https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916
Follow detikcom <https://www.facebook.com/detikcom>
<https://twitter.com/detikcom> <https://plus.google.com/u/1/+detikcom>
<https://instagram.com/detikcom/>
Sabtu 16 Desember 2017, 21:57 WIB
Kenapa Harus Bangga Jadi Orang Indonesia, Ini
Kata M Nuh
Rois Jajeli - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
0 Komentar
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
Kenapa Harus Bangga Jadi Orang Indonesia, Ini Kata M Nuh Foto: Rois Jajeli
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3772998/kenapa-harus-bangga-jadi-orang-indonesia-ini-kata-m-nuh?_ga=2.207664215.47362538.1513448916-1514668542.1513448916#>
*Surabaya* - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh mengajak
masyarakat, untuk bangga dan cinta menjadi warga negara Indonesia.
"Kenapa kita harus bangga dan cinta Indonesia. Karena, setiap malam kita
sujud di bumi Indonesia. Kita mencari nafkah di bumi Indonesia. Suatu
saat nanti kita mati, juga dimakamkan di Indonesia. Masak nggak cinta
dan bersyukur terhadap bangsa Indonesia," kata M Nuh saat memberikan
sambutan di sela Seminar Nasional dan Launching Pusat pengembangan
masyarakat dan peradaban Islam (PPMPI), Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya (Unusa), di Surabaya, Sabtu (16/12/2017).
"Aneh kalau sujud di Indonesia. Beranak-pinak di Indonesia. Meninggalnya
pun di Indonesia. Kok nggak cinta dengan Indonesia, eman temen (sangat
disayangkan)," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, M Nuh yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam
Surabaya (Yarsis) ini menerangkan, Unusa ingin betul menjadi atau
berperan sebagai mesin keilmuan, produksi ilmu.
"Jadi bukan hanya melaksanakan, tidak hanya mengajarkan, tapi menjadi
mesin ilmu. Oleh karena itu, kita buat satu pusat yang sifatnya
interdisipliner, tidak hanya bidang satu tapi beragam bidang, yaitu
terkait dengan peradaban," terangnya.
Katanya, peradaban modern sekarang ini yang mengemuka antara lain,
ekstremitas. "Kita nggak ingin melihat ekstrimitas dari perspektif
keagamaan semata, itu yang selama ini dipakai. Tapi kita melihat dari
dimensi yang lain yaitu, dimensi sosial, dimensi psikologi," tuturnya.
Psikologi itu berkaitan dengan perorangan. Kenapa orang itu menjadi
ekstrem. "Itu tinjauan personalnya seperti apa, psikologinya kayak apa.
Kedua, orang ini kan hidupnya di komunitas. Kita pun ingin melihat
pengaruh sosial, terhadap pembentukan ekstremitas, baik ekstremitas
skala nasional maupun skala komuniti atau kelompok," katanya.
Ia mengatakan, pada tahun pertama ini, dilakukan pengkajian, dengan
melibatkan para ahlinya.
"Sehingga pada Tahun 2018 kita harapkan keluar semacam rekomendasi
tentang ekstremitas dari perspektif psikologi dan perspektif sosial,"
tandasnya.
*(fat/fat)
*