----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 17 Desember 2017 01.44.18 
GMT+1Judul: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Alasan Penolakan Nahdlatul Ulama 
Turun ke Jalan Bela Palestina
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, December 
17, 2017 3:01 AM


 

https://fokus.tempo.co/read/1042742/alasan-penolakan-nahdlatul-ulama-turun-ke-jalan-bela-palestina?

PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5


Alasan Penolakan Nahdlatul Ulama Turun ke 


Jalan Bela Palestina 
Reporter: 
Maya Ayu Puspitasari
Editor: 
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Sabtu, 16 Desember 2017 10:24 WIB   
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama tokoh lintas agama di Kantor 
PBNU, Jakarta, 15 Desember 2017. PBNU bersama tokoh lintas agama menyepakati 
sejumlah poin kemanusiaan sebagai sikap solidaritas lintas agama untuk 
kedaulatan Palestina dan perdamaian dunia. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan
 
TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) tak mau cawe-cawe 
dalam aksi bela Palestina yang bakal digelar di Monumen Nasional, Ahad besok. 
Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj mengatakan pembelaan NU terhadap 
Palestina akan ditunjukkan dengan cara memperkuat diplomasi untuk menggalang 
dukungan terhadap negara jajahan Israel itu. 

“Menyelesaikan masalah bukan hanya dengan aksi,” ujar Said di Jakarta, Jumat 16 
Desember 2017.

Said tak melarang ada anggota NU yang ikut terjun ke lapangan. Tapi dia 
mengimbau agar mereka yang ikut dalam aksi solidaritas itu tak membawa atribut 
NU. Sebab, kata dia, sikap NU tegas akan membela Palestina melalui jalur 
diplomasi kepada pemuka agama lain.

Absennya Nahdlatul Ulama dari aksi turun ke jalan ini juga diikuti oleh 
organisasi Katolik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). “Untuk menyelesaikan 
masalah seperti ini, pendekatan kami tidak turun ke jalan,” kata Ketua Umum 
KWI, Ignatius Suharyo.

Adapun Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, 
juga menganjurkan anggotanya untuk tidak ikut demo yang digagas oleh Majelis 
Ulama Indonesia (MUI) itu. Ia mengatakan agar anggota ICMI memilih cara lain 
untuk menyuarakan penolakan klaim Presiden Trump tersebut. "Eskpresikan saja 
kekecewaan, tapi kita tak boleh salah," ujar dia.

Baca: MUI Kaget Ketua ICMI Sarankan Tak Ikut Aksi Bela Palestina

Kemarin, sekelompok orang menggelar demonstrasi mendukung Palestina. Kelompok 
yang menamakan diri sebagai Aliansi Umat Islam Bersatu itu berdemonstrasi di 
depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Mereka mengutuk pernyataan Presiden Trump 
yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin memprediksi unjuk rasa bela Palestina Ahad besok 
bakal diikuti jutaan masyarakat. Seluruh organisasi masyarakat Islam dan tokoh 
lintas agama juga dikabarkan ikut serta. Menurut dia, massa akan menuntut Trump 
mencabut keputusan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Jika Trump 
tidak mendengarkan tuntutan aksi ini, kami akan menggalang petisi dan mengajak 
seluruh dunia memboikot produk-produk Amerika,” katanya.

ADAM PRIREZA | DEWI NURITA




    

Kirim email ke