http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/12/15/p10duy415-neraca-perdagangan-november-berkurang-ini-penyebabnya



Neraca Perdagangan November Berkurang, Ini Penyebabnya

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Budi Raharjo


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Neraca perdagangan Indonesia pada November 2017
tercatat mengalami surplus 0,13 miliar dolar AS. Angka itu lebih rendah
dibandingkan dengan surplus Oktober 2017 sebesar 1,00 miliar dolar AS.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman,
surplus yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh turunnya surplus neraca
perdagangan nonmigas dan naiknya defisit neraca perdagangan migas.

"Namun demikian, secara kumulatif Januari-November 2017, surplus neraca
perdagangan tercatat 12,02 miliar dolar AS, jauh lebih besar dibandingkan
dengan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat
sebesar 8,48 miliar dolar AS," ujar Agusman, Jumat (15/12).

Neraca perdagangan nonmigas pada November 2017 mencatat surplus 1,09 miliar
dolar AS. Surplus tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas sebesar 14,01
miliar dolar AS atau meningkat 0,25 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya.

Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh naiknya ekspor lemak dan
minyak hewani/nabati, perhiasan/permata, alas kaki, barang rajutan, serta
besi dan baja. Di sisi lain, impor nonmigas mencatat kenaikan yang lebih
besar yakni 0,89 miliar dolar AS (mtm) menjadi 12,92 miliar dolar AS pada
periode yang sama.

"Peningkatan impor nonmigas terutama disebabkan oleh naiknya impor mesin
dan pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya,
perangkat optik, serta kapal terbang dan bagiannya," tutur Agusman.

Agusman menambahkan, peningkatan impor nonmigas yang lebih tinggi dari
peningkatan ekspor nonmigas menyebabkan surplus neraca perdagangan nonmigas
pada November 2017 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan bulan
sebelumnya yakni menjadi 1,09 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, surplus neraca perdagangan nonmigas secara
kumulatif Januari-November 2017 mencapai 19,58 miliar dolar AS, jauh lebih
tinggi dibandingkan dengan surplus pada periode yang sama tahun sebelumnya
yang sebesar 13,67 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan migas mencatat defisit sebesar 0,96 miliar dolar AS pada
November 2017. Defisit tersebut lebih besar dibanding defisit pada Oktober
2017 yang sebesar 0,73 miliar dolar AS.

Meningkatnya defisit neraca perdagangan migas tersebut didorong oleh
peningkatan impor migas sebesar 0,03 miliar dolar AS (mtm) yang disertai
penurunan ekspor migas sebesar 0,21 miliar dolar AS (mtm).

"Secara kumulatif, defisit neraca perdagangan migas sepanjang periode
Januari-November 2017 tercatat 7,56 miliar dolar AS, lebih besar
dibandingkan dengan defisit pada periode yang sama tahun 2016 yang sebesar
5,18 miliar dolar AS," kata Agusman.

Agusman mengatakan, Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca
perdagangan pada November 2017 positif dalam mendukung kinerja transaksi
berjalan. Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan terus membaik
seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan tetap tingginya
harga komoditas global.

"Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi
dan kinerja transaksi berjalan," katanya.

Kirim email ke