*Dengan pinjaman ini NKRI akan menjadi terang benderang sinar matahari
Asia, demikian keterangan seorang direktur perusahaan.*


http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/12/16/p121ak383-pln-dapat-pinjaman-dari-kfw-jerman-rp-136-triliun


Ahad , 17 December 2017, 05:50 WIB
PLN Dapat Pinjaman dari KFW Jerman Rp 1,36 Triliun

Red: Nidia Zuraya

Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) memperoleh pinjaman dari
Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank Jerman untuk mendanai
proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih III di Aceh senilai 85
juta euro atau setara Rp1,36 triliun. Siaran pers PLN di Jakarta, Sabtu
(16/12) menyebutkan penandatangan perjanjian fasilitas kredit (loan
agreement) dari KfW Jerman itu dilaksanakan di Jakarta, Jumat (15/12).

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman dan Senior
Project Manager KfW Jens Wirth menandatangani perjanjian pinjaman tersebut.
Sebelumnya, Director of KfW Office Jakarta Angela Tormin sudah membubuhkan
tanda tangannya pada perjanjian itu.

"Loan ini merupakan pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah. Ini menarik
karena lembaga pendanaan dari negara-negara Eropa seperti KfW mendukung
proyek energi baru terbarukan seperti ini, mulai dari studi kelayakan
hingga pendanaannya," ujar Syofvi.

Ia juga mengatakan PLTA Kumbih III berkapasitas 3x15 MW membutuhkan total
dana 100 juta euro. "Nilai pinjaman yang kami dapatkan dari KfW sebesar 85
juta euro dengan tenor selama 15 tahun. Sisa pendanaannya kami siapkan
sendiri," jelasnya.

Syofvi menambahkan PLTA Kumbih III akan membantu pemenuhan kebutuhan beban
listrik di sistem Sumatera bagian utara. "Selain itu, PLTA ini juga
menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil baik pada
saat beban dasar maupun puncak. Dan, terpenting lagi menambah porsi energi
terbarukan dalam bauran energi nasional," katanya.

Sementara itu, Senior Project Manager KfW Jens Wirth menyatakan kerja sama
itu penting untuk mendukung PLN mempercepat penambahan listrik energi
terbarukan di Indonesia. "Kami berharap proyeknya dapat segera berjalan dan
juga cepat selesai, sehingga langsung dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat," kata Jens Wirth.

Proyek PLTA Kumbih III akan memulai konstruksi pada 2019. Dengan masa
pembangunan empat tahun, maka akan beroperasi secara komersial pada 2023.

PLTA itu memanfaatkan aliran Sungai Kumbih yang melintasi dua kota yakni
Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara dan Subulussalam, Aceh tempat
dibangunnya pembangkit Kumbih III.

Kirim email ke