Megawati: Etika Politik Makin Tidak Beradab, Tak Ada KeadilanReporter: Dewi NuritaEditor: Endri KurniawatiMinggu, 17 Desember 2017 14:09 WIB Presiden Joko Wdodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) berjalan bersama Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tiga Pilar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Tangerang, Banten, 16 Desember 2017. ANTARA FOTO
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyebut etika dalam perpolitikan Indonesia semakin tidak beradab. "Etika politik kita semakin tidak beradab. Tidak ada musyawarah. Politik tanpa etika yang menyebarkan kebencian," kata Megawati di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Desember 2017. Mega menyampaikannya saat mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk empat provinsi yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018. Politik Indonesia kini kerap menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan. "Yang tampil itu permusuhan. Tidak ada fairness…tidak ada fairness." Baca: Megawati Umumkan Kepala Daerah Empat Provinsi untuk Pilkada 2018 Untuk itu, kata Mega, dia mengharapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yang disebutnya sebagai wasit pemilu, dapat menjadi lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu yang adil. "Bagi saya politik itu bukan menang-menangan, karena sudah ada wasitnya.” Karenanya, kata Mega, "Wasit harus adil." Hari ini, Mega mengumumkan nama pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP di empat Provinsi dalam Pilkada 2018. Mereka adalah pasangan Asrun-Hugua dari Sulawesi Tenggara, untuk Provinsi Riau, PDIP mengusung Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno. Sedangkan di Provinsi Maluku, ada Irjen Murad Ismail-Barnabas Orno. Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) PDIP mengusung pasangan Marianus Sae-Emilia J. Nomleni. Baca juga: PDIP Bisa Cetak Sejarah Politik Indonesia Rakornas PDIP Bakal Dibuka Presiden Jokowi ... "Mudah-mudahan apa yang telah kami pilih memang dapat memberikan berkah, rahmat dan bisa menaikkan harkat kemajuan di daerah-daerah tersebut," kata Megawati. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menjelaskan dalam memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Megawati telah melalui pertimbangan yang sangat mendalam dan tidak sembarangan. Mulai dari masukan para tokoh, survei politik, hingga komitmen menggaungkan nilai-nilai Pancasila. "Tema-tema khusus di setiap daerah juga menjadi pertimbangan utama Ibu Ketua Umum," kata Hasto.
