yang
> mengeluarkan anggaran banyak, tapi hasilmya tidak kelihatan. Itu yang saya
> tidak mau," ucap Jokowi.
>
> Dalam kesempatan ini, Presiden meminta salah seorang warga yang
> mendapatkan penghargaan untuk maju. Marijan, salah seorang warga
> Karangasem, Ponjong, mengaku dalam kesempatan ini sudah menanam 50 pohon.
>
> "Saya berjanji akan merawatnya," katanya.
>
> Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan,
> selama 2014-2016 sudah tertanam 4,22juta hektar atau jika dihitung hampir 5
> miliar pohon. Pada 2017 masih bergerak sejak Presiden menetapkan penanaman
> pohon lada Agustus sampai sekarang 2,78 juta batang.
> Kompas TV Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, bersama pemuda
> Gereja membuat pohon natal unik yang terbuat dari bahan daur ulang sampah.
>
> PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
> EditorSabrina Asril
> Tag:
> Berita Terkait Basuki: Paspampres Bantu Penghijauan Waduk
> <http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/21/1851039/Basuki.Paspampres.Bantu.Penghijauan.Waduk.>
>  Kekeringan,
> Saatnya Evaluasi Penanganan Lingkungan dan Penghijauan
> <http://regional.kompas.com/read/2014/10/28/05501711/Kekeringan.Saatnya.Evaluasi.Penanganan.Lingkungan.dan.Penghijauan>
>  Gafatar
> Pernah Gelar Aksi Penghijauan di Candi Borobudur
> <http://regional.kompas.com/read/2016/01/12/16063491/Gafatar.Pernah.Gelar.Aksi.Penghijauan.di.Candi.Borobudur>
>  Ribuan
> Pendaki Lakukan Penghijauan Gunung Ungaran
> <http://regional.kompas.com/read/2016/02/15/09005031/Ribuan.Pendaki.Lakukan.Penghijauan.Gunung.Ungaran>
>  Kostrad
> Divisi Infanteri 1 Lakukan Penghijauan di Depok
> <http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/19/10401181/Kostrad.Divisi.Infanteri.1.Lakukan.Penghijauan.di.Depok>
>
> <http://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=ac545a06&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE>
>
>
>
> Olahraga
> 10/12/2017, 00:40 WIB
>
> Olahraga
> 10/12/2017, 00:22 WIB
> [image: Lewat Hidro Socio, berdayakan Pemuda Desa]
> Lewat Hidro Socio, berdayakan Pemuda Desa
> <http://regional.kompas.com/read/2017/12/09/23382241/lewat-hidro-socio-berdayakan-pemuda-desa>
> Regional
> 09/12/2017, 23:38 WIB
>
> Regional
> 09/12/2017, 23:10 WIB
>
> Regional
> 09/12/2017, 22:51 WIB
>
> Regional
> 09/12/2017, 22:34 WIB
>
> Regional
> 09/12/2017, 22:21 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 21:59 WIB
>
> Regional
> 09/12/2017, 21:52 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 21:44 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 21:29 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 21:19 WIB
>
> Olahraga
> 09/12/2017, 21:15 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 21:00 WIB
>
> Nasional
> 09/12/2017, 20:50 WIB
> Load More
> Close Ads X
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "forumdiskusi" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an
> email to [email protected].
> To post to this group, send email to [email protected].
> Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
> 
>

Kirim email ke