----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Kamis, 14 Desember 2017
18.05.28 GMT+1Judul: [GELORA45] Pertama di Asia, Google Bangun Lab Kecerdasan
Buatan di Tiongkok
Pertama di Asia, Google Bangun Lab Kecerdasan Buatan di Tiongkok
Jeko I. R.
14 Des 2017, 15:00 WIB
-
-
-
-
- 4
10Google Merchandise Store di Google Visitor's Center. Liputan6.com/Jeko Iqbal
Reza
Liputan6.com, Beijing - Google dikabarkan bakal membangun laboratorium
kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) pertamanya di Asia. Tiongkok
disebut menjadi negara di mana laboratorium tersebut akan dibangun.
Seperti diketahui, raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam ini sudah lebih dulu
membangun laboratorium kecerdasan buatan di sejumlah kota besar, mulai dari New
York, Toronto, London, hingga Zurich.
Menurut informasi yang dilansir The Verge dari Bloomberg pada Kamis
(14/12/2017), Google berharap laboratorium kecerdasan buatan cabang Tiongkok
tersebut bisa membuka lapanagan kerja baru untuk menyerap Sumber Daya Manusia
(SDM) lokal Tiongkok.
"Fasilitas ini akan mengajak para engineer lokal untuk mendukung pengembangan
kecerdasan buatan. Kami berharap teknologi ini bisa diimplementasikan dengan
baik tak hanya di Tiongkok, tapi juga di Asia," tulis Google dalam keterangan
resminya.
Google Tiongkok sendiri dikabarkan sudah merekrut beberapa calon engineer
kecerdasan buatannya.
Beberapa di antaranya disebut sudah berpengalaman dengan teknologi ini. Chief
Scientist Google Cloud Fei-Fei Li, akan mengambil mengepalai laboratorium
cabang Tiongkok ini.
AI First
CEO Sundar Pichai ketika membawakan keynotes di Google I/O 2017. (Doc: Google
HQ)
Google sendiri mengklaim sebagai perusahaan teknologi yang menjunjung nilai "AI
First". Dengan kata lain, semua jenis teknologi yang mereka kembangkan saat ini
sudah pasti disokong dengan kecerdasan buatan.
Seperti disampaikan CEO Google, Sundar Pichai, dalam gelaran Google I/O 2017
beberapa waktu lalu, dunia teknologi tak lagi berkutat pada teknologi berbasis
mobile nan konvensional.
Menurutnya, kini dunia telah berevolusi dari “Mobile First” ke “AI First”
karena perkembangan teknologi yang semakin maju.
“Kami ingin menjadi perusahaan AI First. Dan kini, sepertinya sudah saatnya
Google membawa manfaat kecerdasan buatan bagi semua orang, agar semua bisa
menikmatinya dari seluruh layanan yang kami sediakan,” kata Pichai dalam sesi
keynotes utamanya di Google I/O 2017 yang diadakan di Shoreline Amphitheatre,
Mountain View, Amerika Serikat (AS).
Dengan begitu, Google akan merancang dan mengembangkan kecerdasan buatan tak
hanya secara spesifik untuk kalangan developer saja, tapi juga untuk kalangan
perusahaan korporat dan pengguna umum.
(Jek/Ysl)